Berita Viral
MASSA Berpakaian Hitam Bikin Ricuh di Hari Buruh, Seratusan Orang Ditangkap di Jakarta dan Jabar
Saat ini, 101 orang tersebut masih dimintai keterangan untuk pendalaman lebih lanjut, termasuk menelusuri sumber pendanaan kelompok itu.
TRIBUN-MEDAN.COM - Berbeda dengan daerah lain, peringatan May Day atau Hari Buruh berlangsung kondusif, di Jawa Barat dan Jakarta malah berlangsung ricuh pada Jumat (1/5/2026) malam.
Jawa Barat diketahui merupakan basis Prabowo, tepatnya di Hambalang, sebagai pusat kegiatan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di luar Istana Negara Jakarta.
Berdasarkan laporan TribunJabar, sekelompok orang berpakaian serba hitam terlihat melakukan perusakan fasilitas di sekitar Simpang Tamansari-Cikapayang. Bahkan, massa yang berpakaian serba hitam-hitam itu sampai membakar pos polisi, videotron, dan kios. Kobaran api terlihat dari kejauhan.
Petugas Damkar Kota Bandung sedang berupaya melakukan pemadaman kobaran api di pos polisi, videotron, dan kios yang ludes dibakar massa.
Aparat kepolisian yang beratribut lengkap membubarkan gerombolan massa yang melakukan tindakan anarkis tersebut. Polisi juga menggunakan mobil water canon untuk membubarkan mereka. Hingga pukul 20.00 WIB, sebagian polisi masih berjaga di sekitar lokasi.
Sementara itu kondisi arus lalu lintas dari berbagai arah terpantau mengalami kemacetan parah karena banyak pengendara yang berhenti untuk menyelamatkan diri.
Dilaporkan TribunJabar, sejak pukul 16.00 WIB terdapat sekelompok orang serba pakaian hitam sempat memprovokasi orang-orang yang ada di sekitaran Taman Dago Cikapayang.
Namun, sekelompok orang misterius itu sempat dipukul mundur oleh orang-orang lainnya yang sedang berjaga di Taman Dago Cikapayang.
Sehingga mereka pindah ke wilayah sekitar Balubur Town Square atau Jalan Tamansari-Cikapayang.
Terpantau dari kamera CCTV ATCS Bandung, sekelompok orang berpakaian hitam itu pun melakukan pembakaran barier dan spanduk di tengah perempatan bawah jembatan Pasupati alias dekat Taman Jomblo.
Aksi mereka itu pun sempat membuat kondisi jalan terhambat. "Tadi di Taman Dago Cikapayang sempat dibubarkan komunitas Jaga Lembur dan Serse Intel," ucap Kasihumas Polrestabes Bandung, AKP Nurindah saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (1/5/2026) malam.
Kapolda Jabar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyebutkan, aksi massa tidak dikenal tersebut muncul menjelang malam sebagai tindakan kriminal yang membahayakan warga.
Sedikitnya, ada 150 orang terlihat berkumpul dengan ciri memakai baju hitam dan menutup wajah saat situasi mulai memanas pada sore hari.
"Dengan tadi itu, ciri-ciri berpakaian hitam, menutup muka, tentunya menutup muka ini berusaha untuk menghindar supaya tidak diketahui identitas yang kemudian membawa bahan bakar," katanya kepada awak media di Jalan Aria Jipang, Kota Bandung.
Ia menegaskan, polisi bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus menjaga keamanan di lapangan.
"Kami hadir, negara hadir, ada teman-teman dari Kodam 3, pemerintah daerah, untuk memberikan kepastian hukum, perlindungan, dan rasa nyaman bagi masyarakat," pungkasnya.
Polda Metro Jaya menangkap 101 orang
Sementara, Polda Metro Jaya menangkap 101 orang saat aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (1/5/2026) malam.
Polisi menduga seratusan orang tersebut hendak memicu kerusuhan di tengah demo buruh.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan, penindakan itu merupakan bentuk pencegahan setelah polisi menerima informasi adanya kelompok yang diduga akan menyusup ke dalam aksi buruh.
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan untuk melakukan kerusuhan.
Barang-barang tersebut seperti botol kosong, kain pemicu api, botol berisikan bensin, ketapel, paku beton, senjata tajam, alat komunikasi, serta uang tunai berjumlah sekitar Rp 10 Juta.
Iman mengatakan, botol kosong, kain, dan bahan bakar diduga hendak dirakit menjadi bom molotov.
Sementara paku beton disebut akan digunakan untuk merusak pagar atau pembatas beton di sekitar lokasi aksi.
“Kemudian mereka juga sudah mempersiapkan ketapel dengan gotrinya. Ini dipersiapkan untuk melakukan penyerangan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pengamanan,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/5/2026).
Polisi juga menemukan dokumen berisi rencana kegiatan. Dalam dokumen tersebut, terdapat susunan waktu, titik kumpul, pola kedatangan, hingga jalur meninggalkan lokasi.
Ia mengatakan, dari keterangan awal, kelompok itu diduga hendak menyusup ke tengah massa buruh lalu memicu kegaduhan agar terjadi kerusuhan di lokasi aksi.
"Dalam pembicaraan sesama mereka, terungkap beberapa fakta di antaranya mereka merencanakan akan mengadu domba antar elemen serikat buruh dengan melakukan penyusupan pada saat kegiatan sedang berlangsung," ujarnya.
"Kemudian mereka juga akan melakukan perusakan terhadap fasilitas umum dan sarana publik," lanjutnya.
Ia menjelaskan, 101 orang yang ditangkap mayoritas berasal dari luar Jakarta dan datang secara sporadis.
"Kemudian, karena mereka sebagian besar itu berasal dari luar Jakarta, sehingga kami juga berupaya menghubungi pihak keluarga dari mereka untuk menjemput, sehingga kami bisa memastikan keamanan mereka sampai di keluarganya masing-masing," jelasnya.
Saat ini, 101 orang tersebut masih dimintai keterangan untuk pendalaman lebih lanjut, termasuk menelusuri sumber pendanaan kelompok itu.
(*/Tribun-medan.com)
• Berbeda dengan Daerah Lain, May Day di Bandung Malah Ricuh, Massa Bakar Pos Polisi hingga Videotron
Baca juga: AKSI May Day Bandung Berujung Ricuh, Pos Polisi dan Videotron Dibakar, Mobil Water Canon Dikerahkan
| KRONOLOGI Dokter Internship Meninggal Dunia, Myta Aprilia Tetap Jaga Malam Saat Sesak Napas |
|
|---|
| MOBIL Pengantar Jemaah Haji Tabrakan dengan Kereta Api, 4 Orang Tewas, Mobil Tercampak ke Sawah |
|
|---|
| Kepala Dinas Penabrak Siswa SD Saat Jajan hingga Tewas 1 Diperiksa, Orangtua Korban Tak Mau Damai |
|
|---|
| Berbeda dengan Daerah Lain, May Day di Bandung Malah Ricuh, Massa Bakar Pos Polisi hingga Videotron |
|
|---|
| AKSI May Day Bandung Berujung Ricuh, Pos Polisi dan Videotron Dibakar, Mobil Water Canon Dikerahkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/maydayysdff.jpg)