Berita Viral
ALASAN Pemerintah Tutup Fitur Live di TikTok, Ada Ajakan Penjarahan dan Disisipi Iklan Judol
Fitur live di media sosial sedang diblokir pemerintah mulai kemarin Minggu (31/8/2025).
TRIBUN-MEDAN.com - Fitur live di media sosial sedang diutup pemerintah mulai kemarin Minggu (31/8/2025).
Pemblokiran ini lantaran adanya provokasi dan ajakan untuk melakukan penjarahan.
Demo yang berlangsung selama 4 hari ini telah berujung pada anarkis.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, menyebut ada ajakan menjarah di media sosial.
Tak cuma provokasi, dia juga mengungkapkan adanya laporan penyebaran informasi hoaks terkait aksi demonstrasi.
"Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menerima lonjakan laporan masyarakat terkait provokasi di ruang digital, termasuk ajakan penjarahan, penyerangan, dan penyebaran isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan)."
"Kami juga menemukan adanya informasi keliru yang disebarkan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dengan kecepatan penyebaran yang sangat tinggi mirip banjir bandang yang menenggelamkan informasi yang benar, masukan, kritikan konstruktif, atau aktivitas produktif, seperti pembelajaran, UMKM, dan sebagainya," ujarnya dikutip dari akun Instagram Meutya Hafid, Senin (1/9/2025).
Baca juga: Persib Bandung Niat Datangkan Joey Pelupessy dan Asnawi, Segini Duit yang Dikeluarkan Maung Bandung
Baca juga: POLISI Buru Pria Berjaket Hitam Pembakar Pos Jaga di Blora, Diduga Penyusup dan Provokator
Baca juga: Ketua DPRD Sumut Sebut Aksi Unjuk Rasa Sebagai Kritikan, Erni: Kami Mengetahui Keresahan Masyarakat
Tak cuma itu, Meutya menyebut pihaknya turut menemukan adanya monetisasi terkait penyiaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi.
Dikutip dari laman Kemkomdigi, monetisasi merupakan sarana mengomersialkan blog, laman, atau kanal apapun untuk menyediakan ruang bagi pengiklan menjajakan produknya.
Jika pemilik akun media sosial membuka monetisasi, maka dirinya akan memperoleh penghasilan karena akun miliknya dijadikan tempat beriklan.
Meutya juga menyebut bahwa ada akun yang dimonetisasi tersebut terhubung dengan jaringan judi online (judol).
"Sejak beberapa hari terakhir, kami juga memantau adanya aliran dana dalam jumlah signifikan melalui platform digital."
"Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan secara langsung (live streaming) dan dimonetisasi lewat fitur donasi maupun gifts bernilai besar. Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online," ujar Meutya.
Lebih lanjut, Meutya menegaskan pemerintah menghormati masyarakat yang menyampaikan aspirasinya jika dilakukan dengan tertib.
Namun, dia berharap agar masyarakat tidak terprovokasi dengan pihak tertentu yang terindikasi mengajak untuk melakukan tindakan anarkisme.
Fitur live di media sosial sedang diutup pemerinta
Fitur live
anarkis
Tribun-medan.com
Meutya Hafid
| Setelah Viral Akhirnya Polisi Terbitkan SP3 Kasus Mahasiswi Korban Pelecehan yang Jadi Tersangka ITE |
|
|---|
| KETIKA Jusuf Kalla Berikan Solusi Agar Polemik Ijazah Jokowi Tidak Berlarut-larut: Tunjukkan Saja! |
|
|---|
| JK Yakin Ijazah Milik Jokowi Asli, Maka Ia Sarankan Jokowi untuk Segera Perlihatkan Ijazahnya |
|
|---|
| BGN Dituding Hambur-hamburkan Uang, Pesan Motor Listrik Sebanyak 25.000 Seharga Rp42 Juta Per Unit |
|
|---|
| REKAM JEJAK Preman Kampung Yogi Palak Pesta Pernikahan, Berujung Ayah Pengantin Tewas Dianiaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/menkominfo-meutya-hafid1.jpg)