Berita Viral

Nasib Gadis 15 Tahun Dibakar Paman Gegara Tak Mau Mandi, Disiram Bensin Lalu Disulut Korek Api

Beginilah nasib gadis 15 tahun di Semarang yang dibakar pamannya gegara tak mau mandi

HO
ILUSTRASI DIBAKAR: gadis 15 tahun di Semarang yang dibakar oleh pamannya sendiri berinsial S (32). Ia dibakar pamannya hanya gara-gara tak mau mandi. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah nasib gadis 15 tahun di Semarang yang dibakar pamannya gegara tak mau mandi.

Nasib tragis dialami T gadis 15 tahun di Semarang yang dibakar pamannya sendiri berinsial S (32).

Gadis 15 tahun itu dibakar pamannya gara-gara tak mau mandi.

S tega menyiram tubuh T dengan bensin, lalu menyulutnya dengan api.

Akibat ulah pamannya tersebut, korban mengalami luka bakar.

Meski tidak tergolong luka bakar berat, dampak yang dialami korban cukup serius.

Baca juga: Reaksi Kampus Soal Mahasiswa Unsoed Disekap dan Dianiaya 2 Hari hingga Tak Ikut UTS

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso mengungkap peristiwa terjadi di depan rumah korban, Sabtu (18/4/2025).

Peristiwa bermula saat ibunya menitipkan korban kepada S.

Korban awalnya duduk di depan rumah.

Kemudian S datang dan menyuruh korban untuk mandi.

Tetapi permintaan pelaku ditolak korban.

"Korban duduk di depan rumah. Kemudian paman dia menyuruhnya mandi, tapi korban tidak mau," kata Kompol Heri, Selasa (21/4/2026).

Tak disangka, penolakan korban membuat pelaku marah. S pun langsung beranjak ke dalam rumah dan mengambil sebotol bensin.

“Disiramkan ke korban, lalu disulut dengan korek api,” ucap Kompol Heri.

Akibatnya, api pun langsung menyambar tubuh korban.

Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini 22 April 2026, Tikus, Macan, Ular dan Kambing Beruntung

Korban pun teriak hingga warga di dekat lokasi kejadian berdatangan.

Warga pun langsung berupaya memadamkan api yang membakar tubuh korban.

Setelah api bisa dipadamkan, korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit Pantiwilasa untuk penanganan darurat.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka bakar di bagian punggung samping hingga area pantat, serta lengan tangan.

“Tidak terlalu parah, tapi tetap ada luka bakar di beberapa bagian tubuh,” ujar Kapolsek.

Korban sempat menjalani perawatan medis dan kini telah kembali ke rumah. 

Namun, kondisi psikologisnya menjadi perhatian, terlebih karena pelaku adalah kerabat dekat

Polisi baru mendapat laporan kejadian paman bakar keponakan pada Senin (20/4/2026) pagi.

Setelah kejadian pelaku S yang tercatat tinggal di di Bandarharjo hingga kini masih diburu pihak kepolisian.

“Pelaku masih kita cari. Motif juga masih dalam pendalaman,” ucap Kompol Heri.

Baca juga: 2 Pelaku Pembunuhan Nus Kei hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis Terancam Hukuman Mati

Lebih jauh, polisi mengakui adanya hambatan dalam menggali keterangan. 

Korban dan keluarganya disebut masih ragu untuk memberikan pernyataan terbuka.

“Terdapat rasa takut. Ini kan pamannya sendiri, jadi ketika dimintai keterangan masih ragu-ragu,” ujarnya.

Bahkan, hingga saat ini laporan resmi dari pihak keluarga belum sepenuhnya lengkap, meskipun polisi sudah menindaklanjuti laporan masyarakat.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, menegaskan bahwa aparat tidak akan berhenti pada penanganan awal semata.

“Kehadiran polisi tidak hanya untuk respons cepat, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perlindungan dan akses keadilan,” kata dia.

Polisi juga telah memberikan pendampingan kepada keluarga serta mendorong pelaporan resmi ke Polsek Semarang Utara agar proses hukum dapat berjalan maksimal.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunnews

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved