Medan Terkini

Langkah Gebby di UTBK-SNBT 2026, Peserta Tuna Netra yang Kejar Cita-cita di Dunia Musik

Di tengah suasana hening ruang ujian, Gebby Saragih tampak serius di depan komputer. Jemarinya bergerak perlahan.

|
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
PESERTA UTBK - Gebby Saragih, peserta UTBK-SNBT 2026 penyandang tuna netra, mengerjakan soal ujian dengan bantuan perangkat khusus di ruang ujian Universitas Sumatera Utara, Selasa (21/4/2026). Gebby mengikuti ujian untuk mengejar cita-cita melanjutkan studi di bidang musik. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di tengah suasana hening ruang ujian, Gebby Saragih tampak serius di depan komputer. Jemarinya bergerak perlahan, menjawab satu per satu soal UTBK-SNBT 2026 dengan bantuan perangkat khusus yang disediakan panitia.

Ia datang ditemani sang kakak. Dengan tenang, perempuan berusia 20 tahun tersebut mengikuti ujian seperti peserta lainnya, sebagai penyandang disabilitas tuna netra.

Bagi Gebby, mengikuti UTBK bukan sekadar mengejar bangku kuliah. Ada mimpi besar yang sedang ia perjuangkan.

“Ingin menjadi penyanyi profesional,” ujarnya sambil tersenyum sumringah usai ujian.

Nama Gebby bukan sosok asing di dunia tarik suara. Anak muda berbakat itu pernah mencuri perhatian publik saat menjadi peserta The Voice Kids Indonesia Season 4. Penampilannya kala itu menunjukkan bakat besar yang ia miliki di bidang musik.

Perempuan yang memiliki suara indah itu memilih jurusan Pendidikan Musik sebagai pilihan utama. Selain itu, ia juga mendaftar Psikologi dan Produksi Media di sejumlah kampus negeri.

Kecintaannya pada musik sudah tumbuh sejak kecil. Dunia seni suara menjadi tempatnya menyalurkan semangat dan keyakinan diri.

“Dari kecil memang suka musik. Aku lebih ke nyanyi, tapi juga belajar piano sama biola sedikit,” katanya.

Untuk mengasah kemampuan, Gebby mengikuti les musik. Ia mengaku dukungan keluarga, terutama orang tua, menjadi alasan utama dirinya berani melangkah hingga ke ruang ujian.

Meski awalnya tidak berencana mengikuti UTBK, kegagalan di jalur SNBP membuatnya mencoba kesempatan lain.

“Aku sebenarnya pengennya ke PTS. Tapi mama bilang, coba saja UTBK, rezeki enggak ada yang tahu. Biayanya juga lebih terjangkau,” ujarnya.

Persiapan singkat sempat membuatnya minder. Banyak temannya sudah mengikuti bimbingan belajar sejak kelas 11, sementara ia baru memulai belakangan. Namun, Gebby memilih tetap maju.

“Ternyata bisa dijalanin,” katanya pelan.

Soal ujian yang awalnya ia bayangkan sulit ternyata lebih ramah bagi peserta tuna netra. Menurutnya, banyak soal disajikan secara deskriptif sehingga mudah dipahami tanpa gambar.

“Aku kira bakal banyak grafik atau gambar. Ternyata disesuaikan juga sama kami. Lebih dijelaskan pakai kata-kata,” ucapnya.

Ia juga merasa terbantu dengan perangkat komputer yang memadai dan pengawas yang sigap mendampingi peserta berkebutuhan khusus.

“Puji Tuhan lancar. Soalnya terjawab semua,” katanya.

Di balik keterbatasan penglihatan, Gebby menyimpan pandangan yang begitu luas tentang masa depan. Ia tak hanya ingin kuliah, tetapi ingin terus berkarya dan menapaki jalan di dunia musik yang telah ia cintai sejak kecil.

“Semoga dapat hasil terbaik. Kalau lolos, puji Tuhan. Kalau belum, mungkin itu jalan Tuhan,” ujarnya.

Bagi Gebby, musik bukan sekadar hobi. Musik telah menjadi bagian dari hidupnya dan kini menjadi jalan menuju masa depan yang sedang ia perjuangkan.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved