Medan Terkini
Sekda Wiriya Alrahman Segera Pensiun, Enam Jabatan Eselon II Pemko Medan masih Kosong
Pemko Medan masih menyisakan enam jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang hingga kini belum terisi definitif, Jumat (17/4/2026).
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan masih menyisakan enam jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang hingga kini belum terisi definitif, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, jabatan Sekda Wiriya Alrahman juga disorot karena akan memasuki masa pensiun.
Beberapa nama juniornya santer telah disiapkan Wiriya Alrahman sebagai penerus.
Dalam sebulan terakhir, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas 'tancap gas' melakukan pengisian sejumlah posisi strategis eselon II dan III.
Terbaru, ia melantik tiga pejabat eselon II, yakni Khairul Azmi sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Irsan Idris Nasution sebagai Kepala Dinas Perhubungan, dan Benny Sinomba sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Sebelumnya, pada 13 Maret 2026, Rico juga telah melantik empat pejabat eselon II lainnya, yakni Rasyid Ridho Nasution sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Ahmad Untung Lubis sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Hendra Ridho Gunawan Siregar sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta Wandro Malau sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Meski demikian, masih terdapat enam jabatan yang kosong dan saat ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt), yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Sekretaris DPRD, Direktur Utama RSUD dr Pirngadi, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan, Rico memastikan pengisian jabatan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Rico Waas bahkan santai ditanya soal calon-calon kadis yang akan dilantik statusnya dari luar Medan lagi.
“Bukan soal impor atau tidak, tapi kita mencari yang benar-benar terukur, berkualitas, dan terbaik. Mudah-mudahan segera terisi,” kata Rico Waas politisi Nasdem ini.
Terkait adanya pejabat dari luar daerah yang masuk mengisi jabatan strategis di Pemko Medan, Rico menilai hal tersebut bukan persoalan, selama yang bersangkutan memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
Rico juga memberi tenggat enam bulan ke semua pejabat baru untuk menunjukan progresifitas kinerja
Di sisi lain, jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan yang saat ini dijabat Wiriya Alrahman juga akan segera mengalami kekosongan. Wiriya dijadwalkan memasuki masa pensiun pada akhir Juli 2026.
Berdasarkan data kepegawaian, Wiriya yang lahir pada 12 Juli 1966 akan mencapai batas usia pensiun 60 tahun untuk jabatan pimpinan tinggi pratama.
Dengan demikian, masa pengabdiannya tersisa sekitar 3,5 bulan.
Wiriya menjabat sebagai Sekda sejak 15 Oktober 2018, menggantikan Syaiful Bahri Lubis. Selama berkarier di Pemko Medan, ia telah menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Kepala Dinas Tata Kota, Kepala Dinas Bangunan, Kepala Dinas Pertamanan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, hingga Kepala Bappeda.
Menanggapi proses seleksi Sekda, Rico mengaku pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia juga memberi sinyal bahwa mekanisme pengisian kemungkinan menggunakan skema manajemen talenta.
“Saya rasa akan memakai manajemen talenta, hampir sama dengan pengisian eselon II saat ini,” ujarnya.
Meski belum merinci jadwal resmi seleksi, Rico menyebut proses penjaringan calon Sekda sejatinya sudah mulai dilakukan.
“Nanti pasti akan kelihatan, tapi sebenarnya saat ini sudah mulai dijaring,” katanya.
Ia menegaskan, Pemko Medan akan mencari sosok Sekda terbaik yang mampu meningkatkan kinerja pemerintahan sekaligus menerjemahkan visi dan misi kepala daerah secara tepat.
“Intinya bagaimana visi dan misi wali kota dan wakil wali kota dapat dijabarkan dan diimplementasikan secara tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, pejabat yang telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (Diklatpim II) memiliki peluang mengikuti seleksi. Namun, pengalaman dan kemampuan dalam menjalankan program tetap menjadi faktor utama penilaian.
“Terlebih yang sudah pernah memimpin OPD eselon II. Tapi yang paling penting adalah bagaimana visi misi itu bisa terwujud,” pungkasnya.
Santer beredar di Pemko Medan sejumlah nama berpotensi menggantikan Wiriya Alrahman. Di antara Sofyan (Asisten Kesra), Laksamana Putra (Asisten Administrasi Umum), Citra Effendi Capah (Asisten Ekonomi dan Pembangunan), Ferry Ichsan (Kepala Bappeda) Pemko Medan, dan nama lain yang masih di luar Pemko Medan.
(dyk/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Koper Reza Simamora, PMI Tewas di Korsel Tiba di Medan dalam Kondisi Rusak, Sang Ibu Histeris |
|
|---|
| Wali Kota Medan Lantik 76 Pejabat Baru: 6 Bulan akan Dievaluasi |
|
|---|
| Keluarga PMI yang Tewas di Korea Histeris Terima Koper Anaknya Rusak, Sejumlah Barang Hilang |
|
|---|
| Wali Kota Medan Utus Camat Jenguk Korban Begal di Marelan, Instruksikan Pos Kamling Diintensifkan |
|
|---|
| Wali Kota Medan Copot Kadisdik dan Plt Kadishub, 76 Pejabat Baru Dilantik: 6 Bulan akan Dievaluasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sekda-Kota-Medan-Wiriya-Alrahman-segera-pensiun_Eselon-II-Pemko-Medan-masih-kosong_.jpg)