Berita Viral
Momen Mahasiswi UNY Datangi Damkar Minta Tolong Bukakan Tumbler Macet Tak Bisa Dibuka
Momen mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) datangi Damkar minta tolong bukakan tumbler tengah jadi
TRIBUN-MEDAN.COM – Momen mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) datangi Damkar minta tolong bukakan tumbler tengah jadi perbincangan.
Mahasiswi UNY ini malu-malu mendatangi kantor pemadam kebakaran (damkar) untuk minta tolong.
Selama ini damkar dikenal sebagai instansi yang bisa menolong segala permasalahan.
Tak hanya memadamkan api, damkar juga kerap membantu menangkap hewan liar, evakuasi orang-orang terjepit kursi, dan masih banyak lagi.
Seperti yang dilakukannya kali ini, damkar sudah menolong seorang mahasiswi UNY yang tumblernya macet.
Tumbler yang dibawa mahasiswi UNy tersebut macet tak bisa dibuka.
Ia sudah meminta tolong ke teman hingga damkar namun tak ada yang bisa membantu membukanya.
Sampai akhirnya seorang teman menyarankan untuk meminta tolong ke damkar.
Baca juga: DAFTAR Kru Kapal Tanker Honour 25 Disandera Perompak Somalia, Kapten Ashari Kirim Pesan Mencekam
"Ya itu ceritanya membuka tumbler itu susah sekali, mahasiswa UNY.
Terus sudah minta tolong temannya, minta tolong Pak Satpam, kemana-mana nggak bisa, terus diarahkan sama temannya, 'coba ke Damkar aja' gitu," kata Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Raden Chris Hartanto.
Mahasiswi UNY tersebut bahkan sampai menahan haus sejak pagi karena tumblernya tak bisa dibuka.
Sampai akhirnya pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, mahasiswi UNY tersebut mendatangi Damkar Kulon Progo, Yogyakarta.
Menurut penuturan Chris, tumbler tersebut memang sangat sulit dibuka dengan tangan kosong.
Ia sampai harus memakai peralatan milik tim penyelamat untuk membukanya.
Dengan alat khusus, Chris berhasil membuka tutup tumbler tanpa merusak badan botolnya.
"Iya, terlalu terlalu kuat menekannya, nutupnya. Kalau bahasa Jawanya itu terlalu mantrep," ungkapnya.
Baca juga: Anggota DPR RI Prananda Dukung Rico Waas Percepat Proyek Nasional PSEL dan BRT di Medan
Setelah sekitar 10-15 menit, tutup tumbler berhasil dibuka.
Tang dan alat penjepit yang dimiliki damkar dipakai untuk mencungkil bagian tutup yang macet.
"Sekitar 10 menit sampai 15 menit. Ya itu biasa ada (alat) penjepit gitu, ada tang, alat-alat sederhana sebetulnya," jelasnya.
Chris menuturkan bahwa mahasiswi yang datang tampak malu-malu.
Mereka canggung karena masalahnya terbilang sepele namun tetap butuh bantuan untuk menyelesaikannya.
"Ya malu-malu, malu-malu tersipu sambil senyum-senyum gitu," ungkapnya.
Candaan juga sempat dilontarkan oleh Chris kepada mahasiswi tersebut.
Ia menggoda kalau sebenarnya mahasiswi UNY datang hanya ingin ketemu petugas damkar saja.
"Tadi juga saya bilang, 'Wah, ini cuma pura-pura ini, cuma mau ke pengen ketemu Pak Damkar' gitu," kelakarnya.
Beruntung, tumbler tersebut masih bisa dipakai setelah dibantu oleh damkar untuk membukanya.
"Nggak (rusak), masih bisa dipakai lagi," pungkasnya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribuntrends
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/DAMKAR-BUKA-TUMBLER-Damkar-Kulon-Progo-Yogyakarta-bantu-buka-tumbler-mahasiswi-UNY.jpg)