Berita Viral
PSI Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla soal Ijazah Jokowi, JK Diminta tak Usah Ikut Campur Lagi
Ketua DPP PSI Bestari Barus menanggapi pernyataan JK yang meminta Jokowi memperlihatkan ijasah asli.
TRIBUN-MEDAN.com - Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang mengomentari kasus tudingan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menuai sorotan.
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus menanggapi pernyataan JK yang meminta Jokowi memperlihatkan ijasah asli.
Bestari Barus menyasar JK agar tidak lagi ikut mencampuri.
Baca juga: Pernyataan Imbauan Golkar terkait Tewasnya Nus Kei Ditikam di Bandara
Bestari menilai, tuntutan agar Jokowi menunjukkan ijazah aslinya merupakan urusan privat yang sepenuhnya menjadi hak sang mantan Presiden.
"Kalau ijazah, hak menunjukkan itu seribu persen ada pada Pak Jokowi dan tidak boleh ditekan oleh siapapun," kata Bestari kepada Tribunnews.com, Minggu (19/4/2026).
Menurut Bestari, Jokowi tidak memiliki kewajiban untuk memamerkan dokumen tersebut kepada publik atau pihak tertentu, kecuali jika diperintahkan oleh pengadilan.
"Jadi waktunya diperlihatkan adalah ketika pengadilan meminta untuk kepada Pak Jokowi untuk diperlihatkan," ujarnya.
Bestari menyayangkan sikap Jusuf Kalla yang kembali mengungkit persoalan ijazah tersebut.
Ia memandang JK seharusnya memposisikan diri untuk urusan-urusan bangsa yang lebih besar dan strategis.
"Kita menghormatilah apa yang menjadi keinginan hati Pak JK terkait persoalan ijazah yang sebetulnya Pak JK udah nggak usah ikut campur lagi urusan ijazah ini. Uruslah hal-hal yang lebih besar lagi," ucapnya.
"Masa Pak JK men-downgrade dirinya untuk mengurusi hal-hal yang tidak perlu sebetulnya beliau ikut-ikutan di situ," tutur Bestari menambahkan.
Terkait alasan JK bahwa persoalan ini harus segera disudahi karena sudah berlarut-larut, Bestari memberikan pandangan berbeda.
Ia meminta JK seharusnya mengarahkan imbauannya kepada pihak-pihak yang terus meragukan keabsahan ijazah tersebut, bukan kepada Jokowi.
Apalagi, menurut Bestari, ijazah tersebut sudah pernah ditunjukkan di Polda namun tetap tidak dipercayai oleh pihak-pihak tertentu.
"Saya kira gini, masalah berlarut-larut diselesaikan saja itu tolong disampaikan aja kepada para pihak, bukan kepada Pak Jokowi. Sudahlah ngapain lagi kalian masalahkan ijazah orang, kira-kira Pak JK itu bisa juga menyampaikan seperti itu kepada para pihak gitu," tegasnya.
Ia menilai, JK akan terlihat sebagai negarawan sejati jika mampu menghentikan pihak-pihak yang terus memicu kegaduhan terkait isu ijazah ini.
"Nah itu baru negarawan. Kalau ingin kemudian menyudahi, ya imbau saja para pihak yang lain itu untuk sudahlah ngapain kalian urus-urusin itu ijazah orang gitu loh. Ya toh? Enggak usah melebar ke mana-mana," ungkap Bestari.
Adapun, Jusuf Kalla (JK) belakangan ini tengah menghadapi persoalan hukum. Ia dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama Kristen oleh sejumlah organisasi, di antaranya Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) hingga Pemuda Katolik.
JK menduga munculnya laporan tersebut berkaitan erat dengan langkah hukum yang ia ambil terhadap ahli digital forensik, Rismon Sianipar.
Tudingan Sebagai Pendana Dibantah
Sebelumnya, JK melaporkan Rismon karena diduga menuding dirinya sebagai pendana dalam kasus polemik ijazah Jokowi.
"Saya tidak menuduh ini gerakan politik, tetapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon," kata JK dalam jumpa pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Rismon Sianipar sendiri sebelumnya vokal menyatakan ijazah Jokowi palsu, namun belakangan ia meralat pernyataannya dengan menyebut ijazah tersebut asli dan menyatakan keluar dari barisan pendukung isu tersebut.
"Timbul lah ini (laporan penistaan). Sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih?" sambung JK.
JK tetap pada pandangannya bahwa untuk menyudahi perdebatan yang sudah berlangsung selama dua tahun, lebih baik Jokowi menunjukkan ijazah aslinya kepada publik guna mencegah masyarakat terus saling memaki.
"Dan saya lihat itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi diri sendiri, saling memaki masyarakat. Dua tahun," imbuh JK.
Baca juga: Gol Cepat Cadenazzi Bawa PSMS Ungguli Sriwijaya 1-0 di Babak Pertama Meski Harus Bermain 10 Pemain
Jokowi Minta yang Menuduh Buktikan Tudingan
Jokowi menegaskan bahwa pihak yang menuduhlah yang seharusnya membuktikan tudingan tersebut, bukan pihak yang dituduh.
"Mestinya yang menuduh itu yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/4/2026) seperti dilansir Kompas.tv.
Ia menilai, jika logika dibalik, maka setiap orang bisa dengan mudah menuduh tanpa dasar."Nanti semua orang bisa menuduh, dan disuruh menunjukkan buktinya yang dituduh. Kebalik-balik itu," ujarnya.
Meski demikian, Jokowi menyatakan siap menunjukkan ijazahnya apabila diminta dalam proses hukum di pengadilan.
Kubu Roy Suryo Kritik Respons Jokowi
Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin, menilai respons Jokowi justru menimbulkan tafsir baru terhadap pernyataan JK.
"Tapi yang menarik adalah Pak JK sudah menyarankan, beliau meyakini ijazah Jokowi asli dan menyarankan untuk menunjukan ijazah itu kepada publik," ujarnya.
"Sayangnya, respons Saudara Jokowi menyatakan 'siapa yang menuduh dia yang harus membuktikan'. Itu artinya seolah-seolah Pak Jokowi juga ikut menuduh Pak JK," lanjutnya.
Khozinudin juga menilai, jika ijazah ditunjukkan sejak awal, polemik bisa lebih cepat selesai.
"Tapi yang menjadi soal memang kami sendiri meyakini kalau ijazah itu ditunjukkan lebih awal, akan semakin mudah publik untuk meyakini," tuturnya.
Ia bahkan menyinggung bahwa sikap Jokowi yang tidak menunjukkan ijazah ke publik menimbulkan persepsi tertentu.
"Jadi, ketakutan Jokowi sebenarnya menunjukkan ijazahnya itu untuk menghindari dari publik," katanya.
Baca juga: Lokasi Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Selain di Kampus UNIMED, Jalur Mandiri Dibuka Juni 2026
(*/TRIBUN-MEDAN.com
Sumber: tribunnews.com/ Kompas
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jusuf-Kalla-ke-bareskrim.jpg)