Modus Isi Saldo e-Money, Penjaga Kios Ponsel Gagalkan Percobaan Peredaran Uang Palsu

Viral percobaan peredaran uang palsu terjadi di kawasan Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

TRIBUN MEDAN
PEREDARAN UANG PALSU – Seorang pekerja toko ponsel di Jalan Perhubungan, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, mengembalikan uang palsu kepada oknum yang awalnya hendak mengisi saldo e-money, Rabu (28/1) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Viral percobaan peredaran uang palsu terjadi di kawasan Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Peredaran uang palsu yang terekam kamera pengawas ini, diketahui terjadi di sebuah toko ponsel dan telah tersebar ke sejumlah media sosial di Kota Medan.

Berdasarkan keterangan pemilik toko ponsel ini, Govin Faturahman lokasi kejadian percobaan peredaran uang palsu ini terjadi di tokonya yang berada di seputar Jalan Perhubungan, pada Rabu (28/1) kemarin. Dirinya menjelaskan, saat itu ada seorang pria sekira pukul 20.13 WIB datang ke ponsel yang sedang dijaga oleh karyawannya hendak mengisi saldo uang elektronik (e-money).

"Kemarin bang hari Rabu malam kejadiannya. Awalnya si pelaku ini mau isi saldo Gopay," ujar Govin, Jumat (30/1).

Dijelaskan Govin, pria yang saat itu terekam mengenakan baju berwarna putih itu awalnya hendak mengisi e-money sebesar 200 ribu rupiah. Dalam rekaman CCTV, tampak pria tersebut menyerahkan uang tunai sebesar 203 ribu rupiah dari sakunya ke meja kasir.

Di mana, dari total uang yang diserahkannya berupa dua lembar uang pecahan 100 ribu rupiah, dan satu lebar uang 2000 rupiah, serta uang 1000 rupiah dalam bentuk koin. Tak lama berselang, terlihat pria tersebut lantas meninggalkan lokasi diduga telah mengetahui transaksinya sudah diproses oleh kasir.

Baca juga: Polrestabes Medan Tangkap Pelaku Curanmor di Komplek Asia Mega Mas

Namun, saat pegawai ponsel tersebut melihat uang yang telah dipegangnya langsung tampak kaget karena diduga melihat ada hal yang janggal. Seprti yang dikatakan Govin, karyawannya mengetahui dua lembar uang pecahan 100 ribu rupiah itu palsu dari tanda-tanda fisiknya.  "Dua lembar itu palsu dua-duanya. Karena karyawan saya lihat ada yang beda dari kertasnya sama tanda yang diujungnya itu," katanya.

Dirinya menjelaskan, beruntung saat itu karyawannya yang sebelumnya telah disampaikan untuk selalu berhati-hati dalam melayani transaksi isi saldo uang elektronik bisa mengantisipasinya. Dimana, saat itu ternyata sang kasir belum mengisi saldo ke nomor yang telah disampaikan oleh pelaku sebelum mengecek keaslian uang.

"Jadi belum sempat diisi bang. Karena memang sudah kita bilang supaya dicek dulu uangnya. Karena kita juga sudah pernah kena tahun lalu, modusnya sama juga isi saldo. Makanya kita selalu wanti-wanti enggak kita isi dulu sebelum uangnya kita terima, dan betul asli uangnya," ucapnya.

Benar saja, tak lama berselang sekira pukul 20.15 WIB terduga pelaku peredaran uang palsu ini kembali lagi ke toko ponsel miliknya. Dimana, saat itu terduga pelaku sempat mempertanyakan kenapa saldonya belum terisi dan langsung dijawab oleh kasir jika uangnya palsu.  "Palsu uangnya ini bang," ucap kasir.

"Iya, palsu uangnya," timpal pria tersebut berlagak kebingungan. 

Tinggalkan Kios

MASIH berdasarkan rekaman CCTV, ia pun langsung mengambil uang yang dikembalikan oleh kasir dan langsung menginggalkan kios ponsel tersebut bersama rekannya yang menunggu di atas sepeda motor. Ketika ditanya apakah ia sudah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian, Govin mengaku karena tak mengalami kerugian ia mengaku tak melaporkan hal tersebut.

"Belum ada saya lapor bang, karena nominalnya cuma segitu. Sudah gitu pun enggak jadi transaksi karena ketahuan sama anggota kita," ungkapnya.

Ia mengaku, awalnya tidak terlalu mempermasalahkan hal ini dan tak berniat membuat viral jika ada hal lain yang tak berdasar. Namun, dikarenakan uang yang kemarin malam diberikan oleh terduga pelaku keduanya palsu, maka ia menduga jika ini sudah disengaja. (mns/Tribun-Medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved