Berita Viral
DERETAN Penipuan Enjang TNI Gadungan, tak Hanya Maling 270 Kg Telur, Sudah Beraksi di 7 Kota
Pria asal Bandung Barat tersebut diketahui merupakan penipu lintas daerah yang telah beroperasi di sedikitnya tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah deretan penipuan Enjang TNI Gadungan.
Tak hanya maling 270 Kg telur, Enjang ternyata sudah beraksi di 7 kota.
Enjang (64), warga Kabupaten Bandung Barat ditangkap Tim Resmob Polres Sumedang bersama Unit Reskrim Polsek Pamulihan di wilayah Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 21.15 WIB.
Baca juga: Damkar Medan Kerahkan 10 Armada di PT Agro, Wandro: Sistem Proteksi Mereka Cukup Membantu
Dalam aksinya, pelaku menyamar sebagai perwira TNI berpangkat Kapten dengan nama Abdulrahman.
Ia memesan telur ayam sebanyak 270 kilogram kepada korban dengan alasan untuk kebutuhan bazar di panti jompo.
Namun ini ternyata hanyalah puncak gunung es.
Baca juga: PERMINTAAN Terakhir Mia Citra, Dirawat Usai Tabrakan Kereta Bekasi Kini Meninggal, Disuapi Ibu
Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian, pria asal Bandung Barat tersebut diketahui merupakan penipu lintas daerah yang telah beroperasi di sedikitnya tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, mengungkapkan bahwa tersangka memiliki rekam jejak kriminal yang cukup luas dengan modus serupa, yakni memanfaatkan atribut militer untuk mengelabui warga.
Setelah dilakukan pendalaman pasca-penangkapan di Cipatik, Bandung Barat, pada Jumat (24/4/2026), terungkap bahwa aksi Enjang tidak terbatas di wilayah Sumedang saja.
Baca juga: Resep Bakso Goreng Crispy untuk Camilan di Rumah saat Sore Hari
Dilansir dari Tribun, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, tersangka diketahui merupakan spesialis penipuan lintas daerah.
Enjang tercatat sudah beraksi di sedikitnya tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat, mulai dari Bandung hingga Garut.
Berikut adalah rincian wilayah operasi tersangka:
Kota Bandung: 1 kali
Kabupaten Bandung Barat (Cisarua): 1 kali
Kota Cimahi: 1 kali
Kabupaten Majalengka: 2 kali
Kabupaten Purwakarta: 1 kali
Kabupaten Bandung (Soreang): 2 kali
Kabupaten Garut: 1 kali
Dalam setiap aksinya, tersangka selalu menggunakan atribut lengkap berpangkat Kapten untuk meyakinkan korbannya bahwa ia adalah personel aktif dari Kodam III/Siliwangi.
"Selain mengamankan pelaku, sejumlah barang bukti turut disita penyidik, di antaranya satu unit mobil, celana PDH TNI, wing Kopassus, sabuk berlogo TNI, celana panjang loreng, dan seragam TNI dengan pangkat kapten," ujar Sandityo, Rabu (29/4/2026).
Di Sumedang sendiri, aksi terakhirnya menyasar Hendriyanti (20), seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan.
Baca juga: Jadi Tempat Peredaran Narkoba, Cafe Liar di Bantaran Sungai Ular Diratakan Pemkab Deli Serdang
Tersangka memesan 250 kilogram telur ayam dan minyak goreng dengan dalih untuk kebutuhan bazar panti jompo.
Korban yang percaya karena melihat seragam dan atribut wing Kopassus yang dikenakan tersangka, akhirnya harus merugi hingga Rp 7,29 juta setelah tersangka membawa lari barang dagangan menggunakan mobil Honda CR-V berpelat palsu, seperti diberitakan Kompas.com.
Melihat luasnya wilayah operasi tersangka, pihak kepolisian meminta masyarakat yang pernah merasa menjadi korban dengan modus serupa untuk segera melapor.
Pelaku kini dijerat dengan Pasal 492 KUHPidana Jo Pasal 486 KUHPidana terkait penipuan dan pengulangan tindak pidana. Dandim 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto, sebelumnya juga menegaskan bahwa tersangka murni sipil.
"Kami pastikan yang bersangkutan adalah TNI gadungan," tegasnya.
Kronologi penipuan 250 Kg Telur
Peristiwa bermula pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku mendatangi korban dengan niat membeli telur dalam jumlah besar, yakni 250 kilogram.
Total nilai transaksi tersebut mencapai Rp 7.290.000. Untuk meyakinkan korban, pelaku menjanjikan pembayaran akan dilakukan melalui transfer bank setelah barang tiba di kantor Kecamatan Pamulihan.
Baca juga: Dapat SP3, Rismon Sianipar Kini Kuliti Roy Suryo: Itu Pembohongan Publik yang Terus Diulang
Karena pelaku mengenakan seragam TNI, korban merasa percaya dan bersedia mengirimkan pesanan ke lokasi yang disepakati.
Setibanya di kantor Kecamatan Pamulihan, pelaku bersikap seolah-olah memiliki otoritas sehingga disambut oleh beberapa pihak di lokasi.
Pelaku juga sempat mengelabui pegawai kecamatan dengan dalih bahwa telur-telur tersebut akan digunakan untuk kegiatan bazar sembako.
Kejanggalan mulai terlihat saat telur yang baru diturunkan justru diminta dipindahkan kembali oleh pelaku ke dalam mobil pribadinya.
Pelaku menggunakan mobil jenis Honda CR-V berwarna putih dengan nomor polisi F 1147 QL, yang setelah diperiksa diduga kuat sebagai pelat nomor palsu atau bodong.
Sebagai bagian dari siasat untuk melarikan diri, pelaku meminta korban pergi ke Bank BRI Unit Cimanggung.
Baca juga: Harga BBM Resmi Naik Mulai Hari Ini, Pertamax Turbo Rp19.400, BBM Dexlite Melonjak hingga Rp24.650
Pelaku berdalih korban harus menemui istrinya yang bernama "Bu Ida" yang bekerja di bank tersebut untuk mengambil uang pembayaran.
Korban pun berangkat ke bank didampingi oleh salah seorang pegawai kecamatan.
Sesampainya di Bank BRI Unit Cimanggung, korban menanyakan keberadaan pegawai bernama Bu Ida. Namun, pihak bank menyatakan tidak ada pegawai dengan nama tersebut.
Saat itulah korban menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan dan pelaku sudah melarikan diri bersama 250 kg telur tersebut.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TAMPANG-Enjang-Saat-Ditangkap-TNI-Gadungan-Tipu-Pedagang-Telur-Hingga-Rugi-Rp7-Juta-Ngaku-Kapten.jpg)