Jangan Abaikan Perubahan Kecil pada Tubuh, Penyakit Jantung Bisa Muncul Tanpa Gejala

penyakit jantung koroner terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang bertugas menyuplai oksigen

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
SPESIALIS JANTUNG- Konsultan Penyakit Dalam dan Spesialis Jantung serta Pembuluh Darah Sunway Medical Centre Penang, Dr. Zubin Othman bin Ibrahim, dalam program Cakap-cakap Kesehatan membahas pentingnya mengenali gejala awal penyakit jantung koroner, faktor risiko, hingga langkah pencegahannya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penyakit jantung koroner tidak selalu diawali dengan nyeri dada hebat. Bahkan, kondisi tersebut dapat berkembang selama 10 hingga 15 tahun tanpa menimbulkan gejala yang disadari penderitanya.

Hal itu disampaikan Konsultan Penyakit Dalam sekaligus Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Sunway Medical Center Penang, Dr Zubin Othman bin Ibrahim, dalam program Cakap-cakap Kesehatan Tribun Medan.

Menurutnya, penyakit jantung koroner terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang bertugas menyuplai oksigen ke otot jantung.

“Masalah salur darah koroner ini boleh tersumbat secara tiba-tiba atau pun secara kronik. Kalau tersumbat tiba-tiba karena darah membeku, itulah yang menyebabkan serangan jantung. Kalau kronik, biasanya muncul sebagai nyeri dada ketika beraktivitas,” ujarnya.

Dr Zubin menjelaskan, banyak masyarakat menganggap sakit jantung dan serangan jantung sebagai kondisi yang sama, padahal keduanya berbeda.

Ia mengatakan, penyakit jantung mencakup berbagai gangguan, mulai dari penyakit jantung koroner, gangguan katup jantung, gangguan irama jantung, hingga otot jantung yang melemah.

Baca juga: Penyebab 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal Saat Latihan Militer, Alami Heat Stroke dan Henti Jantung

“Lebih kurang 50 persen masalah jantung adalah penyakit jantung koroner. Inilah yang paling sering menyebabkan nyeri dada ataupun serangan jantung,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kecil pada kondisi tubuh.

Gejala yang patut diwaspadai antara lain nyeri dada, dada terasa berat seperti tertindih, nyeri yang menjalar ke leher atau lengan, mudah lelah saat beraktivitas, sesak napas, keringat dingin, hingga rasa ingin pingsan.

Menurutnya, keluhan tersebut sering kali disalahartikan sebagai gangguan lambung, stress, atau sekadar faktor usia.

“Kadang-kadang sakit jantung hampir sama dengan gastrik atau refluks. Ada orang diperiksa lambung, padahal sebenarnya masalahnya di jantung,” ujarnya.

Selain keluhan nyeri dada, penurunan kemampuan fisik juga dapat menjadi tanda awal.

Ia mencontohkan seseorang yang biasanya mampu berlari 10 kilometer atau naik tangga tanpa masalah, namun dalam beberapa minggu terakhir menjadi cepat lelah dan sesak.

“Itu perubahan yang harus diperhatikan. Kita harus tahu apa yang normal bagi tubuh kita dan apa yang sudah tidak normal,” katanya.

Dr Zubin menegaskan, penyakit jantung dapat berkembang diam-diam selama bertahun-tahun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 3
Jumat, 26 Juni 2026 | 03:00 WIB
Ecuador
Ekuador
VS
Germany
Jerman
Grup E - Matchday 3
Jumat, 26 Juni 2026 | 03:00 WIB
Curacao
Curacao
VS
Ivory Coast
Pantai Gading
Grup F - Matchday 3
Jumat, 26 Juni 2026 | 06:00 WIB
Japan
Jepang
VS
Sweden
Swedia
Grup F - Matchday 3
Jumat, 26 Juni 2026 | 06:00 WIB
Tunisia
Tunisia
VS
Netherlands
Belanda
Grup D - Matchday 3
Jumat, 26 Juni 2026 | 09:00 WIB
Turkiye
Turki
VS
United States
Amerika Serikat
Grup D - Matchday 3
Jumat, 26 Juni 2026 | 09:00 WIB
Paraguay
Paraguay
VS
Australia
Australia
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved