Pelatih PSMS Eko Purdjianto Minta Reky Rahayu Jaga Konsistensi
Penjaga gawang PSMS Medan, Reky Rahayu tampil menonjol sepanjang putaran kedua Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penjaga gawang PSMS Medan, Reky Rahayu tampil menonjol sepanjang putaran kedua Pegadaian Championship musim 2025/2026. Berkat performa konsistennya di bawah mistar, Reky untuk sementara memimpin daftar top save atau kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di kasta kedua Liga Indonesia tersebut.
Hingga berakhirnya putaran kedua, Reky telah tampil dalam 17 dari 18 pertandingan yang dijalani PSMS Medan. Kepercayaan penuh dari Pelatih Kiper Hendro Kartiko terbukti tidak sia-sia, karena Reky menunjukkan penampilan stabil dan minim kesalahan di setiap laga yang dijalani Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan.
Secara statistik, kontribusi Reky terbilang impresif. Ia telah mencatatkan 55 penyelamatan krusial, yang kerap menyelamatkan PSMS dari kebobolan dalam situasi genting. Tidak hanya piawai dalam refleks dan positioning, Reky juga terlibat aktif dalam membangun serangan dari belakang.
Tercatat, ia telah melepaskan 258 umpan sukses dari total 379 percobaan, serta mencatatkan satu assist sepanjang musim berjalan. Dari sisi defensif, Reky juga membantu lini belakang dengan mencatatkan satu tekel sukses, tiga intersepsi, dan empat sapuan bola berbahaya.
Selain itu, Reky menunjukkan kedisiplinan tinggi di lapangan. Hingga saat ini, ia belum pernah menerima kartu kuning maupun melakukan pelanggaran yang merugikan tim.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto menegaskan bahwa performa gemilang Reky tidak bisa dilepaskan dari kerja kolektif tim. Menurutnya, keberhasilan seorang kiper tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga oleh soliditas lini pertahanan, komunikasi antar pemain, serta keseimbangan permainan secara keseluruhan. “Sejauh ini, bukan hanya Rahayu saja yang bekerja. Ini adalah hasil kerja tim. Kami kuat karena saling melengkapi. Sepak bola itu permainan tim, bukan individu,” ujar Eko.
Eko menilai bahwa keberhasilan Reky menjadi top save sementara juga sangat dipengaruhi oleh koordinasi yang baik antara kiper dengan bek tengah, fullback, serta gelandang bertahan. Ia menekankan bahwa organisasi pertahanan yang rapi membuat Reky bisa bekerja lebih efektif, meskipun tetap membutuhkan kualitas individu untuk melakukan penyelamatan-penyelamatan penting. “Kalau Reky bisa jadi yang terbaik dalam penyelamatan, itu juga karena dukungan pemain lain. Tapi kualitasnya memang luar biasa, makanya dia sering jadi pilihan utama,” tambah Eko.
Baca juga: Sediakan Ambulans Gratis untuk Masyarakat, Aiptu Ihsan Diberi Reward oleh Kapolres Labuhanbatu
Lebih lanjut, Eko mengingatkan seluruh pemain agar tetap waspada menghadapi persaingan yang semakin ketat di putaran berikutnya. Ia menilai bahwa posisi di klasemen masih sangat dinamis dan bisa berubah kapan saja jika tim kehilangan fokus.
Menurutnya, setiap tim di grup masih memiliki peluang yang sama untuk bersaing masuk lima besar, sehingga konsistensi, kerja keras, dan kedisiplinan harus terus dijaga hingga akhir musim.
“Persaingan makin sengit dan peluang masih terbuka untuk semua tim di grup. Intinya, jangan lengah dan terus bekerja keras,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)
| Finishing dan Set Piece Masih Lemah, PSMS Medan U-19 Terpuruk di Dasar Klasemen |
|
|---|
| Gol Perdana Clayton Da Silva Jadi Sinyal Positif, Pelatih Sebut Ada Progres di Lini Depan PSMS Medan |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Terpuruk di Dasar Klasemen, Kas Hartadi Soroti Finishing dan Set Piece |
|
|---|
| Nasib PSMS Medan Gagal Promosi ke Super League, Tanggapan Pelatih Ayam Kinantan |
|
|---|
| Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain, PSMS Medan Tahan Imbang Persikad 2-2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penjaga-gawang-PSMS-Medan-Reky-Rahayu-ketika-tampil-menghadapi-FC-Bekasi-City_1.jpg)