Berita Viral

DUDUK Perkara Anggota TNI Dihajar Ramai-ramai di Terminal Depok, Berawal Ingin Lindungi Anak

Merasa prihatin, korban kemudian menegur perempuan tersebut agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak.

Instagram/@jabodetabek24info
ANGGOTA TNI DIKEROYOK - Seorang prajurit TNI AD, Pegawai Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dikeroyok di Terminal Depok Baru, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026) malam. Peristiwa bermula saat EY yang hendak menjemput anaknya di sekitar Stasiun Depok Baru melihat seorang ibu diduga tengah memarahi anaknya dengan keras. 

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah duduk perkara anggota TNI dihajar ramai-ramai di Terminal Depok.

Penganiayaan ini berawal ingin melindungi seorang anak yang tengah dimarahi ibunya. 

Wanita itu diduga memprovokasi hingga korban mengalami penganiayaan.

Baca juga: Sikap Ammar Zoni di Persidangan Disorot Eks Staf Ahli Kapolri: Coba dari Awal Dia Terus Terang

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sejumlah luka-luka.

Korban yang diketahui prajurit TNI AD berinisial EY (47) juga merupakan pegawai Kemenhan.

Ia menjadi korban pengeroyokan di kawasan Terminal Depok Baru, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026) malam.

Baca juga: Iran Ajukan Proposal Baru ke AS, Rencana Buka Kembali Selat Hormuz dan Akhiri Perang

Awalnya EY hendak menjemput anaknya di sekitar Stasiun Depok Baru.

EY melihat seorang ibu diduga tengah memarahi anaknya dengan keras.

Merasa prihatin, korban kemudian menegur perempuan tersebut agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak.

Namun, teguran itu justru memicu ketegangan.

DUDUK Perkara Anggota TNI Dihajar Ramai-ramai di Terminal Depok, Berawal Ingin Lindungi Anak
ANGGOTA TNI DIKEROYOK - Seorang prajurit TNI AD, Pegawai Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dikeroyok di Terminal Depok Baru, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026) malam. Peristiwa bermula saat EY yang hendak menjemput anaknya di sekitar Stasiun Depok Baru melihat seorang ibu diduga tengah memarahi anaknya dengan keras.

Perempuan tersebut tidak terima dan langsung menaikkan nada bicara hingga terjadi cekcok dengan korban.

Suami Terpancing Emosi

Situasi semakin memanas ketika suami dari perempuan tersebut, berinisial Y, datang dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban.

Di tengah keributan, perempuan itu diduga turut memprovokasi warga sekitar dengan menyebut korban sebagai pihak yang memukul terlebih dahulu.

Baca juga: Wali Kota Binjai Tak Bisa Jumpai Pengunjuk Rasa karena Tugas ke Luar Kota, Pedagang Kecewa

"Ibu itu memberikan provokasi ke orang-orang di sekitar situ. Katanya si korban ini dibilang memukul duluan katanya," ujar Petugas Pengelolaan Terminal Terpadu Depok Baru, Bergas Fajar, dikutip dari Kompas.com, Senin (27/4/2026).

Tudingan tersebut memancing emosi sejumlah orang di lokasi, termasuk sopir angkot yang berada di sekitar terminal.

Korban pun sempat didorong sebelum akhirnya dikeroyok secara bersama-sama oleh pelaku dan warga yang terprovokasi.

Korban Babak Belur

Akibat pengeroyokan tersebut, EY mengalami sejumlah luka di bagian wajah.

"Luka terparah itu di mata, pelipis mata sebelah kanan, sama bibir sebelah kanan," ucap Bergas.

Selain itu, korban juga mengalami luka lecet di bagian telapak kaki akibat insiden tersebut.

Baca juga: HASAN NASBI Kembali Dilantik Masuk Kabinet Prabowo, Dulu Bikin Geram Publik Soal Teror Kepala Babi

Situasi semakin tak terkendali ketika korban sempat mengaku sebagai anggota.

Namun pengakuan tersebut justru dianggap mengada-ada oleh warga, sehingga amukan semakin brutal.

Petugas terminal kemudian berupaya melerai dan mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.

Polisi Tangkap Pelaku

Usai kejadian, korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dengan menghubungi Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok.

Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Brimob Kelapa Dua untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Metro Depok oleh anak korban.

Polisi pun bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku, yakni Y yang diduga sebagai pelaku utama serta seorang sopir angkot.

"Inisial Y inilah yg paling aktif dan mengajak teman-temannya untuk melakukan pengeroyokan," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi dikutip dari Kompas.com.

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mendalami peran masing-masing dalam kasus pengeroyokan tersebut.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved