Laga Penentuan Menuju 5 Besar, PSMS Hadapi FC Bekasi City di Laga Terakhir
PSMS Medan akan menghadapi FC Bekasi City pada pertandingan terakhir putaran kedua kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
MEDAN, TRIBUN - PSMS Medan akan menghadapi FC Bekasi City pada pertandingan terakhir putaran kedua kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Jumat (30/1), dan menjadi laga krusial bagi tim berjuluk Ayam Kinantan dalam upaya menembus lima besar klasemen.
Menjelang pertandingan tersebut, PSMS Medan terus mematangkan persiapan tim. Laga melawan FC Bekasi City dinilai sangat penting karena menjadi kesempatan terakhir bagi Ayam Kinantan untuk mengamankan kemenangan sekaligus menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen, sebelum masuk ke putaran ketiga kasta kedua Liga Indonesia tersebut.
Saat ini, PSMS Medan berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 23 poin hasil dari enam kemenangan, lima kali imbang, dan enam kekalahan. Ayam Kinantan hanya terpaut satu poin dari Persiraja Banda Aceh yang menempati posisi ke lima, sehingga persaingan menuju lima besar masih terbuka lebar.
Agar bisa naik ke posisi lima besar, PSMS Medan wajib meraih poin penuh saat menghadapi FC Bekasi City. Selain itu, PSMS juga berharap Persiraja Banda Aceh gagal meraih kemenangan atau setidaknya bermain imbang saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion H. Dimurthala. Dengan skenario tersebut, PSMS Medan berpeluang naik ke peringkat lima dengan keunggulan agregat atas Persiraja.
Persaingan di papan atas semakin krusial mengingat regulasi sistem triple round robin yang diterapkan pada Pegadaian Championship musim ini. Sistem tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi tim yang finis di lima besar klasemen pada akhir putaran kedua.
Tim yang finis di peringkat 1 hingga 5 berhak mendapatkan jatah lima pertandingan kandang dan empat pertandingan tandang pada putaran ketiga. Sementara itu, tim yang berada di peringkat 6 hingga 10 harus menerima jatah empat pertandingan kandang dan lima pertandingan tandang.
Regulasi ini menetapkan bahwa penentuan jatah pertandingan kandang dan tandang sepenuhnya mengacu pada posisi klasemen setelah putaran kedua berakhir. Artinya, hasil pertandingan pada pekan ke-18 akan sangat menentukan apakah PSMS Medan memiliki keuntungan bermain lebih sering di hadapan pendukung sendiri atau justru harus lebih banyak melakoni laga tandang pada putaran ketiga.
Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, menyebut tim pelatih telah melakukan evaluasi usai pertandingan sebelumnya melawan Garudayaksa FC. Ia memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap tampil, termasuk para pemain asing, kecuali Barata yang dipastikan masih belum bisa diturunkan.
Dengan hal ini, Barata memperpanjang jumlah absennya bersama PSMS Medan pada Pegadaian Championship musim ini. Tercatat, Barat absen sejak pekan ke-14 setelah menghadapi Sriwijaya FC. “Seperti biasa, setelah pertandingan kemarin kami melakukan evaluasi. Semua pemain siap, termasuk pemain asing, hanya Barata yang belum bisa main karena masih menjalani latihan terpisah,” ujar Eko.
Meski tanpa Barata, Eko menegaskan PSMS Medan tetap memiliki banyak opsi pemain untuk mengisi komposisi tim. Ia menyebut sejumlah pemain reguler siap diturunkan dan telah disiapkan melalui latihan taktik. “Kami tetap mengantisipasi. Meski Barata absen, masih ada beberapa pemain lain, termasuk pemain reguler. Kami punya banyak opsi dan itu yang kami latih untuk kebutuhan taktikal,” jelasnya.
Dari sisi kondisi pemain, Eko memastikan seluruh skuad berada dalam keadaan prima berdasarkan laporan tim medis. Ia menyebut tidak ada masalah berarti yang mengganggu kesiapan tim menjelang laga penentuan tersebut. “Semua pemain lainnya dalam kondisi bagus. Laporan dari tim medis sejauh ini aman, tidak ada kendala,” katanya.
Baca juga: Alasan Manajemen PSMS Medan Rekrut Antoni Nugroho, Bisa Diturunkan Hadapi Bekasi City
Relatif Merata
MENGHADAPI persaingan ketat di Pegadaian Championship, Eko menilai kekuatan antar tim relatif merata, termasuk kualitas pemain asing di setiap klub. Namun, ia menegaskan fokus utama PSMS Medan adalah pada performa tim sendiri.
“Menurut saya semua tim kekuatannya merata. Pemain asing mereka juga bagus. Kami sendiri sudah membuktikan bisa melawan dan mendapatkan poin di Aceh. Jadi sekarang fokus kami adalah tim sendiri,” ujarnya.
Eko menegaskan PSMS Medan selalu menargetkan poin penuh di setiap pertandingan, termasuk saat menjamu FC Bekasi City. Ia meminta seluruh pemain tetap fokus dan tidak lengah agar target kemenangan bisa tercapai. “Setiap pertandingan target kami tentu poin penuh. Yang penting jangan lengah dan tetap fokus,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)
| Finishing dan Set Piece Masih Lemah, PSMS Medan U-19 Terpuruk di Dasar Klasemen |
|
|---|
| Gol Perdana Clayton Da Silva Jadi Sinyal Positif, Pelatih Sebut Ada Progres di Lini Depan PSMS Medan |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Terpuruk di Dasar Klasemen, Kas Hartadi Soroti Finishing dan Set Piece |
|
|---|
| Nasib PSMS Medan Gagal Promosi ke Super League, Tanggapan Pelatih Ayam Kinantan |
|
|---|
| Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain, PSMS Medan Tahan Imbang Persikad 2-2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemain-asing-PSMS-Medan-Barata-mengikuti-sesi-latihan-bersama-skuat.jpg)