Berita Viral

ALASAN Kades Ajak Pengeroyoknya Sholawat Bareng, Pikirkan Nasib Keluarga Pelaku: Ingin Mengabdi

Dari foto yang beredar, Sampurno masih bisa tersenyum dengan kondisi kepala dan tangan diperban.

Tribun Medan Kolase/Angel aginta sembiring
KADES LUMAJANG DIKEROYOK: (kiri) Detik-detik Kades di Lumajang, Sampurno dikeroyok dan dibacok menggunakan senjata tajam oleh 15 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026) siang dan (kanan) kondisi terkini pak Kades 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah alasan kepala desa ajak pengeroyoknya sholawat bareng.

Bukannya marah karena alami luka-luka, pria bernama Sampurno itu malah memikirkan nasib keluarga jika pelaku dipenjara.

Ia ingin mengabdi kepada masyarakat usai celaka karena pengeroyokan itu.

Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sampurno (45), jadi korban pengeroyokan menggunakan senjata tajam pada Rabu (15/4/2026).

Korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan bahu kanan usai menerima tebasan celurit dari belasan pelaku.

Baca juga: USAI Dapat SP3, Rismon Sianipar Tantang Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi: Jangan Bawa Cheers Leader!

Korban sempat cekcok dengan seseorang pada saat menghadiri acara pengajian di Kecamatan Ranuyoso pada Selasa (14/4/2026) malam.

Kejadian tersebut ternyata berlanjut dengan datangnya 15 orang ke rumah Sampurno dan melakukan penganiayaan hungga menyebabkan korban terluka.

Detik-detik kejadian sempat terekam kamera CCTV dan viral lewat media sosial.

Usai dikeroyok dan dibacok, Sampurno langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang guna mendapat pertolongan medis, pada Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Tabiat Syekh Ahmad Al Misry Diduga Lecehkan Santri Laki-laki, Oki Setiana: Belum Sembuh

Tampak korban menderita luka di bagian tangan dan kepala.

Dari foto yang beredar, Sampurno masih bisa tersenyum dengan kondisi kepala dan tangan diperban.

Sampurno dalam kesempatannya mengaku menolak para pelaku untuk dijebloskan ke penjara.

Ia membuka diri kasus yang menimpanya bisa diselesaikan secara damai.

Sampurno merasa iba jika para pelaku dipenjara bagaimana nasib keluarganya.

KADES LUMAJANG DIKEROYOK: (kiri) Detik-detik Kades di Lumajang, Sampurno dikeroyok dan dibacok menggunakan senjata tajam oleh 15 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026) siang dan (kanan) kondisi terkini pak Kades
KADES LUMAJANG DIKEROYOK: (kiri) Detik-detik Kades di Lumajang, Sampurno dikeroyok dan dibacok menggunakan senjata tajam oleh 15 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026) siang dan (kanan) kondisi terkini pak Kades (Tribun Medan Kolase/Angel aginta sembiring)

"Mungkin cukup orang-orang itu (pelaku) minta maaf pada guru-guru saya dan keluarga saya," katanya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (18/4/2026).

Sampurno juga berharap dalam waktu dekat bisa bertemu para pelaku.

Ia tidak segan untuk duduk bersama hingga bershalawat bareng.

"Pertemukan saya kita bershalawat bareng. Cukup kita khotmil quran bareng di Pendopo Bupati, selagi umur saya masih ada, saya ingin mengabdi kepada masyarakat," tegasnya.

10 Orang Ditangkap

Polisi dari jajaran Polres Lumajang sebelumnya sudah menangkap 10 orang pelaku.

Mereka masing-masing berinisial GS, MB, GF, MS, JP, AN, FA, MS, SP, dan SJ. 

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini.

"Kami masih mendalami peran masing-masing. Beberapa pelaku telah mengaku melakukan kekerasan hingga mengakibatkan luka," papar Alex, dikutip dari TribunJatim.com.

Baca juga: Pria Berseragam TNI Tipu Pedagang di Sumedang, Bawa Lari Telur 250 Kg, Rugi Rp 7 Juta

Untuk sementara, para pelaku dijerat  pasal 262 ayat 2 juncto pasal 307 ayat 1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana Nasional tahun 2023.

Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Alex menambahkan, kondisi korban kini sudah mulai stabil.

Sampurno sendiri menderita luka bacok sedalam 0,5 centimeter di bagian kepala.

Baca juga: JAM TAYANG Chelsea Vs Manchester United Malam Ini, Berebut Tiket UCL, Kedua Tim Lagi Jeblok

Selain itu, ada luka sepanjang tiga sentimeter dan lebar 0,5 centimeter di tangan kanan.

Kasubsi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membeberkan kronologi kejadian yang menimpa korban.

Semua bermula saat Sampurno berselisih dengan warga bernama Dani ketika pengajian beberapa waktu lalu.

Dani diduga tersinggung dengan ucapan korban kala itu.

Permasalahan keduanya berbuntut panjang dan mencapai puncaknya pada Rabu (15/4/2026) pukul 14.45 WIB.

Kediaman Sampurno didatangi belasan orang yang menggunakan mobil dan motor.

"Sewaktu kades di rumahnya kedatangan tamu lebih kurang 15 orang, dengan menggunakan 2 unit mobil Toyota Terios dan Mobil merk Honda Station, serta beberapa pengendara roda dua," katanya.

Kedatangan mereka bermaksud mempertanyakan alasan kepada korban marah-marah ketika pengajian.

Akan tetapi pertemuan tersebut berujung panas.

Terlihat jelas dalam rekaman CCTV korban dikeroyok hingga dibacok menggunakan celurit.

"Melakukan pengeroyokan terhadap kades pakel dengan menggunakan sajam," tandasnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved