Berita Viral

VIRAL Pengendara Tantang Polisi Saat Ditilang karena Tak Pakai Helm hingga Ngaku Punya Bekingan

Viral pengendara motor di Palembang tantang polisi saat ditilang hingga ngaku punya bekingan

IST/Dokumen/Instagram @oypalembang
PENGENDARA TANTANG POLISI: Viral pengendara motor di Palembang tantang polisi saat ditilang. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Viral pengendara motor di Palembang tantang polisi saat ditilang.

Adapun seorang pengendara motor terlibat adu argument dan tantang polisi saat ditilang.

Melalui Instagram @oypalembang merepost akun @robimalianzani38.

Dalam video itu, terlihat seorang pria mengenakan kaos biru diberhentikan karena tidak menggunakan helm serta tidak memiliki surat-surat kendaraan.

Namun, saat dimintai kelengkapan, pengendara tersebut justru bersikap emosional dan menantang petugas.

Baca juga: Soal MBG Butuh 19.000 Sapi Per Hari, Dalih Kepala BGN: Itu Hanya Pengandaian

Ia bahkan mengakui kesalahannya tidak memakai helm, namun tetap membantah dan terlibat adu mulut.

“Kau tau salah kau?” tanya petugas.

“Aku idak pakai helm,” jawab pria tersebut dengan nada menantang.

Situasi semakin memanas ketika pelanggar menyebut akan menghubungi seseorang yang disebut sebagai “bakingan” dan tidak takut jika ditilang.

“Tilanglah tilang,” ujarnya.

Baca juga: Pengakuan Ferizka Totok Sirih ke Bayi Sampai Menjerit Klaim Bisa Sembuhkan Kanker Sejak SD

Alih-alih kooperatif, pengendara tersebut kemudian memilih meninggalkan lokasi tanpa menyerahkan kunci motor.

Petugas akhirnya mengambil tindakan dengan mengamankan kendaraan tersebut.

Motor pelanggar kemudian diangkut menggunakan mobil pick up dan dibawa ke Polrestabes Palembang untuk penanganan lebih lanjut.

Kasus lain sebelumnya viral sosok Aiptu Dulyani polisi disogok Rp100 ribu saat hentikan mobil mewah di Bogor.

Baru-baru ini sosok polisi Aiptu Dulyani viral di media sosial.

Hal itu lantaran ia dicoba disuap oleh mobil mewah yang dihentikannya dijalan.

Dimana sebuah video yang memperlihatkan aksi pengguna jalan mencoba menyuap polisi saat terjaring razia lalu lintas ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam rekaman tersebut terlihat jelas seorang anggota Satlantas Polres Bogor tengah menghentikan sebuah mobil mewah yang kedapatan melakukan pelanggaran lalu lintas di jalur padat wisata tersebut.

Petugas menilai bahwa kendaraan itu telah melakukan pelanggaran kasat mata, yaitu menggunakan pelat nomor depan yang tidak sesuai standar, sehingga langsung diberhentikan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Saat polisi memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, terungkap bahwa mobil tersebut juga belum memperpanjang masa berlaku pajaknya, menambah daftar pelanggaran yang dilakukan pengemudi.

Di tengah proses pemeriksaan, seorang pria dari dalam mobil mendadak keluar dan tampak menyerahkan selembar uang pecahan Rp100 ribu kepada petugas, seolah ingin menyelesaikan perkara di tempat.

Namun tindakan itu langsung mendapat penolakan tegas dari Aiptu Dulyani, petugas yang melakukan penindakan, yang memilih tetap menjalankan prosedur hukum sebagaimana mestinya.

Aiptu Dulyani dengan tegas menolak uang tersebut dan tetap memberikan sanksi tilang kepada pengendara yang terbukti melakukan pelanggaran.

Menanggapi viralnya peristiwa itu, Kasatlantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama Ganda Permana membenarkan kejadian yang terekam dalam video tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung di wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu, ketika petugas sedang melakukan patroli rutin di jalur wisata.

“Sanksi tilang tetap diberikan karena anggota menemukan adanya ketidaksesuaian pada pelat nomor kendaraan mobil tersebut, kemudian setelah dicek ternyata pajaknya mati,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).

Lebih lanjut, AKP Rizky Guntama Ganda Permana memberikan apresiasi tinggi kepada bawahannya, Aiptu Dulyani, yang telah menunjukkan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan.

Ia menilai tindakan tegas Dulyani menjadi contoh nyata komitmen Polri untuk menolak segala bentuk suap dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunsumsel

 

 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved