Berita Internasional

Wanita Tikam Kekasihnya hingga Tewas di Pabrik setelah Pergoki Teleponan dengan Perempuan Lain

Seorang pria tewas setelah ditusuk oleh kekasihnya sendiri di area tempat kerja di sebuah perusahaan yang berlokasi di Jalan Pu Chao .

Tayang:
TRIBUN MEDAN/SANOOK
KEKASIH DIBUNUH - Wanita bunuh kekasihnya setelah pergoki korban diam-diam telepon selingkuhannya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria tewas setelah ditusuk oleh kekasihnya sendiri di area tempat kerja di sebuah perusahaan yang berlokasi di Jalan Pu Chao Saming Phrai, wilayah Samrong Tai, Distrik Phra Pradaeng, Provinsi Samut Prakan, Thailand.

Insiden tersebut diduga dipicu oleh rasa cemburu setelah pelaku mengetahui korban menjalin hubungan dengan perempuan lain.

Dikutip dari Sanook.com, Senin (11/5/2026), laporan mengenai kejadian ini pertama kali diterima oleh aparat Kepolisian Samrong Tai, yang kemudian segera mendatangi lokasi bersama tim penyelidik dan relawan dari Yayasan Poh Teck Tung untuk melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di dekat pos keamanan depan pabrik.

Korban diketahui bernama Mew Min Naing (26), seorang pria asal Myanmar. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami tiga luka tusuk akibat senjata tajam, masing-masing di bagian dada kiri, dada kanan, dan leher. Tubuh korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di lokasi kejadian.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau pengupas buah dengan ujung runcing sepanjang kurang lebih 4 inci yang ditemukan di sekitar lokasi.

Pisau tersebut dalam kondisi berlumuran darah dan diduga kuat digunakan sebagai alat untuk melakukan penusukan.

Pelaku diketahui bernama San San La (29), yang juga merupakan warga negara Myanmar sekaligus kekasih korban.

Berdasarkan keterangan yang diberikan kepada penyidik, pelaku dan korban telah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih satu tahun. Keduanya bekerja di perusahaan yang sama dan tinggal bersama selama menjalin hubungan tersebut.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, hubungan keduanya mengalami keretakan. Pelaku mengungkapkan bahwa korban mulai menunjukkan perubahan sikap, di antaranya sering melakukan percakapan telepon secara diam-diam dengan perempuan lain serta bersikap lebih dingin dan menjauh dibandingkan sebelumnya.

Pada hari kejadian, pelaku mengaku sempat menguping percakapan telepon korban. Dari percakapan tersebut, ia mengetahui bahwa korban tengah berkomunikasi dengan perempuan lain dan bahkan merencanakan pertemuan.

Hal tersebut memicu rasa cemburu dan emosi pelaku.

Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mendatangi korban yang saat itu sedang bekerja. Ia berusaha menanyakan identitas perempuan yang dimaksud, namun korban tidak memberikan jawaban.

Situasi tersebut membuat pelaku semakin marah hingga akhirnya mengambil pisau pengupas buah yang dibawanya dan menusuk korban beberapa kali.

Setelah diserang, korban berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, tidak lama kemudian korban terjatuh dan kehilangan kesadaran. Rekan-rekan kerja yang berada di sekitar lokasi segera berusaha melerai serta memberikan pertolongan.

Korban kemudian dibawa ke area depan pabrik untuk menunggu kedatangan ambulans. Pihak rekan kerja juga segera menghubungi layanan darurat 1669 untuk meminta bantuan medis. Namun, sebelum tim medis tiba di lokasi, korban dinyatakan telah meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Salah satu saksi mata, Supawadee (62), yang merupakan rekan kerja korban, menyatakan bahwa saat kejadian ia sedang berada di tempat kerja. Ia melihat pelaku berjalan menuju korban dan kemudian mendengar suara keributan.

Meski tidak menyaksikan secara langsung aksi penusukan, ia segera meminta bantuan rekan kerja lainnya ketika situasi mulai memanas.

Tidak lama setelah itu, korban terlihat berjalan dalam kondisi terluka sebelum akhirnya terjatuh di dekat meja kerja saksi. Bersama rekan kerja lainnya, saksi kemudian membantu memindahkan korban ke depan pabrik untuk mendapatkan pertolongan.

Pihak kepolisian telah menetapkan San San La sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia dijerat dengan pasal pembunuhan dengan sengaja dan telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Thailand.

(cr31/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved