Berita Viral
NASIB Iptu N Tembak Remaja Berujung Tewas Saat Bubarkan Tawuran, Polri Kini Lakukan Evaluasi Anggota
Remaja Bertrand Eko Prasetyo (18) tewas tertembak oleh senjata api Iptu N di Makassar, Sulawesi Selatan.
TRIBUN-MEDAN.com - Remaja Bertrand Eko Prasetyo (18) tewas tertembak oleh senjata api Iptu N di Makassar, Sulawesi Selatan.
Bertrand telah dimakamkan di kampung halamannya.
Peristiwa ini mencoreng institusi Polri.
Publik khawatir anggota Polisi yang belum matang dalam sikap dan pikiran diberikan wewenang untuk menguasai senjata api.
Kritikan dari publik mendapatkan respons dari Mabes Polri.
Polri memastikan terus melakukan evaluasi soal penggunaan senjata api (senpi) terhadap anggotanya.
"Proses evaluasi itu kan setiap saat ya. Setiap langkah-langkah dalam kegiatan operasional maupun pembinaan kepolisian, itu ada yang namanya analisa dan evaluasi," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: JAWABAN Kubu Rismon Sianipar Dilaporkan Kasus Penipuan Buku Gibran End Game, Korban Rugi Rp 6 Juta
Baca juga: Terkuak Modus Syekh Lecehkan Santri, Iming-iming Beasiswa ke Mesir Lalu Suruh Lepas Baju
Ia mengatakan evaluasi itu dilakukan pada setiap tahapan mulai dari proses evaluasi kegiatan sebelum, perencanaan, pelaksanaan hingga pasca kegiatan.
Selain itu, kata Trunoyudo, terdapat fungsi pengawasan di seluruh satuan kerja Polri baik secara manajemen, teknis hingga administratif untuk semua perbuatan anggota.
"Tentunya langkah-langkah kepolisian terus melakukan evaluasi setiap semua kegiatan," tuturnya.
Di sisi lain, Trunoyudo memastikan seluruh proses pidana dan etik terhadap pelaku juga telah berjalan oleh Polresta Makassar.
Ia mengatakan saat ini pelaku juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.
"Selaras dengan itu tentunya juga kode etik akan dijalani pada yang bersangkutan dan ini menjadi perhatian kita bersama. Sehingga langkah-langkah secara cepat, segera, untuk ditindaklanjuti terhadap pelaku," tukasnya.
Baca juga: DEMI Selisih Harga Pertamax Dex Rp300, Pemilik Pajero di Belitung Rela Tempuh 75,8 KM
Kronologi Tertembaknya Bertrand
Bertrand Eko Prasetyo (18), meninggal dunia setelah diduga terkena tembakan seorang anggota polisi berinisial Iptu N di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3/2026) lalu.
Peristiwa nahas itu diduga terjadi saat korban bersama rekan-rekannya terlibat tawuran menggunakan mainan senapan water jelly.
Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, menyatakan pistol milik anggotanya berinisial Iptu N tidak sengaja meletus saat melakukan penindakan.
Ia menyebut sekitar pukul 07.00 Wita pihaknya menerima laporan dari Kapolsek Rappocini terkait sekelompok pemuda yang bermain senapan angin (omega) di jalan dan meresahkan warga.
"Di situ lalu mencegat orang-orang yang jalan, lalu mendorong orang yang jalan juga,” kata Arya.
Menurutnya, Iptu N mendatangi lokasi seorang diri menggunakan mobil.
Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), ia mendapati korban yang disebut tengah melakukan tindakan keras terhadap seorang pengendara motor.
"Begitu Iptu N turun dari mobil langsung melakukan penangkapan, pegang pelaku sambil mengeluarkan tembakan peringatan," ujarnya.
Setelah melepaskan tembakan ke udara, Iptu N mengamankan korban sementara pemuda lain melarikan diri.
Namun, saat korban berusaha meronta dan mencoba kabur, senjata yang masih dipegang Iptu N disebut meletus.
"Ketika meronta pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang,' jelas Arya.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina untuk mendapat pertolongan pertama.
Karena keterbatasan peralatan, korban dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Namun setibanya di sana, korban dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: Guru dan Murid Viral Berkelahi di Kelas, Tidak Ada yang Melerai, Dianggap Lagi Akting
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di tribunnews.com
| JAWABAN Kubu Rismon Sianipar Dilaporkan Kasus Penipuan Buku 'Gibran End Game', Korban Rugi Rp 6 Juta |
|
|---|
| Terkuak Modus Syekh Lecehkan Santri, Iming-iming Beasiswa ke Mesir Lalu Suruh Lepas Baju |
|
|---|
| FAKTA Guru dan Murid di Aceh Berkelahi Dalam Kelas, Video Baku Jambak Viral Ternyata Akting |
|
|---|
| DEMI Selisih Harga Pertamax Dex Rp300, Pemilik Pajero di Belitung Rela Tempuh 75,8 KM |
|
|---|
| Respons Kubu Rismon Sianipar Dilaporkan ke Polda terkait Buku Gibran End Game |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-Polisi-sa.jpg)