Berita Medan

Irgi Ariyani, Mahasiswi UINSU yang Buktikan Prestasi Tak Hanya dari Ruang Kelas

Tak hanya unggul di akademik, Yaya juga berprestasi di bidang olahraga bela diri, kepenulisan, orasi, hingga inovasi teknologi.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
PRESTASI- Irgi Ariyani atau Yaya. Mahasiswi UINSU ini gali potensi diri lewat berbagai kompetisi dan meraih prestasi. 

Hasilnya tak mengecewakan. Ia berhasil meraih Juara 2 Orasi Kesehatan pada perlombaan Generasi Muda Berprestasi dan Aktif yang digelar DEMA FKM UINSU.

Dari sana, kepercayaan dirinya semakin tumbuh. Ia sadar bahwa kemampuan berbicara di depan umum juga penting dimiliki generasi muda.

“Mulai 2024 saya cari suasana kompetisi lain selain bela diri. Makanya mulai ikut menulis dan orasi,” katanya.

Puncak perjalanan Yaya datang pada 2025 dan 2026 saat dirinya berhasil tampil di kompetisi internasional.

Pada Maret 2025, ia mendapat dukungan dari kampus dan fakultas untuk berangkat ke Malaysia mengikuti lomba inovasi.

Di ajang tersebut, Yaya bersama tim membawa rancangan aplikasi bernama Fit Parent, yakni aplikasi pendamping parenting bagi orang tua dalam membesarkan anak.

Ide itu lahir dari keresahan terhadap masih minimnya edukasi parenting di Indonesia.

“Banyak persoalan parenting yang kami lihat dari data dan berita. Karena itu kami membuat konsep aplikasi tersebut,” ujarnya.

Berkat inovasi itu, timnya meraih 2nd Best Project Innovation Chapter Kuala Lumpur Malaysia.

Tak berhenti di sana, pada November 2025 ia kembali meraih Silver Medal pada National Writing Competition yang diselenggarakan HMDE Universitas Andalas.

Memasuki 2026, Yaya kembali mengharumkan nama kampus dalam kompetisi internasional chapter Malaysia dan Singapore pada 23-26 Februari 2026.

Ia berhasil meraih 1st Best Presentation serta 2nd Best Project Innovation.

Kali ini, ia membawa gagasan baru bernama Eco Smart City ID, sebuah konsep aplikasi yang lahir dari persoalan banjir di Indonesia dan Malaysia.

“Berdasarkan data dan berita yang kami lihat, masalah banjir ini nyata. Maka kami buat konsep solusi berbasis teknologi,” katanya.

Kesuksesan Yaya ternyata bukan datang instan. Ia mengaku sudah mencoba mengikuti ajang internasional sejak semester dua kuliah pada 2022. Namun saat itu ia belum berhasil.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved