Wali Kota Medan Luncurkan Qresto, Sistem Split Bill Pajak Daerah Pertama di Indonesia
Peluncuran inovasi sistem pembayaran pajak daerah berbasis split bill atau pemisahan tagihan secara real-time ini digelar di Sushi Tei, Sun Plaza.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, resmi meluncurkan aplikasi Qresto (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization), Senin (27/4/2026).
Peluncuran inovasi sistem pembayaran pajak daerah berbasis split bill atau pemisahan tagihan secara real-time ini digelar di Sushi Tei, Sun Plaza.
Qresto menjadikan Kota Medan sebagai daerah pertama di Indonesia yang menerapkan sistem pemisahan otomatis antara pembayaran makanan dan pajak restoran, kafe hingga hotel, yang langsung masuk ke kas daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Hutabarat, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan Jimmy Ardianto, Direktur TI dan Operasional Bank Sumut Sandhy Sofian, serta Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian.
Rico Waas menjelaskan bahwa Qresto hadir untuk menjawab keraguan masyarakat terkait transparansi penyaluran pajak restoran.
“Selama ini kita menggunakan sistem self-assessment, di mana restoran melaporkan sendiri pendapatannya setiap bulan. Dengan Qresto, saat masyarakat membayar makanan dan pajaknya hari itu juga, pajaknya langsung terpisah dan masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Tidak ada lagi dana yang mengambang,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi ini merupakan langkah kreatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa melanggar regulasi sektor privat.
“Ini adalah cara kita mengelola keuangan secara profesional dan akuntabel kepada masyarakat dan negara,” tambahnya.
Menurut Rico, terdapat tiga dampak positif dari penerapan Qresto, yakni akurasi data melalui pencatatan pajak secara langsung, meminimalisir kebocoran pajak khususnya di sektor restoran, kafe, dan hotel, serta meningkatkan kepercayaan publik.
“Peluncuran Qresto dengan sistem split bill ini adalah yang pertama di Indonesia. Semoga menjadi inspirasi bagi daerah lain,” katanya.
Rico juga mengapresiasi Sushi Tei yang menjadi mitra perdana dalam proyek percontohan tersebut.
“Restoran yang memasang logo Qresto akan dikenal sebagai ‘Restoran Sahabat Pemerintah’ yang menjunjung integritas,” ucapnya.
Peluncuran ditandai dengan pertukaran dokumen strategis antara Pemko Medan dan pihak perbankan, serta simulasi penggunaan Qresto oleh Wali Kota saat melakukan pembayaran di restoran.
Sementara itu, Rudy Hutabarat menyebut program ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi transaksi untuk mengoptimalkan PAD.
“Kami percaya sistem yang terintegrasi akan meningkatkan pendapatan daerah dan berdampak pada pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Senada, Sandhy Sofian mengatakan sinergi antara Pemko Medan, Bank Indonesia, dan Bank Sumut menjadi kunci percepatan realisasi aplikasi tersebut.
“Mudah-mudahan Qresto dapat membantu pemerintah daerah meningkatkan pendapatan pajak,” pungkasnya. (Dyk/Tribun-Medan.com)
| BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Belawan, Ketinggian Capai 2,6 Meter |
|
|---|
| DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin Sagala, Sri Rezeki Resmi Menggantikan |
|
|---|
| Pedagang dan Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Binjai, Pagar Dirobohkan Saat Aksi: Ini Tuntutannya |
|
|---|
| Bupati Masinton Targetkan Huntap Tapteng Rampung Juni 2026, Harap Cuaca Bersahabat |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Targetkan Sapu Bersih Dua Laga Sisa di EPA Championship |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/resmi-meluncurkan-aplikasi-Qresto.jpg)