Berita Viral

DAFTAR Nama 4 Korban Tewas Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora, 750 Orang Mengungsi

Tragedi kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA
Petugas menyemprotkan foam untuk memadamkan api di sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (22/8/2025). (KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tragedi kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 11.30 WIB ini menelan empat korban jiwa dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Salah satu korban, Yeti (30), yang sebelumnya dirawat intensif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius.

Anak balitanya, AD, masih menjalani perawatan intensif dan berada dalam kondisi kritis.

Kebakaran yang belum berhasil dipadamkan hingga hari ketujuh ini berdampak luas terhadap masyarakat sekitar.

Sedikitnya 300 kepala keluarga atau sekitar 750 jiwa harus mengungsi ke posko-posko darurat yang disiapkan pemerintah daerah bersama relawan.

Bantuan logistik, dapur umum, dan layanan kesehatan darurat telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Korban meninggal dunia:

1. Tanek (60)

2. Sureni (52)

3. Wasini (50)

4. Yeti (30)

5. Seorang balita berusia dua tahun berinisial AD, anak dari korban Yeti, masih dalam kondisi kritis. 

AD tengah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Bupati: Sumur Minyak Ilegal

Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan belasungkawa atas musibah ini dan menegaskan bahwa sumur minyak yang terbakar berada di atas lahan milik warga, namun aktivitas pengeboran masih berstatus ilegal.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurus izin terlebih dahulu sebelum melakukan pengeboran demi keselamatan bersama.

"Tentunya kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Prioritas utama kami adalah memadamkan api dan memastikan warga dalam kondisi aman," ujar Arief saat meninjau lokasi kebakaran.

Dukungan teknis juga datang dari Pertamina dan SKK Migas yang menyarankan metode pemadaman dengan mengurug sumur menggunakan tanah, dibantu ekskavator serta pantauan drone.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menyebut pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi dan akan melakukan penyelidikan mendalam setelah api berhasil dipadamkan.

Pengawasan terhadap aktivitas sumur minyak masyarakat akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumur minyak rakyat yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.

Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat lebih memperhatikan aspek keamanan dan legalitas dalam menjalankan aktivitas pengeboran minyak.

Kronologi Kejadian Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora

Minggu, 17 Agustus 2025:

Sekitar pukul 11.30 WIB, terjadi ledakan di sumur minyak ilegal yang berada di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ledakan memunculkan percikan api yang langsung menyambar ke rumah warga. Api membumbung tinggi disertai asap hitam pekat.

Senin, 18 Agustus 2025:

Bupati Blora Arief Rohman meninjau lokasi kebakaran dan menyampaikan bahwa sumur minyak yang terbakar berada di atas lahan milik warga dan berstatus ilegal. Ia menghimbau masyarakat untuk mengurus izin terlebih dahulu sebelum melakukan pengeboran.

Selasa, 19 Agustus 2025 - Jumat, 22 Agustus 2025:

Tim gabungan dari BPBD, Pemadam Kebakaran, Pertamina, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya memadamkan api menggunakan berbagai metode, termasuk pengurugan tanah dengan bantuan ekskavator dan pantauan drone.

Sabtu, 23 Agustus 2025:

BPBD Blora mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang setelah Yeti (30), korban luka bakar berat, meninggal dunia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Anak balita Yeti, berinisial AD, masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.

Kebakaran di hari ketujuh:

Kebakaran belum berhasil dipadamkan hingga hari ketujuh. Sedikitnya 300 kepala keluarga atau sekitar 750 jiwa harus mengungsi ke posko-posko darurat. Pemerintah daerah bersama relawan telah menyiapkan bantuan logistik, dapur umum, dan layanan kesehatan darurat.

(*/Tribun-medan.com)

Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Bupati Blora Arief Tinjau Lokasi Kebakaran Sumur Minyak di Gendono, Takziyah & Berikan Santunan 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved