PSMS Gagal Promosi, Pemain Disebut Inkonsisten Sejak Awal

Kegagalan PSMS Medan dalam bersaing memperebutkan tiket promosi ke Super League musim 2025/2026 menuai sorotan dari berbagai kalangan.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PSMS MEDAN GAGAL - Foto skuat PSMS Medan kontra Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/4/2026). PSMS Medan dipastikan gagal promosi ke Super League musim depan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kegagalan PSMS Medan dalam bersaing memperebutkan tiket promosi ke Super League musim 2025/2026 menuai sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari mantan Sekretaris PSMS Medan, Julius Raja, yang menyayangkan hasil yang kembali diraih tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Julius menilai musim ini memang tidak mudah. Ia menyoroti adanya masa transisi manajemen dari kepemimpinan Edy Rahmayadi ke manajemen baru di bawah Fendi Jonathan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi performa tim.

Menurut Julius, kondisi finansial PSMS saat ini jauh lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut persoalan klasik seperti keterlambatan gaji sudah tidak lagi menjadi kendala, bahkan fasilitas dan bonus untuk pemain dinilai cukup memadai. “Sekarang finansial sudah beres, bonus besar, fasilitas lengkap. Dulu setiap tanggal 31 sudah was-was soal gaji, sekarang tidak lagi. Tinggal bagaimana pemain bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah diberikan,” katanya, Senin (6/4).

Ia pun menyoroti performa pemain yang dinilai belum maksimal, terutama dalam beberapa pertandingan terakhir. Catatan dua kekalahan dan dua hasil imbang dalam empat laga terakhir disebut menjadi bukti bahwa tim membutuhkan evaluasi menyeluruh. Selain itu, Julius mengungkapkan salah satu kelemahan utama PSMS musim ini terletak pada absennya sosok “jenderal” di lini tengah yang mampu mengatur ritme permainan.

“PSMS tidak punya gelandang yang benar-benar bisa mengatur tempo. Padahal itu kunci. Dulu kita punya pemain seperti Aidun, Legimin Rahardjo, Affan Lubis, Edwin Daud, sampai Bambang Usmanto. Sekarang peran itu belum terlihat,” jelasnya.

Ia juga menilai kehilangan poin di awal kompetisi menjadi kerugian besar yang berdampak hingga akhir musim. Menurutnya, inkonsistensi sejak awal membuat PSMS sulit mengejar ketertinggalan dari tim-tim papan atas.

Baca juga: SELAMAT Tinggal Super League, PSMS Medan Bertahan Lagi di Championship, Eko Targetkan 5 Besar

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di PSMS dalam berbagai jabatan, Julius mengaku memahami betul kondisi internal tim. Ia bahkan melihat sejak awal bahwa persaingan menuju promosi memang akan mengerucut pada beberapa tim tertentu. “Kalau melihat komposisi, memang sudah terlihat tim seperti Garudayaksa dan Adhyaksa yang akan promosi,” katanya.

Meski demikian, Julius tetap optimistis menatap musim depan. Ia menilai manajemen PSMS saat ini sudah berada di jalur yang tepat, terutama dari sisi finansial dan pengelolaan tim. “Manajemen sekarang sudah sehat. Tinggal bagaimana mereka mempersiapkan tim lebih matang. Jangan lagi persiapan hanya satu bulan, ke depan harus minimal tiga bulan,” ungkapnya.

Ia juga menyarankan agar manajemen mempertahankan pemain yang sudah menunjukkan performa baik, serta memulangkan beberapa pemain lama yang dinilai masih layak memperkuat tim. “Beberapa pemain yang sekarang sudah bagus, itu dipertahankan. Lalu pemain lama yang berkualitas bisa dipanggil kembali, seperti Ikhsan Chan,” tambahnya.

Selain itu, King menekankan pentingnya peran manajemen dalam membangun komunikasi yang kuat serta menjalin hubungan strategis dengan berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola nasional. Menurutnya, upaya pendekatan dan lobi yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tim menjalani kompetisi, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. “Manajemen juga harus pintar melakukan pendekatan ke PSSI dan operator liga. Itu penting untuk keberlangsungan tim ke depan,” ujarnya.

Di tengah kegagalan musim ini, Julius berharap PSMS Medan bisa bangkit dengan persiapan yang lebih matang, sehingga kembali menjadi kekuatan utama dan mampu mewujudkan target promosi di musim berikutnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved