Berita viral
SOSOK Nenek Pengemis Viral Beli iPhone, Kini Diangkut Bersama Suami, Pernah Tinggal di RSJ
Hal itu setelah sang nenek tertangkap kamera tengah membeli sebuah iphone di salah satu ponsel.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok nenek pengemis viral beli iPhone.
Kini sang nenek diangkut bersama suaminya.
Keduanya ternyata pernah tinggal di rumah sakit jiwa.
Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Polres Humbahas Gelar Pangan Murah di Doloksanggul
Belakangan ini, seorang nenek pengemis di Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mendadak viral.
Hal itu setelah sang nenek tertangkap kamera tengah membeli sebuah iphone di salah satu ponsel.
Rekaman sang nenak pengemis ini pun beredar dan mendapat sorotan berbagai pihak.
Baca juga: Kapolres Batubara Raih Penghargaan IKPA, Kapolri Apresiasi Kinerja Pengelolaan Anggaran
Tak lama setelah itu, petugas dari Tim Rumah Singgah Banjar Manis dari Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar bersama Satpol PP bergerak.
Ternyata nenek itu adalah sepasang suami isteri yang selama ini diketahui mengalami gangguan kejiwaan.
Hal itu terungkap setelah Tim melakukan Rumah Singgah Banjar Manis dari Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar bersama Satpol PP melakukan evakuasi terhadap sepasang suami istri yang diduga mengalami gangguan kejiwaan di wilayah Kabupaten Banjar, pada Kamis (30/4/2026).
Baca juga: VIRAL Polisi Diduga Minta Rp 500 Ribu ke WNA yang Langgar Lalu Lintas, Kapolres Minta Maaf
Menurut Kepala Dinsos P3AP2KB Banjar Erny Wahdini, Jumat (1/5/2026) penjaringan kepada pengemis di pinggir jalan diambil sebagai upaya penanganan terhadap kondisi yang membutuhkan perhatian khusus, sekaligus memastikan keselamatan serta pemberian layanan yang tepat bagi keduanya.
Dijelaskan Erny, setelah dievakuasi, pasangan tersebut langsung dibawa ke RSJ Sambang Lihum guna menjalani pemeriksaan, observasi, serta penanganan medis lanjutan sesuai kebutuhan.
Dari rekaman medis, terungkap keduanya sebelumnya juga pernah mendapatkan penanganan, baik di Rumah Singgah maupun di RSJ Sambang Lihum.
Evakuasi kali ini merupakan tindak lanjut dari kondisi terbaru di lapangan serta laporan masyarakat, sehingga proses penanganan kembali dilakukan sesuai prosedur.
Masih Erny Wahdini, mewakili Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinsos P3AP2KB mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banjar terkait masih maraknya aktivitas gelandangan dan pengemis, khususnya di persimpangan jalan dan lampu merah.
Pertama ia mengimbau dengan tegas hentikan memberi uang secara langsung kepada gepeng di jalan raya. Menurutnya, memberi di jalan bukan bentuk kepedulian yang tepat.
Baca juga: Kapolres Batubara Raih Penghargaan IKPA, Kapolri Apresiasi Kinerja Pengelolaan Anggaran
"Justru itu membahayakan keselamatan mereka dari risiko kecelakaan lalu lintas. Lebih dari itu, praktik ini membuat mereka terus bertahan di jalan dan menjadi mata rantai kemiskinan yang tidak terputus," urai Erny.
Erny juga mengajak untuk warga melindungi anak-anak.
"Jika Bapak Ibu melihat ada anak yang mengemis atau diajak mengemis di jalan, itu adalah bentuk eksploitasi anak dan melanggar UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sikap Dinsos jelas Anak harus diselamatkan dan dikembalikan ke bangku sekolah, bukan di perempatan jalan. Tidak ada toleransi untuk hal ini," tegas Erny.
Ketiga, percayakan penanganannya kepada Dinas Sosial P3AP2KB Kab. Banjar bersama Satpol PP, Polres.
Baca juga: Kapolres Batubara Raih Penghargaan IKPA, Kapolri Apresiasi Kinerja Pengelolaan Anggaran
"Rumah Singgah dan TKSK di desa/kelurahan rutin melakukan penjangkauan. Setiap gepeng yang terjaring akan kami asesmen melalui Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT). Mereka akan dirujuk sesuai kebutuhan misal ke balai rehabilitasi, pelatihan kerja, bantuan usaha, dan untuk anak akan kami pastikan kembali bersekolah," jelasnya.
Erny menyebut, razia tanpa solusi hanya akan membuat mereka kembali lagi.
"Karena itu, kami berkomitmen menuntaskan dari hulu ke hilir. Karena itu, saya mengajak seluruh warga Banjar, jangan beri uang di jalan. Itu melanggar Perda Ketertiban Umum dan membahayakan mereka,"katanya.
Ia mengimbau, masyarakat segera lapor jika melihat gepeng, terutama yang membawa anak, melalui UPTD PPA, Rumah Singgah, Puskesos dan TKSK di desa masing-masing.
"Tim kami siap menjemput. Salurkan kepedulian Anda melalui jalur resmi seperti Baznas, LKSA, atau Panti Sosial yang terdaftar, agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberdayakan,"pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SOSOK-Nenek-Pengemis-Viral-Beli-iPhone-Kini-Diangkut-Bersama-Suami-Pernah-Tinggal-di-RSJ.jpg)