Pertama di Medan, SLH Gelar Strategic Masterclass CSR Intensive
saat ini perusahaan tidak hanya dituntut mengejar keuntungan, tetapi juga wajib memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sosial Lingkungan Hidup (SLH) menggelar kegiatan Strategic Masterclass: CSR Intensive perdana di Kota Medan, selama dua hari 19-20 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal perusahaan dalam memperluas pendampingan terkait pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta aspek keberlanjutan di Sumatera Utara.
Direktur SLH, Mardi Sahendra, mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiasi langsung dari SLH sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manajemen bisnis terkait aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“Kegiatan ini adalah yang pertama kali di Medan. Kami melihat pertumbuhan ekonomi di Medan cukup besar sehingga kebutuhan perusahaan terhadap kepatuhan regulasi dan aspek keberlanjutan juga semakin meningkat,” ujarnya dalam sambutan kegiatan, Selasa (19/5/2026).
Mardi menjelaskan, SLH yang berkantor pusat di Bekasi, Jawa Barat, selama ini telah mendampingi puluhan perusahaan nasional mau pun internasional dalam berbagai regulasi lingkungan, pengembangan masyarakat, hingga program keberlanjutan perusahaan.
Baca juga: PLN UID Sumut Raih 3 Penghargaan di Nusantara CSR Awards 2026, Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Hijau
Menurutnya, saat ini perusahaan tidak hanya dituntut mengejar keuntungan, tetapi juga wajib memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi pemerintah.
Ia menyebut, Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 yang diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 mewajibkan perusahaan perseroan terbatas untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR.
“Selama ini kami fokus dari hulu hingga hilir dalam mengalokasikan program CSR perusahaan. Jadi bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi bagaimana program tersebut memiliki dampak berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, ia menuturkan perusahaan juga mulai dihadapkan pada berbagai instrumen penilaian dan pelaporan lingkungan, seperti program penilaian kinerja lingkungan perusahaan, laporan kegiatan penanaman modal, hingga pelaporan keberlanjutan.
Menurutnya, mulai 2027 perusahaan, khususnya perusahaan terbuka, akan menghadapi tuntutan pelaporan keberlanjutan yang lebih terintegrasi sesuai regulasi dan standar internasional.
“Perusahaan yang ingin tetap bersaing dalam perdagangan global nantinya harus semakin patuh terhadap berbagai standar keberlanjutan,” ucapnya.
Mardi menambahkan, kegiatan ini juga menjadi proyek percontohan bagi SLH dalam rencana pembukaan kantor representatif di Kota Medan.
“Kami berharap kegiatan ini mendapat respons positif dan bisa terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas, khususnya bagi perusahaan di Medan dan Sumatera Utara,” ujarnya.
Kegiatan Strategic Masterclass CSR Intensive tersebut berlangsung selama dua hari dan diikuti peserta dari berbagai kalangan yang ingin memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan CSR dan keberlanjutan perusahaan.
| SLH Gelar Strategic Masterclass CSR Intensive Perdana di Medan, Dorong Kepatuhan Regulasi Perusahaan |
|
|---|
| Gereja Katedral Medan, Gereja Katolik Pertama di Medan Berdiri Tahun 1879 |
|
|---|
| Gedung Warenhuis, Swalayan Pertama di Medan Selesai Direvitalisasi Pemko Medan, Diresmikan Besok |
|
|---|
| Pertama di Medan, Bank OCBC Hadirkan Konsep Premium Guest House |
|
|---|
| Hadirkan Produk Kecantikan Berbahan Alami, Sensatia Botanicals Buka Gerai Pertama di Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Peserta-mengikuti-kegiatan-Strategic-Masterclass-CSR-Intensive-yang-digelar-Sosial-Lingkungan.jpg)