Berita Internasional

Jumlah Tamu Tak Sesuai dengan Permintaannya, Pengantin Pria Lempar Kursi dan Batalkan Pernikahan

Seorang pria dan saudaranya dilaporkan ke polisi setelah membuat kekacauan di pesta pernikahan.

SANOOK.COM
PERNIKAHAN DIBATALKAN - Ilustrasi pernikahan. Calon pengantin pria di India, Rahul buat kekacauan di pesta pernikahannya sendiri. Ia kesal permintaannya terkait jumlah tamu undangan ditolak keluarga calon pengantin wanita 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria dan saudaranya dilaporkan ke polisi setelah membuat kekacauan di pesta pernikahan.

Pria tersebut diketahui sebagai calon pengantin pria, dan saudaranya merupakan kerabat dekat yang menjadi iring-iringannya.

Mereka membuat kekacauan dengan melempar kursi yang tersedia di lokasi kejadian dan membatalkan pernikahan.

Dilansir dari The Times of India, Selasa (28/4/2026) kekacauan tersebut diketahui dilakukan mempelai pria karena permintaannya tak dipenuhi keluarga mempelai wanita.

Menurut laporan, pria yang diidentifikasi sebagai Rahul sudah berpacaran dengan mempelai wanita selama 2 tahun.

Keduanya pun sepakat untuk menikah dan mendapat restu dari kedua belah pihak keluarga.

Keluarga mempelai segera menyusun rencana pesta pernikahan untuk keduanya.

Keluarga calon pengantin wanita mengatakan beberapa hari sebelum pernikahan, Rahul berkunjung ke rumah mereka.

Pria itu meminta mereka untuk memindahkan lokasi pernikahan, yang sebelumnya di Ludhiana dipindahkan ke Patiala.

Selain itu, Rahul juga meminta jumlah tamu mencapai ratusan orang, karena ia ingin membuat pesta pernikahan yang mewah.

Keluarga calon pengantin wanita menyatakan tidak mampu memenuhi semua permintaan tersebut.

Mereka hanya mampu memindahkan lokasi pernikahan, tetapi tidak mampu jika mengundang tamu sebanyak ratusan orang.

Rahul marah dan mengancam akan membatalkan pernikahan.

"Kami keberatan dengan permintaan tersebut karena biaya yang dikeluarkan cukup besar," ujar ayah mempelai wanita 

"Namun karena ancaman tersebut, kami berusaha memenuhi permintaan Rahul."

"Kami berusaha membujuk mereka, tetapi Rahul mengatakan tidak ingin melanjutkan pernikahan."

"Kami mengatakan sudah menyediakan sesuai dengan kesepakatan di awal, tetapi mereka mengatakan tidak ingin melakukan upacara pernikahan."

Setelah memindahkan lokasi pernikahan, Rahul akhirnya menyetujui untuk melanjutkan upacara pernikahan.

Namun pada hari pesta pernikahan, pria itu mengamuk setelah melihat jumlah kursi yang tersedia.

Pengantin wanita dan keluarganya diam-diam tidak menambah jumlah tamu undangan, namun mereka tetap memindahkan lokasi upacara demi melanjutkan pernikahan.

Rahul dan saudaranya murka dan melempar kursi yang tersedia di lokasi.

"Dia mengejek keluarga kami, mengatakan kami tidak mampu dan penipu," ungkap pengantin wanita.

Beberapa warga yang hadir di lokasi kejadian segera menghubungi polisi dan mengamankan situasi.

Rahul dan iring-iringannya menolak untuk melanjutkan pesta pernikahan.

Mereka bersikeras membatalkan pernikahan dan kembali pulang tanpa membawa pengantin wanita.

Akhirnya keluarga calon pengantin wanita sepakat untuk melaporkan Rahul dan saudaranya ke polisi.

Mereka merasa dirugikan secara materi dan dipermalukan karena undangan pernikahan sudah disebar.

(cr19/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved