Berita Viral

TRAGEDI Bocah 4 Tahun Tewas Digigit 3 Anjing, Tangis Ayah Pecah saat Pangku Jenazah Buah Hatinya

Seorang anak berusia empat tahun bernama Ni Made Sukma Diatmika meninggal dunia setelah digigit kawanan anjing liar.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Tribun Bali
TANGIS AYAH KORBAN: Nasib tragis dialami seorang anak berusia 4 tahun bernama Ni Made Sukma Diatmika, asal Banjar Ulun Danu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, meninggal dunia setelah digigit kawanan anjing liar. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (27/4/2026), sekitar pukul 16.30 Wita di depan warung milik ibunya yang berada di jalur pendakian Gunung Batur. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Nasib tragis dialami seorang anak berusia 4 tahun bernama Ni Made Sukma Diatmika, asal Banjar Ulun Danu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, meninggal dunia setelah digigit kawanan anjing liar.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (27/4/2026), sekitar pukul 16.30 Wita di depan warung milik ibunya yang berada di jalur pendakian Gunung Batur.

Menurut keterangan keluarga korban, I Nyoman Muliawan, anak tersebut baru saja selesai mandi bersama ibunya.

Saat ibunya kembali masuk untuk mandi, korban keluar bermain di depan warung.

Tidak lama kemudian, terdengar keributan anjing liar.

Diduga korban dikerubungi sekitar tiga ekor anjing, salah satunya berwarna putih.

Karena hujan deras, tangisan korban tidak terdengar oleh sang ibu.

Ketika ibunya selesai mandi, ia mendapati anaknya sudah terkapar dengan luka parah di leher dan wajah.

Korban segera dibawa ke Puskesmas Kintamani V, kemudian dirujuk ke RSUD Bangli.

Namun, kondisi korban sangat kritis dengan perdarahan masif dan henti jantung.

Meski tim medis telah melakukan tindakan resusitasi, korban dinyatakan meninggal dunia pukul 18.20 Wita.

Jenazah kemudian dimakamkan pada malam harinya di Setra Desa Songan.

Tangis Sang Ayah Pecah

Keluarga korban, terutama sang ayah, tidak kuasa menahan tangis atas kepergian anak bungsu dari lima bersaudara tersebut.

Kejadian ini menimbulkan duka mendalam sekaligus keresahan di masyarakat Desa Songan.

Warga khawatir dengan keberadaan anjing liar yang sering berkeliaran di jalur pendakian Gunung Batur.

Menanggapi keresahan warga, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli bersama Dinas Kesehatan turun langsung ke lokasi.

Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan eliminasi terhadap 9 ekor anjing liar di sekitar TKP.

Eliminasi (penyingkiran) dilakukan atas permintaan masyarakat untuk mengurangi risiko penularan rabies dan menjaga keamanan lingkungan. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Dewa Gede Oka Darsana, menambahkan bahwa tim juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pengawasan anak-anak serta pencegahan rabies.

Tragedi ini menjadi peringatan keras tentang bahaya anjing liar yang tidak terkontrol.

Diharapkan, kejadian pilu ini menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih serius dalam menangani masalah anjing liar demi keselamatan bersama.

(*/Tribun-medan.com)

Artikel telah tayang di Tribun-Bali.com

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved