Berita Viral

Awal Mula Nus Kei Tewas Ditikam di Bandar, 2 Pelaku Ditangkap, Golkar Marah Besar

Kedatangan Nus Kei ke Maluku Tenggara untuk mengikuti musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara

TRIBUN MEDAN/Istimewa
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara di Provinsi Maluku, Minggu (19/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora, atau dikenal Nus Kei tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur. 

Peristiwa nahas itu terjadi ketika Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026) siang sekitar pukul 11.10 WIT dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku.

Kedatangan Nus Kei ke Maluku Tenggara untuk mengikuti musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara, Kamis (23/4/2026) mendatang.

POTRET : Nus Kei saat ditemui di depan perumahan Green Lake City, Tangerang tahun 2020 silam
POTRET : Nus Kei saat ditemui di depan perumahan Green Lake City, Tangerang tahun 2020 silam (KompasTV/RIZKY)

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, mengungkapkan ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).

Kejadiannya itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, dikutip dari Kompas.com, Minggu. 

OTK tersebut merupakan seorang pria yang memakai jaket merah dan menggunakan masker membawa senjata tajam.

"Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam," tambahnya.

Melihat kondisi adiknya, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku.

Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara dalam kondisi berlumuran darah, tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi. 

Dengan penuh luka tusukan, Nus Kei langsung dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. 

Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital.

Akibat dari penikaman itu, Nus Kei mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," 

Pelaku Ditangkap

Setelah kejadian, polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku. 

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, pelaku berjumlah dua orang, yakni HR (28) dan FU (36).

Polda Maluku menyatakan kasus ini akan ditangani secara profesional dan meminta masyarakat tetap tenang.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tuturnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya.

Golkar Marah Besar

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji mengatakan, pihaknya berduka, sedih, dan marah ketika mendengar kabar Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora (Nus Kei) tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur. 

"Setelah kami cek ke Ketua DPD Provinsi Maluku, dan dikonfirmasi istrinya, berita itu benar adanya. Kami sangat berduka, sedih dan marah atas peristiwa ini," ujar Sarmuji, kepada wartawan, dilansir dari Kompas.com, Minggu (19/4/2026).

Ia pun menuntut polisi bisa mengusut tuntas peristiwa penikaman Nus Kei.

"Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut," tegas dia.

Mengingat situasi yang memanas, Sarmuji memberikan instruksi khusus kepada seluruh kader beringin, terutama di wilayah Maluku, agar tetap menjaga kondusivitas.

"Kepada kader, tetap waspada, tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," imbuh Sarmuji.

Sementara itu, DPD I Partai Golkar Maluku menyampaikan sikap atas peristiwa penikaman Nus Kei melalui pers rilis yang ditandatangani Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar A. Lessy dan Sekretaris, Anos Yermias sebagai berikut:

Mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. 

Tindakan penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif. 

Solidaritas harus ditunjukkan dalam bentuk sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan.

Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional.

Mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Menginstruksikan seluruh struktur Partai Golkar di Maluku untuk tetap solid, memperkuat komunikasi internal, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Menegaskan komitmen Partai Golkar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di seluruh wilayah Provinsi Maluku.
 
Hingga saat ini belum diputuskan apakah Musda Golkar Maluku Tenggara tetap berjalan sesuai jadwal atau terancam ditunda?

Menanggapi itu, Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yernias belum memberikan jawaban.

“Untuk kelanjutan Musda saya belum bisa memberikan keterangan,” kata Anos saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon.

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved