Berita Internasional
Padahal AS Sudah Lakukan Blokade Terhadap Selat Hormuz, Kapal Tanker China Masih Bisa Melintas
Ini merupakan pelayaran perdana yang terdeteksi sejak militer AS resmi memberlakukan blokade maritim terhadap Iran.
TRIBUN-MEDAN.com - Iran tidak kehabisan akal ketika Amerika Serikat (AS) memberlakukan blokade di Selat Hormuz.
Blokade yang dilakukan pemerintahan Donald Trump itu dianggap tidak berpengaruh terhadap lalu lintas perdagangan Iran.
Bahkan, dikabarkan minyak dari Iran tetap sampai ke China.
Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mengatakan Iran tidak akan terpengaruh oleh blokade yang dilakukan AS di Selat Hormuz.
Dia menyebut, Iran memiliki lebih dari 8.000 kilometer perbatasan darat dan laut yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan perdagangan.
Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (14/4/2026), Momeni menginstruksikan para pejabat di provinsi-provinsi perbatasan Iran untuk memfasilitasi impor barang-barang penting guna menetralisir ancaman blokade angkatan laut AS.
Seperti diketahui, AS mulai memblokade Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026), untuk memberikan tekanan ekonomi tambahan pada Iran dengan memutus salah satu sumber pendapatan yang tersisa.
Para analis menilai, blokade ini dapat menimbulkan kerusakan dampak pada ekonomi Iran.
Sebab, sebagian besar ekspor minyak dan gas Iran dilakukan melalui pelabuhan dan melewati selat tersebut.
Selat Hormuz dilewati oleh 20 persen pasokan minyak dan gas dunia pada masa damai.
Saat perang Iran pecah pada 28 Februari 2026, Teheran langsung menutup aksesnya.
Keputusan ini justru membuat ekspor Iran melalui selat tersebut meningkat pada Maret dan awal April.
Karena hanya kapal mereka dan beberapa negara sahabat yang boleh melewatinya.
Namun, dengan adanya militer AS yang memblokade pelabuhan Iran dan Selat Hormuz, kemampuan Teheran untuk mengekspor minyak mentah terkena dampak langsung.
Selain minyak, blokade AS terhadap pelabuhan Iran juga dapat berdampak pada perdagangan barang-barang lain milik Teheran.
Beberapa ekspor utama yang dikirim melalui pelabuhannya meliputi petrokimia, plastik, dan produk pertanian yang terutama diekspor ke negara-negara seperti China dan India.
Sementara impor utama meliputi mesin industri, elektronik, dan makanan, sebagian besar berasal dari China, Uni Emirat Arab, dan Turki.
Teheran sebenarnya sudah memiliki jalur perdagangan alternatif yang digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada selat, seperti Selat Hormuz dari Teluk dan Selat Malaka di Asia Tenggara.
Terutama untuk menjalin akses dengan mitra dagang utamanya, yakni China.
Kedua negara telah mengembangkan jalur kereta api.
Dengan menggunakan jalur kereta api yang sudah ada di negara-negara Asia Tengah seperti Kazakhstan, Uzbekistan, dan Turkmenistan, kereta dapat membawa barang dagangan dari China ke Iran.
Menurut laporan dari lembaga konsultan geopolitik SpecialEurasia, jalur kereta api China-Iran membantu mengurangi risiko pencegahan angkatan laut oleh pasukan Barat yang menghambat perdagangan Iran.
“Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa pengangkutan hidrokarbon melalui kereta api melibatkan tantangan logistik yang cukup besar,” tambah laporan tersebut.
Selain itu, saat ini tidak ada bukti kredibel bahwa minyak telah diangkut melalui kereta api dari Iran ke China.
Tanker China Berhasil Melintasi Selat Hormuz
Sebuah kapal tanker milik perusahaan China yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat (AS), dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Selasa (14/4/2026).
Ini merupakan pelayaran perdana yang terdeteksi sejak militer AS resmi memberlakukan blokade maritim terhadap Iran.
Kapal pengangkut minyak dan bahan kimia tersebut diketahui milik Shanghai Xuanrun Shipping.
Dikutip dari Anadolu, data MarineTraffic menunjukkan, kapal itu terpantau melintasi selat pada Selasa pagi setelah sempat mengitari area di luar jalur air tersebut sepanjang Senin (13/4/2026) malam.
Berangkat dari UEA menuju China Kapal tanker tersebut memulai perjalanannya dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA) dan saat ini sedang menuju tujuannya di China.
Kapal tanker lain yang berangkat dari pusat ekspor minyak Pulau Kharg di Iran juga muncul di selat tersebut pada Senin sambil menyiarkan data Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) palsu.
Hal ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa kapal tersebut berlayar dari Arab Saudi.
Sejak awal konflik, banyak kapal berupaya menyembunyikan pergerakan mereka melalui selat tersebut dengan menyiarkan data AIS palsu atau menonaktifkan sinyal mereka sepenuhnya.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan akan mulai menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari Iran pada Senin (13/4/2026).
Pengumuman ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan blokade Selat Hormuz usai gagal mencapai kesepakatan damai dengan Iran.
"Pasukan Komando Pusat AS (Centcom) akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada 13 April pukul 10 pagi (22.00 WIB), sesuai dengan proklamasi Presiden," demikian pernyataan yang diunggah di platform perusahaan media sosial AS, X.
Centcom menegaskan, blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Pernyataan itu menambahkan, blokade tersebut akan mencakup semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
"Pasukan Centcom tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran," demikian pernyataan tersebut.
Komando tersebut mengatakan, akan memberi tahu kapal-kapal komersial sebelum blokade.
Mereka pun menyarankan semua kapal di Teluk Oman dan Selat Hormuz untuk memantau siaran maritim dan menghubungi pasukan Angkatan Laut AS jika diperlukan.
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Gadis 19 Tahun Nyaris Tewas Ditikam Mantan Kekasih, Awalnya Ingin Bertemu untuk Perbaiki Hubungan |
|
|---|
| Suami Gemar Selingkuh, Wanita Ini Terkena Penyakit dan Idap Tiga Jenis Kanker Sekaligus |
|
|---|
| Wanita Pilih Akhiri Hidup setelah Mantan Tunangannya Suntikkan Virus HIV |
|
|---|
| Ngaku Pergi Dinas ke Luar Kota, Istri Syok Temukan Suami Selingkuh dengan Sahabatnya Sendiri |
|
|---|
| Istri Bunuh Suami karena Tak Suka dengan Warna Kulitnya, Aksinya Dibantu Selingkuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/China-mengklaim-menjadi-satu-satunya-negara-yang-kapal-kapalnya-diizinkan-Iran.jpg)