Berita Viral

KESAL Sering Diejek, Pemuda Bunuh Bocah 12 Tahun, Tusuk Korban Lalu Ditinggalkan di Kebun Karet

Rasa sakit hati yang menumpuk tersebut membuat pemuda asal Desa Parigi ini tega menghabisi nyawa korban

IST/Dok Polres OKI
OLAH TKP - Polisi Saat Melakukan Olah TKP, Kamis (16/4/2026). Mayat Anak Laki-laki Ditemukan di Kebun Karet di OKI, Ada Luka di Tubuh Korban. Korban baru lulus Sekolah Dasar (SD) dan berencana akan melanjutkan sekolah ke pondok pesantren. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kesal sering diejek, pemuda bunuh bocah 12 tahun di OKI.

Pelaku menusuk korban lalu ditinggalkan di kebun karet.

Kasus ini terjadi tepatnya di Desa Sungutan Air Besar, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Tragedi berdarah ini bermula pada Rabu (15/4/2026) pukul 19.00 WIB. 

Saat itu, korban pamit ke orang tua untuk menemui teman dengan membawa tas kecil berisi ponsel dan power bank.

Ditengah jalan, korban sempat meminjam motor milik seorang warga dengan alasan membeli makanan.

Namun, hingga larut malam, bocah malang ini tak kunjung pulang ke rumah.

"Ternyata keesokan harinya warga Desa Sungutan digegerkan dengan penemuan jasad korban di area perkebunan dengan kondisi yang mengenaskan," ungkap Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto

Kekejaman pelaku terlihat dari hasil pemeriksaan medis sementara. Korban menderita banyak luka tusuk senjata tajam di bagian vital tubuhnya.

"Korban mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh, di antaranya ulu hati, pinggang kanan yang menembus hati, leher, serta dada. Luka-luka inilah yang diduga kuat menjadi penyebab korban meninggal dunia," jelas Kapolres.

Tidak berhenti sampai disini saja, Kapolres menegaskan akan memproses kasus ini secara profesional dan tuntas.

Ia juga meminta masyarakat untuk lebih peka terhadap situasi di lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Pelaku akan diproses secara maksimal atas perbuatannya," pungkasnya.

Motif

Setelah melakukan penyelidikan intensif selama 11 hari, tim gabungan dari Polsek Pangkalan Lampam, Satreskrim Polres OKI, dan Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel berhasil meringkus tersangka berinisial M (23) di wilayah Kayuagung, Senin (27/4/2026) pagi.

Dibalik tindakan kejinya, terungkap sebuah motif yang memilukan.

Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, membeberkan bahwa tersangka nekat menghabisi nyawa korban karena menyimpan rasa dendam dan sakit hati yang mendalam.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pelaku didasari rasa sakit hati. Pelaku mengaku sering diejek oleh korban. Hal itu membuatnya kesal hingga gelap mata dan nekat melakukan pembunuhan," ungkap AKBP Eko.

Rasa sakit hati yang menumpuk tersebut membuat pemuda asal Desa Parigi ini tega menghabisi nyawa korban yang masih di bawah umur secara brutal pada Rabu (15/4) lalu.

Bawa Kabur Harta Korban dan Dijerat Pasal Berlapis
Tak hanya menghilangkan nyawa, tersangka M juga menggasak barang berharga milik korban sebelum melarikan diri. Akibat perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis, yakni Pasal 458 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 479 ayat (3) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang Mengakibatkan Kematian, serta Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak.

"Pelaku kini terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun," tegas Kapolres.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban beserta dokumennya, pakaian, sandal, serta satu unit telepon genggam milik korban. Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres OKI untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved