Berita Viral

NUS KEI Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Saat Hendak Hadiri Musda

Nus Kei Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara tewas setelah ditikam di Bandara saat hendak hadiri Musda Golkar

TRIBUN MEDAN/Istimewa
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara di Provinsi Maluku, Minggu (19/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM – Agrapinus Rumatora alias Nus Kei Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara tewas setelah ditikam di Bandara saat hendak hadiri Musda Golkar.

Nus Kei Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara tewas setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026).

Kedatangan Nus Kei ke Maluku Tenggara untuk menghadiri agenda Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar.

"Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026," kata Ketua DPP Golkar Dave Laksono.

Dave menjelaskan, korban tiba di bandara sekitar pukul 10.45 WIT menggunakan pesawat Lion Air JT880 dari Bandara Pattimura, Ambon.

"Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT880 (yang ditumpangi Nus Kei) landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," ujarnya.

Baca juga: DPP GOLKAR Angkat Bicara Soal Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Sadsuitubun, Desak Polri Segera Usut

Setelah turun dari pesawat, korban berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga. 

Tidak lama kemudian, seorang pria mendekati korban dan langsung melakukan penikaman.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," kata Dave.

Akibat penikaman tersebut, korban mengalami empat luka tusuk di sejumlah bagian tubuh.

"Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," katanya.

Korban sempat mendapatkan pertolongan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Namun, nyawanya tidak tertolong.

Baca juga: Inara Rusli Lupa Ustaz yang Nikahkan dan Tanpa Sakti Tapi Tetap Kekeuh Bantah Zina dengan Insanul

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujar Dave.

Ia menambahkan, kakak korban sempat membanting pelaku.

Tetapi, pelaku mampu melawan dan melarikan diri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan pelaku penikaman telah diamankan.

Kedua pelaku berinisial HR (28) dan FU (36).

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tuturnya.

*/tribun-medan.com

sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved