Berita Internasional

Ikuti Ibu Diam-diam karena Takut Jadi Korban Penipuan, Sang Anak Justru Temukan Bukti Perselingkuhan

Sebuah kasus mengejutkan menjadi sorotan publik setelah seorang anak yang berniat melindungi ibunya justru tanpa sengaja ungkap perselingkuhan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PERSELINGKUHAN. Dikira jadi korban penipuan, seorang anak ikuti ibunya diam-diam bersama pria lain ke hotel, Senin (4/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah kasus mengejutkan menjadi sorotan publik setelah seorang anak laki-laki yang berniat melindungi ibunya justru tanpa sengaja mengungkap perselingkuhan sang ibu.

Peristiwa ini bermula dari kecurigaan anak terhadap perilaku ibunya yang dinilai tidak biasa, hingga berujung pada perceraian setelah hampir 50 tahun pernikahan.

Dikutip dari Sanook.com Senin (4/5/2026), kejadian tersebut berlangsung di Kota Tainan, Taiwan.

Seorang anak yang dikenal berbakti mulai memperhatikan perubahan sikap ibunya yang tampak tertutup dan bertingkah mencurigakan.

Kekhawatiran pun muncul, terlebih ia menduga ibunya bisa saja menjadi target penipuan atau tindak kejahatan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Didorong rasa khawatir, anak tersebut memutuskan untuk mengikuti ibunya secara diam-diam. Kecurigaannya semakin kuat ketika ia melihat sang ibu naik mobil bersama seorang pria yang tidak dikenalnya.

Situasi menjadi semakin menegangkan ketika kendaraan tersebut berhenti di sebuah hotel “short time” atau hotel yang umumnya digunakan untuk kunjungan singkat.

Merasa panik dan takut ibunya berada dalam bahaya, sang anak segera menghubungi pihak kepolisian dan meminta bantuan untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.

Polisi pun merespons laporan tersebut dan mendatangi hotel dimaksud untuk melakukan pengecekan.

Namun, fakta yang terungkap justru jauh dari dugaan awal. Setelah pihak kepolisian memeriksa kamar hotel, diketahui bahwa ibu dari pelapor tidak sedang menjadi korban penipuan atau kejahatan.

Ia justru tengah berada di dalam kamar bersama seorang pria bernama Tuan Wu, yang kemudian diketahui sebagai selingkuhannya.

Pengungkapan tersebut sontak membongkar rahasia yang selama ini tersembunyi.

Sang ayah, yang telah menikah dengan istrinya sejak tahun 1977, akhirnya mengetahui perselingkuhan tersebut.

Merasa dikhianati setelah menjalani kehidupan rumah tangga selama hampir setengah abad, ia memutuskan untuk mengambil langkah hukum.

Sang suami kemudian mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya. Tidak hanya itu, ia juga menggugat Tuan Wu dengan tuntutan ganti rugi atas kerugian moral yang dialaminya akibat hubungan terlarang tersebut.

Dalam proses persidangan, Tuan Wu berupaya membela diri. Ia menyatakan bahwa dirinya dan wanita tersebut hanya mencari tempat yang tenang untuk berbicara, tanpa melakukan tindakan yang melampaui batas.

Selain itu, ia juga mempersoalkan bukti percakapan melalui aplikasi LINE yang diajukan oleh pihak suami, dengan alasan bahwa bukti tersebut diperoleh secara tidak sah.

Meski demikian, pengadilan memiliki pertimbangan berbeda. Hakim menilai bahwa kesaksian anak yang melaporkan kejadian tersebut memiliki kredibilitas tinggi.

Sebagai anggota keluarga, dinilai tidak ada alasan bagi sang anak untuk mengarang cerita yang dapat merugikan ibunya sendiri apabila ia tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Selain itu, pengadilan juga mempertimbangkan fakta bahwa seorang pria dan wanita yang tidak memiliki hubungan pernikahan bersama-sama memasuki hotel “short time” pada malam hari.

Hal tersebut dinilai sebagai indikasi kuat adanya hubungan yang melampaui batas pertemanan biasa.

Seiring dengan terungkapnya fakta di persidangan, pihak wanita akhirnya mengakui perbuatannya. Ia bahkan secara sukarela menyerahkan bukti percakapan yang bersifat pribadi dan intim kepada suaminya sebagai bentuk pengakuan.

Setelah melalui proses hukum, pasangan tersebut resmi bercerai pada bulan Maret lalu. Perceraian ini menutup perjalanan rumah tangga yang telah berlangsung hampir 50 tahun.

Sementara itu, pengadilan juga menjatuhkan putusan terhadap Tuan Wu. Ia diwajibkan membayar ganti rugi atas penderitaan mental yang dialami oleh pihak suami sebesar 400.000 dolar Taiwan atau setara dengan sekitar 401.000 baht.

Kasus ini pun menjadi perhatian luas masyarakat, tidak hanya karena alur kejadiannya yang tak terduga, tetapi juga karena melibatkan hubungan keluarga dan dampak besar yang ditimbulkan dari sebuah perselingkuhan yang akhirnya terungkap secara tidak sengaja.

(cr31/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved