Breaking News

Parit Tertutup Sampah dan Bangunan, Dinas SDABMBK Normalisasi Drainase di Jalan Abdul Hakim Medan

Keluhan warga soal drainase tersumbat masih terjadi. Parit yang dipenuhi sampah, sedimen, bahkan ada yang tertutup bangunan.

TRIBUN MEDAN
BERSIHKAN PARIT - Sejumlah petugas Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan membersihkan parit di di Jalan Abdul Hakim, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (25/1). Keluhan warga soal drainase tersumbat masih terjadi di sejumlah titik di Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keluhan warga soal drainase tersumbat masih terjadi di sejumlah titik di Kota Medan. Parit yang dipenuhi sampah, sedimen, bahkan ada yang tertutup bangunan membuat aliran air tidak lancar.  Akibatnya, saat hujan deras turun, air kerap meluap hingga menimbulkan genangan di badan jalan dan lingkungan permukiman.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan terus menguatkan komitmen dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, salah satunya melalui program normalisasi drainase untuk mengantisipasi genangan dan potensi banjir.

Kadis SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan mengatakan, pihaknya rutin melakukan kegiatan normalisasi drainase. Disebutnya, timnya melaksanakan normalisasi drainase di Jalan Abdul Hakim, Kecamatan Medan Selayang.  "Pengerjaan normalisasi drainase ini dilakukan dengan panjang mencapai 190 meter, sebagai upaya memastikan aliran air kembali lancar dan fungsi drainase berjalan optimal," katanya, Minggu (25/1). 

Kegiatan normalisasi dilakukan untuk membersihkan sedimen dan sampah yang menghambat aliran air, sehingga drainase dapat kembali berfungsi maksimal.  Terlihat petugas SDABMBK harus masuk ke dalam parit, berjibaku dengan lumpur dan sampah. Dengan alat keruk, sedimen diangkat ke permukaan. 

"Kami ini berharap warga sekitar buang sampah ke tempatnya. Kalau sembarang, nanti pas hujan bakal menumpuk menyumbat parit. Itu sebabnya air genang ke jalan," ujar seorang petugas Dinas SDABMBK. 

Dengan normalisasi tersebut, Pemko Medan berharap risiko banjir dapat diminimalisir, lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, serta aktivitas masyarakat lebih nyaman, khususnya saat intensitas hujan tinggi.

Baca juga: WinTech Dukung Padel Club League Kick Off, Gairahkan Liga Antarklub Padel Medan

Selain fokus pada drainase, Dinas SDABMBK Kota Medan juga menindaklanjuti laporan warga terkait tumpukan sampah yang mengganggu lingkungan. Aduan tersebut datang dari warga di Jalan Bromo, Gang Pukat, Kecamatan Medan Denai. "Kami sudah lapor kemarin, langsung datang orang Dinas angkut pakai truk. Ada aja orang lewat buang sampahnya ke Gang Pukat. Yang kena dampak kami," kata Misna, seorang warga Bromo. 

Menindaklanjuti hal itu, Pemko Medan melalui Dinas SDABMBK melakukan pembersihan di lokasi tersebut sebagai langkah menjaga kebersihan dan mendukung kenyamanan masyarakat sekitar.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi lingkungan perkotaan agar tidak memicu masalah

Jangan Buah Sampah Sembarangan

PADA kesempatan tersebut, Kadis SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke parit atau drainase. Sebab, sampah yang menumpuk akan menyumbat aliran air, mempercepat pendangkalan, hingga menyebabkan air meluap ke jalan dan permukiman.

Bahkan, kebiasaan membuang sampah ke drainase bisa menimbulkan dampak lanjutan seperti genangan saat hujan deras, banjir di lingkungan rumah, kerusakan jalan akibat air mengalir tidak terarah, munculnya penyakit akibat air kotor dan sampah menumpuk. 

"Karena itu, masyarakat diajak untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, serta melaporkan jika menemukan permasalahan infrastruktur seperti drainase tersumbat, parit tertutup bangunan, atau titik rawan genangan di wilayah masing-masing," kata Gibson. (dyk/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved