Digagas Happy Salma, FTI Hadirkan 20 Kelompok Teater di Empat Kota Termasuk Medan
Pentas teater alih wahana karya sastra Indonesia di panggung FTI akan dilaksanakan di Auditorium RRI, Medan (1-3 Desember 2025).
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Sebanyak 20 kelompok teater mau pun seniman individu akan tampil di atas panggung Festival Teater Indonesia (FTI) di empat kota, yaitu Medan, Palu, Mataram, dan Jakarta.
Selain pertunjukan di atas panggung, pengunjung festival juga dapat mengikuti berbagai kegiatan, antara lain, bincang karya, diskusi, jelajah panggung, lokakarya, dan Teras FTI yang mewadahi berbagai komunitas setempat.
FTI hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater Tanah Air. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Titi Mangsa dengan Penastri (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia) serta didukung oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI.
“Tahun ini adalah perhelatan pertama Festival Teater Indonesia. Saya sangat bersemangat dan berharap semua berjalan dengan lancar, sesuai dengan apa yang dicita-citakan dan dirancang dari jauh hari oleh teman-temanTitimangsa dan Penastri. Saya berharap kegiatan ini bukan hanya membuka ruang silaturahmi budaya dan kesusastraan, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka diri, beradaptasi dengan satu sama lain dari seluruh Indonesia,” ungkap Happy Salma, Penggagas Festival Teater Indonesia.
Baca juga: Guru Tanpa Papan Tulis, Teater Dermaga Menjadi Sekolah Kedua bagi Anak-Anak Belawan
Ia menjelaskan, setiap wilayah punya kebiasaan yang berbeda-beda. Meski punya latar belakang yang berbeda, usia yang berbeda, bahkan interes yang berbeda, panggung bisa menyatukan. Di Festival Teater Indonesia, pihaknya akan mempererat tali persaudaraan, utamanya dalam ekosistem seni teater Tanah Air.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra mengemukakan Festival Teater Indonesia sejak awal dirancang selaras dengan agenda besar Kementerian Kebudayaan, terutama penguatan ekosistem sastra dan ManajemenTalenta Nasional (MTN) Seni Budaya.
“Pertama, selaras dengan program-program penguatan ekosistem sastra, FTI menjadi ruang penting untuk mendorong alih wahana karya sastra Indonesia ke panggung teater. Praktik silang-media seperti ini terbukti efektif menghidupkan ekosistem sastra. Kedua, FTI juga sejalan dengan tujuan MTN Seni Budaya, yaitu membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru untuk berkiprah di panggung nasional dan internasional. FTI memperkuat jalur perkembangan karier mereka di bidang sastra dan seni pertunjukan,” kata Ahmad Mahendra.
Di Medan, teater yang akan tampil yaitu Bali Eksperimental Teater (Jembrana, Bali), Luna Vidya/Storytelling Academy (Makassar, Sulawesi Selatan), Porman Wilson Manalu (Medan, Sumatera Utara), Stage Corner Community (Tangerang, Banten), dan Teater Kurusetra (Bandar Lampung, Lampung).
Pentas teater alih wahana karya sastra Indonesia di panggung FTI akan dilaksanakan di Auditorium RRI, Medan (1-3 Desember 2025).
“Persiapan panitia setiap kota sudah semakin lengkap dan matang. Masing-masing kota memang punya tantangan yang unik, misalnya terkait gedung pertunjukan yang beragam kondisinya, tapi kami dapat menyiasati setiap masalah dengan baik. Bekerja dengan banyak orang dari banyak kota, dengan kebiasaan dan budaya yang sedikit berbeda, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk belajar dan saling memahami,” ujar Pradetya Novitri, Direktur Festival Teater Indonesia.
Ditambahkannya, perbedaan yang ditemukan di setiap wilayah bukanlah hal yang perlu diseragamkan. Pihaknya malah ingin menggarisbawahi apa yang khas dari wilayah tersebut. Hal yang diseragamkan hanya masalah administratif agar pekerjaan dan komunikasi lebih lancar saja.
| Lima Pertunjukan Digelar di Medan, FTI Wadahi Komunitas Seni Lokal |
|
|---|
| Festival Teater Indonesia Dimulai di Medan, Suguhkan Lima Pertunjukan dan Ragam Program Seni |
|
|---|
| Desy Qobra, Jadikan Teater sebagai Rumah |
|
|---|
| HAPPY Salma Blak-blakan Sindir Suami Sandra Dewi, Geram Harvey Moeis Tertawa Divonis Bui 6,5 Tahun |
|
|---|
| MAXstream Telkomsel Luncurkan Konten Orisinal Film Horor Bernuansa Kearifan Lokal "Primbon" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Teater-di-Medan.jpg)