Wijay Jadi Pelatih Porsiba Bukit Asam FC di Liga 4 Sumatera Selatan

Pelatih asal Sumatra Utara, Wijay, resmi menapaki tantangan baru dalam karier kepelatihannya.

TRIBUN MEDAN/HO
JADI PELATIH - Pelatih asal Sumut Wijay saat menukangi Porsiba Bukit Asam di Liga 4 Sumsel. Wijay resmi menapaki pengalaman baru di Liga 4 Sumsel dengan target lolos ke putaran nasional. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelatih asal Sumatra Utara, Wijay, resmi menapaki tantangan baru dalam karier kepelatihannya. Ia ditunjuk sebagai nahkoda Porsiba Bukit Asam FC, klub yang akan berlaga di kompetisi Liga 4 Sumatra Selatan musim ini.

Kepastian bergabungnya Wijay bersama Porsiba Bukit Asam FC dibenarkan langsung kepada Tribun Medan melalui seluler, Senin (26/1). Penunjukan tersebut menjadi langkah lanjutan Wijay setelah sebelumnya menukangi PS PTPN di kompetisi Liga 3 Sumatra Utara atau yang saat ini dikenal menjadi Liga 4.

Wijay mengungkapkan, keputusannya menerima tawaran melatih di Sumatra Selatan tidak lepas dari rekomendasi sejumlah rekan serta kedekatannya dengan wilayah tersebut. Ia mengaku sudah cukup familiar dengan atmosfer sepak bola Sumatra Selatan karena pernah berkarier sebagai pemain bersama Sriwijaya FC.

 “Ya, saya ke Sumatra Selatan. Kebetulan saya ada beberapa rekan yang rekomendasikan di Sumatera Selatan ini. Kebetulan kan saya pernah bermain di Sumatera Selatan bersama Sriwijaya FC jadi sudah tidak asing lah kalau Sumatera Selatan bagi saya,” ujar Wijay.

Dengan pengalaman tersebut, Wijay optimistis dapat cepat beradaptasi dan membawa Porsiba Bukit Asam FC bersaing di level yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa target yang dibebankan manajemen kepadanya cukup jelas, yakni membawa tim lolos ke putaran nasional. “Saya mudah-mudahan bisa membawa tim ini lolos ke nasional karena targetnya tim ini lolos ke nasional,” katanya.

Baca juga: Eko Purdjianto Ungkap Penyebab PSMS Medan Kalah, Hilang Fokus di Menit Akhir

Wijay juga menyadari bahwa peran sebagai pelatih memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan saat masih aktif sebagai pemain. Menurutnya, adaptasi sebagai pelatih menuntut pendekatan yang lebih luas, tidak hanya fokus pada permainan di lapangan, tetapi juga pada manajemen tim dan pengembangan pemain. “Ya kalau adaptasi saya pasti pernah, pasti sebagai pemain atau pelatih itu berbeda adaptasinya. Nah sekarang ini kan kita sudah memikirkan untuk sama pemain. Kalau kata pada saat bermain kita hanya fokus pada permainan,” jelasnya.

Mengenai target yang diberikan manajemen, Wijay menilai hal tersebut bukan sebagai tekanan, melainkan tantangan yang justru memotivasinya. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi target serupa saat menukangi tim-tim sebelumnya.

“Saya diberikan manajemen target itu ke nasional. Memang mau membawa beberapa tim seperti PTPN sudah saya lalui dan saya ingin mencari pengalaman baru supaya saya juga tertantang dan termotivasi untuk meloloskan tim dengan gebrakan yang berbeda,” ungkap Wijay.

Pelatih yang pernah bermain bersama PSMS Medan tersebut juga menegaskan bahwa tujuan utamanya bersama Porsiba Bukit Asam FC adalah membawa tim melaju sejauh mungkin, bahkan menargetkan gelar juara. Menurutnya, beban target adalah bagian yang tak terpisahkan dari profesi pelatih.

“Tujuan saya ke tim ini terutamanya masuk final, tapi kita mau nomor satu. Kalau masalah beban itu hal biasa, seorang pelatih memiliki beban sedikit yang biasa dan beban target itu biasa, tapi ini menjadi tantangan bukan menjadi beban bagi saya sebagai pelatih,” katanya.

Wijay pun berjanji akan berupaya membawa Porsiba Bukit Asam FC tampil lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Ia berharap pengalamannya selama berkarier di dunia sepak bola bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan tim. “Yang pasti saya akan membawa tim ini lebih baik daripada musim sebelumnya,” ujarnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved