Berita Medan

Rekafin, Startup Pencatatan Keuangan Berbasis AI, Perkuat Layanan Lewat Umpan Balik Pengguna

Bagi Faishal, kehilangan pelanggan bukan sekadar angka biasa, tetapi sinyal masalah yang harus segera dibaca. 

Penulis: Joy Silvana Aritonang | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Joy Silvana Aritonang
Founder Rekafin, Faishal Arif (32) hadir sebagai narasumber di program acara Smartgen Tribun Medan, mengenalkan Rekafin sebagai sistem pencatatan keuangan berbasis AI yang lebih praktis untuk masyarakat. 

TRIBUN-MEDAN, MEDAN- Di saat banyak startup berupaya mendambakan feedback positif, pendiri Rekafin, Faishal Arif, justru mengambil arah sebaliknya.

Ia menjadikan kritik pelanggan sebagai pondasi utama untuk mengembangkan bisnisnya.

“Kita senang banget kalau dapat feedback negatif. Unik kan? Itulah yang membuat saya bertahan selama enam tahun menjadi pengusaha,” ujarnya ketika menjadi narasumber dalam program Smartgen di Tribun Medan (22/04/26).

Bagi Faishal, kehilangan pelanggan bukan sekadar angka biasa, tetapi sinyal masalah yang harus segera dibaca. 

Dari situ, tim akan segera mengevaluasi kelayakan produk sekaligus mengidentifikasi penyebab pengguna berhenti berlangganan.

“Justru di momen itu kita jadi improve, produk kita layak atau tidak. Kita juga bisa mencari tahu kenapa pelanggan kita berhenti berlangganan, dan berbenah diri,” katanya.

Strategi ini kemudian diterjemahkan menjadi pendekatan berbasis kedekatan pengguna. 

Rekafin secara aktif menyerap masukan, yang pada akhirnya tidak hanya berdampak pada pengembangan produk, tetapi juga membuka celah strategi pemasaran baru.

“Kita memang mendengarkan banget, artinya kita memunculkan kedekatan dengan pelanggan. Dan itu juga memunculkan trik marketing baru,” tambahnya.

Rekafin merupakan sistem pencatatan keuangan berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui WhatsApp. 

Tanpa aplikasi tambahan, pengguna cukup mengirim pesan atau foto struk, lalu sistem akan mencatat dan mengelompokkan transaksi secara otomatis.

Model ini menyasar pada masalah yang paling umum terjadi, yaitu rendahnya kebiasaan pencatatan keuangan di masyarakat dimana masih mengandalkan ingatan atau metode manual.

Dalam delapan bulan sejak diluncurkan, Rekafin telah mengantongi lebih dari 1.200 pengguna berbayar dengan margin keuntungan tinggi. Komposisinya didominasi segmen personal (80 persen), disusul keluarga (10 persen), serta UMKM dan UKM (10 persen).

Dari sisi monetisasi, Rekafin menerapkan skema berlangganan bertingkat: mulai Rp29 ribu per bulan untuk personal, Rp45 ribu untuk keluarga, dan Rp99 ribu untuk UMKM.

Langkah Rekafin juga mulai mendapat validasi eksternal setelah masuk sebagai finalis ajang NextDev dan mewakili Medan di tingkat nasional.

Faishal pun mengungkapkan akan terus mengembangkan sistem dari Rekafin, agar para pelaggan tidak hanya berasal dari Indonesia tapi juga mancanegara. 

(Cr33/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved