KONI Sumut Lanjutkan Program Pembinaan Intensif di Tahun 2026
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut kembali melanjutkan Program Pembinaan Intensif (PPI) bagi para atlet daerah.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut kembali melanjutkan Program Pembinaan Intensif (PPI) bagi para atlet daerah pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis KONI Sumut dalam mempersiapkan atlet menuju berbagai kejuaraan nasional, termasuk agenda jangka panjang menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Ketua Umum KONI Sumut, Hatunggal Siregar, mengatakan program pembinaan intensif tersebut akan dimulai setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada 1 April 2026, dan berlangsung secara bertahap hingga akhir tahun.
Menurutnya, pelaksanaan PPI akan dibagi dalam beberapa tahap dengan melibatkan sejumlah cabang olahraga secara bertahap agar pembinaan dapat berjalan lebih fokus dan maksimal. “Untuk tahapan persiapan penyelenggaraan tersebut, kami juga akan melaksanakan program pembinaan intensif. Program ini akan dimulai sejak 1 April nanti setelah Lebaran,” ujar Hatunggal, Senin (16/3).
Pada tahap pertama yang berlangsung April hingga Desember 2026, sebanyak 14 cabang olahraga akan mengikuti program pembinaan intensif. Cabang olahraga tersebut meliputi atletik, gulat, panjat tebing, tenis meja, judo, panahan, tinju, ski air, kick boxing, taekwondo, menembak, wushu, pencak silat, dan karate.
Selanjutnya, pada tahap kedua yang berlangsung Juli hingga Desember 2026, KONI Sumut menambah 12 cabang olahraga lainnya ke dalam program pembinaan intensif. Cabang olahraga tersebut yakni senam, angkat besi, berkuda (equestrian), skateboard, shorinji kempo, muay thai, billiard, dance sport, tarung derajat, angkat berat, bowling, dan petanque.
Sementara itu, pada tahap ketiga yang dijadwalkan berlangsung Oktober hingga Desember 2026, kembali ditambahkan 15 cabang olahraga dalam program yang sama. Cabang olahraga tersebut terdiri dari sepak bola, futsal, bola voli, cricket, hockey, gateball, esport, sepak takraw, bulutangkis, barongsai, catur, dayung, baseball/softball, bola tangan, dan bola basket.
Hatunggal menjelaskan, program pembinaan intensif ini bertujuan untuk memastikan para atlet potensial Sumatera Utara mendapatkan latihan yang terarah, terprogram, serta berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan prestasi di tingkat nasional.
“Kita harapkan program ini terus berlanjut karena atlet-atlet yang mengikuti program ini memang merupakan atlet yang kita bina secara intensif,” katanya.
Baca juga: Libur Lebaran, Tim EPA PSMS Medan U-19 Dijadwalkan Kembali 23 Maret
Lebih lanjut, Hatunggal juga mengungkapkan bahwa program pembinaan ini direncanakan akan dilanjutkan pada Januari 2027, mengingat pada tahun tersebut persiapan menuju PON sudah semakin dekat. Bahkan, beberapa cabang olahraga nantinya akan memasuki tahap training camp (TC) penuh sebagai bagian dari pemusatan latihan yang lebih intensif bagi atlet-atlet unggulan Sumatera Utara.
“Di tahun 2027 kita sudah mulai mendekati PON, sehingga ada cabang olahraga yang nantinya akan kita siapkan melalui TC penuh. Rencana itu akan kita bahas kembali dalam rapat-rapat perencanaan berikutnya,” jelasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)
| 110 Pebiliar Ikuti Turnamen 76 Harimau Sumatera Cup II |
|
|---|
| Rapat Kerja KONI Sumut, 11 Cabang Olahraga Baru Dikukuhkan Jadi Anggota |
|
|---|
| Raker KONI Sumut 2025 Rampung, PPI dan Porprovsu Jadi Fokus Utama |
|
|---|
| KONI Sumut Data Atlet untuk Persiapan PON Beladiri 2025 |
|
|---|
| Hatunggal Siregar Resmi Terpilih Jadi Ketum KONI Sumut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketum-KONI-Sumut-Hatunggal-Siregar-ketika-diwawancarai.jpg)