Konsumsi Protein dan Istirahat Cukup, Donor Darah saat Berpuasa Tetap Aman

Ia menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan tinggi protein seperti telur saat sahur agar stamina tetap terjaga lebih lama

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
DONOR SELAMA RAMADAN- Warga mendonorkan darah di Unit Pengelola Darah (UPD) RSUP Haji Adam Malik Medan. Donor darah tetap aman dilakukan saat bulan Ramadan selama pendonor dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Donor darah di Bulan Ramadan kerap menjadi kekhawatiran bagi sebagian masyarakat karena takut lemas atau mengganggu ibadah puasa.

Namun, Unit Pengelola Darah (UPD) RSUP Haji Adam Malik Medan memastikan bahwa donor darah tetap aman dilakukan selama kondisi tubuh sehat dan memenuhi syarat.

Kepala UPD RSUP Haji Adam Malik, dr Anitawati M Ked (ClinPath), Sp PK(K), mengatakan, donor darah saat berpuasa tidak menjadi masalah jika pendonor menjaga asupan gizi dan cairan dengan baik.

“Donor darah di Bulan Puasa itu aman. Yang penting saat sahur makan makanan bergizi dan minum cukup supaya keseimbangan cairan terjaga. Donor juga bisa dilakukan sekitar dua jam setelah sahur,” ujarnya.

Ia menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan tinggi protein seperti telur saat sahur agar stamina tetap terjaga lebih lama dibandingkan hanya mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana.

Baca juga: Peringati Bulan K3 Nasional, PLN UID Sumatera Utara Gelar Donor Darah dan Mini Medical Check Up

Selain itu, pendonor juga dianjurkan beristirahat cukup setelah donor dan memperbanyak minum serta mengonsumsi makanan bergizi saat berbuka puasa untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar.

Menurutnya, manfaat donor darah tidak berubah baik saat puasa mau pun di luar bulan Ramadan.

Selain membantu sesama, donor darah juga dapat menjadi sarana pemeriksaan kesehatan gratis, menjaga tekanan darah tetap stabil hingga menurunkan risiko penyakit jantung.

“Anggapan donor darah membuat lemas itu hanya mitos. Darah yang diambil hanya sekitar 350 cc dan akan tergantikan. Dalam 1x24 jam, sumsum tulang sudah membentuk sel darah merah baru,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui, jumlah pendonor biasanya menurun selama Ramadan. Padahal kebutuhan darah di RSUP Haji Adam Malik masih cukup tinggi.

Dari total kebutuhan sekitar 5.500 kantong darah, pemenuhan stok rata-rata baru mencapai 85 hingga 89 persen setiap tahunnya.

“Kebutuhan pasien semakin meningkat. Dulu saat kebutuhan masih 2.000 hingga 3.000 kantong bisa terpenuhi, sekarang sudah tidak mampu lagi sepenuhnya,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat Kota Medan untuk tidak ragu donor darah di Bulan Ramadan dan melakukannya secara rutin jika kondisi kesehatan memungkinkan.

“Kalau tubuh sehat dan lolos seleksi donor, silakan donor. Donor darah itu aman saat puasa dan sangat bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved