Berita Internasional

Istri Pilih Bercerai setelah 10 Tahun Menikah, Tak Tahan Suami Temperamen dan Selingkuh 8 Kali

Rumah tangga yang telah dibangun selama 10 tahun harus berada di ambang kehancuran setelah sang suami berulang kali melakukan perselingkuhan.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
SUAMI SELINGKUH: Ilustrasi selingkuh. Wanita gugat cerai suaminya setelah ketahuan selingkuh berkali-kali, kini keduanya rujuk kembali. 

TRIBUN-MEDAN.com - Rumah tangga yang telah dibangun selama 10 tahun harus berada di ambang kehancuran setelah sang suami berulang kali melakukan perselingkuhan.

Bukan hanya sekali, pria tersebut disebut telah delapan kali ketahuan bersikap tidak setia, bahkan hingga menggunakan jasa wanita bayaran.

Kondisi itu membuat sang istri akhirnya memutuskan untuk menggugat cerai.

Kisah tersebut diungkapkan langsung oleh wanita itu melalui media sosial.

Dikutip dari Mstar.com, Sabtu (14/3/2026), dalam pengakuannya, ia menyebut telah menikah selama satu dekade dan dikaruniai tiga orang anak.

Namun selama menjalani pernikahan, ia mengaku lebih banyak memendam rasa kecewa dan sakit hati.

Ia mengungkapkan bahwa suaminya tidak hanya berselingkuh, tetapi juga memiliki temperamen yang buruk. Selain kerap bersikap kasar secara verbal dengan memaki, suaminya juga disebut pernah melakukan kekerasan fisik.

“Aku banyak makan hati dengan sikap suamiku. Dia pernah selingkuh sampai delapan kali. Dia ringan tangan, suka memaki aku, bahkan sampai menggunakan jasa wanita panggilan. Tapi aku selalu memaafkannya karena terlalu sayang,” tulisnya dalam curahan hati tersebut.

Tak hanya itu, ia juga menyebut campur tangan keluarga, khususnya ibu mertua, turut memengaruhi kondisi rumah tangganya.

Menurutnya, setiap ada persoalan, sang ibu mertua kerap ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka.

“Dia juga anak mama, setiap ada masalah ibunya suka ikut campur. Lama-lama aku mulai kehilangan rasa untuk meneruskan pernikahan ini. Sikapnya yang membuat aku jadi seperti ini,” ungkapnya.

Setelah sekian lama bertahan, wanita itu akhirnya merasa tidak sanggup lagi melanjutkan pernikahan. Ia dan suaminya sepakat untuk berpisah. Dalam masa tersebut, ia bertekad untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik.

Saat menjalani masa idah, ia berkenalan dengan seorang pria yang dinilainya baik dan perhatian.

Pria tersebut disebut menjadi tempatnya berbagi cerita dan memberikan dukungan moral di tengah kondisi emosionalnya yang belum stabil.

Namun hubungan yang awalnya terasa menenangkan itu tidak berlangsung lama. Ia mulai merasakan perubahan sikap dari pria tersebut yang perlahan menjauh.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved