Berita Internasional

Pengantin Pria Ditembak Mati saat Menuju Lokasi Pernikahannya, Sempat Terima Ancaman

Prosesi pernikahan yang seharusnya menjadi momen mengharukan berubah menjadi adegan mengerikan.

Tayang:
SANOOK.COM
PENGANTIN DITEMBAK - Ilustrasi pernikahan. Seorang mempelai pria di Uttar Pradesh, Azad Bind dalam perjalanan menuju pesta pernikahannya ketika ditembak mati oleh kerabat mempelai wanita yang tidak menyukainya. Keluarga korban mengakui beberapa hari sebelum kejadian, Azad mendapat ancaman yang telah ia abaikan 

TRIBUN-MEDAN.com - Prosesi pernikahan yang seharusnya menjadi momen mengharukan berubah menjadi adegan mengerikan.

Hal ini lantaran pengantin pria ditembak mati dalam perjalanan menuju upacara pernikahannya.

Dilansir dari India Today, Senin (4/5/2026) tragedi mengerikan ini diketahui terjadi di Jaunpur, Uttar Pradesh, India.

Menurut laporan media, pengantin pria tersebut telah mendapat ancaman dua hari sebelum kejadian.

Tak hanya korban saja, anggota keluarganya juga mengatakan mereka telah diperingatkan tentang kemungkinan serangan.

“Kami mendengar dua hari yang lalu bahwa mungkin akan terjadi kekerasan. Kami bahkan berpikir untuk memberi tahu polisi,” kata seorang kerabat.

Namun mereka mengabaikan kekhawatiran dan ancaman tersebut.

Serangan itu terjadi di Jalan Raya Nasional 135-A pada Jumat malam, sekitar lima kilometer dari rumah mempelai pria.

Pengantin pria yang diidentifikasi sebagai, Azad Bind sedang bepergian dengan mobil yang dihiasi bunga.

Lalu tiba-tiba penyerang yang mengendarai sepeda motor mencegat kendaraannya.

“Dua atau tiga orang datang dengan sepeda motor. Wajah mereka tertutup, bahkan plat nomor pun disembunyikan dengan kain," ucap salah satu saksi mata yang berada di dalam mobil.

"Mereka melepaskan tembakan dan kemudian melarikan diri.”

Menurut saksi, setidaknya tiga tembakan dilepaskan secara beruntun.

Beberapa saat setelah tertabrak, Azad masih sadar.

Seorang anggota keluarga mengingat kata-kata terakhirnya

“Dia berkata, 'Aku tidak akan bisa menyelamatkan diriku sendiri.'”

Kepanikan mencekam mobil itu.

Alih-alih mengejar para penyerang, orang-orang di dalam mobil segera membawa Azad ke rumah sakit terdekat.

Ia awalnya dibawa ke fasilitas kesehatan setempat dan kemudian dirujuk ke rumah sakit distrik.

Namun dokter menyatakan bahwa ia meninggal dunia akibat luka tembakan yang dideritanya.

Polisi meyakini serangan itu telah direncanakan sebelumnya.

Para penyidik mengatakan tersangka melacak pergerakan iring-iringan pengantin dan terus berkomunikasi untuk mendapatkan lokasinya.

Polisi mengatakan pembunuhan itu terkait dengan penentangan terhadap pernikahan tersebut di dalam keluarga besar mempelai wanita.

Salah satu kerabat mempelai wanita tidak menyukai ide pernikahan kedua mempelai.

Saat diinterogasi, mempelai wanita membenarkan bahwa beberapa kerabatnya menentang pernikahan tersebut.

Bahkan kerabatnya telah mengeluarkan ancaman beberapa hari sebelum kejadian.

Namun mempelai wanita juga mengabaikan ancaman tersebut.

Ia tidak menyangka bahwa kerabatnya benar-benar tidak menyukai ide pernikahannya dengan korban.

Anggota keluarga korban mengakui adanya perselisihan lama yang melibatkan beberapa terdakwa dengan kerabat mereka.

Bahkan telah terjadi bentrokan kekerasan dan ancaman sebelumnya selama beberapa tahun terakhir.

Kedua mempelai tidak mengetahui perselisihan yang ada di tengah-tengah keluarga mereka.

Sehingga keduanya tidak waspada dan mengabaikan segala ancaman dan penolakan terkait pernikahan mereka.

Pembunuhan itu telah menghancurkan hati kedua keluarga.

Apa yang seharusnya menjadi malam perayaan berakhir dengan dukacita.

“Kami sedang dalam perjalanan ke sebuah pesta pernikahan. Tiba-tiba, terdengar suara tembakan. Kami bahkan tidak mengerti apa yang sedang terjadi,” kata seorang kerabat.

Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan lokal, terutama setelah ancaman sebelumnya telah muncul.

(cr19/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved