Musisi asal Simalungun Rilis Singel Jiwa yang Mati

Aransemen yang digarap secara matang membuat Jiwa yang Mati hadir sebagai lagu yang menyentuh hati dan sarat emosi.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
IST
Hanna Haloho, Musisi Asal Simalungun 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hanna Haloho terus menunjukkan eksistensinya di industri musik Tanah Air. Penyanyi berdarah Simalungun ini resmi merilis singel terbarunya berjudul Jiwa yang Mati.

Dalam karya tersebut, Hanna bekerja sama dengan Dolph Chrestano dan Radya Rachmat sebagai produser sekaligus penulis melodi dan lirik.

Aransemen yang digarap secara matang membuat Jiwa yang Mati hadir sebagai lagu yang menyentuh hati dan sarat emosi.

Hanna mengatakan, lagu ini sangat merepresentasikan sisi musikal dan karakter vokalnya. Sepanjang proses penggarapan, ia menikmati setiap tahap karena kedekatan emosionalnya dengan pesan yang dibawakan.

Jiwa yang Mati bercerita tentang perpaduan perasaan sedih, kosong, dan bersalah yang dialami seseorang ketika merasa tidak mampu membalas pengorbanan orang-orang terdekat, baik pasangan mau pun orangtua.

“Emosi yang jujur dan lirik yang mendalam menjadikan lagu ini relevan bagi banyak pendengar yang pernah berada dalam situasi serupa,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Baca juga: Profil Drummer God Bless Yaya Moektio, Dikenang Sebagai Legenda Musisi Indonesia

Hanna Haloho merupakan penyanyi berbakat yang telah menggeluti dunia musik sejak kecil.

Berpengalaman tampil di berbagai acara off-air dan on-air di stasiun TV nasional serta meraih sejumlah prestasi dalam festival vokal solo, ia juga dikenal sebagai pelatih vokal yang menamatkan pendidikan musik di salah satu universitas musik ternama di Indonesia.

Selain aktif berkarya, Hanna juga menjadi guru musik piano dan vokal di Sekolah Musik Cantabile, serta memberikan les privat, menunjukkan konsistensinya dalam membina generasi muda yang ingin mengembangkan kemampuan musik.

Melalui single ini, Hanna berharap para pendengar dapat merasakan setiap pesan yang disampaikan dan menemukan ruang refleksi dalam perjalanan emosional mereka masing-masing.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved