PJSI Sumatera Utara Dorong Penambahan Kuota Atlet Judo PPLP

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara (Sumut) berencana melakukan evaluasi menyeluruh.

TRIBUN MEDAN/HO
EVALUASI MENYELURUH - Tim judo Sumut melakukan latihan di Stadion Unimed baru-baru ini. PJSI Sumut berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan atlet yang telah berjalan sepanjang tahun 2025. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara (Sumut) berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan atlet yang telah berjalan sepanjang tahun 2025. Evaluasi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan judo Sumut pada tahun 2026.

Ketua PJSI Sumut, M Arief Fadhillah, mengatakan bahwa program pemusatan latihan daerah (Pelatda) tetap akan dijalankan, meski di luar program resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pelatda tersebut mencakup atlet lapis dua dan lapis tiga yang dibiayai secara mandiri oleh pengurus. “Seperti biasa, Pelatda tetap berjalan. Di luar Pelatda resmi KONI, kami tetap menjalankan Pelatda lapis dua dan lapis tiga dengan biaya mandiri,” ujar Arief kepada Tribun Medan, Kamis (8/1).

Selain pelaksanaan Pelatda, PJSI Sumut juga menaruh harapan besar terhadap terealisasinya kerja sama dengan Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) pada tahun ini. Menurut Arief, kerja sama tersebut membutuhkan proses perizinan yang cukup panjang hingga hampir satu tahun. “Kami berharap kerja sama dengan pihak Jepang bisa terealisasi tahun ini. Proses perizinannya memang cukup lama, namun ini merupakan hasil kerja sama PJSI Sumut dengan JICA,” jelasnya.

Arief menilai, salah satu aspek penting yang perlu dievaluasi dari tahun sebelumnya adalah minimnya jam terbang atlet dalam kejuaraan. Ia menyebutkan, selama ini dukungan pertandingan masih terbatas pada kejuaraan nasional (Kejurnas), sehingga belum mencukupi kebutuhan atlet olahraga tarung seperti judo.

“Olahraga tarung sangat membutuhkan jam terbang. Jika hanya mengandalkan satu event Kejurnas, tentu tidak cukup. Ini yang harus kita evaluasi, bagaimana memperbanyak pertandingan di tahun ini,” tegasnya.

Selain jam terbang, perhatian terhadap asupan gizi atlet juga menjadi sorotan. Arief menyebutkan, saat ini belum ada lagi bantuan suplemen atau vitamin bagi atlet dan berharap dukungan tersebut dapat kembali diberikan ke depannya.

Dari sisi prestasi, Arief mengungkapkan bahwa dalam tiga event nasional terakhir, Sumatera Utara konsisten berada di peringkat lima besar, bahkan sempat menempati peringkat empat dan tiga. Ia berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan agar Sumut semakin diperhitungkan di tingkat nasional.“Kita berharap Sumut bisa terus naik dan menjadi provinsi yang benar-benar diperhitungkan. Saat ini kita masih berada di peringkat lima besar,” ujarnya.

Baca juga: PSMS Medan vs Adhyaksa FC Tantangan Berat Pelatih Baru Eko Purdjianto

Dalam upaya meningkatkan kualitas kepelatihan, PJSI Sumut juga mulai menerapkan sistem rotasi pelatih antar daerah guna mendorong transfer ilmu dan penyamaan metode latihan. Sejumlah pelatih dari daerah seperti Tebing Tinggi dan Dairi turut dilibatkan untuk mendampingi pelatih utama dalam berbagai ajang. “Hasilnya sudah mulai terlihat. Pada Kejurprov di Sergai kemarin, peningkatan kualitas pelatih daerah cukup signifikan,” kata Arief.

Di sisi lain, PJSI Sumut mengakui masih menghadapi kendala terkait keterbatasan kuota atlet judo di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Saat ini, judo hanya mendapatkan tambahan dua kuota atlet, sementara dua atlet yang ada dipastikan tidak lagi memenuhi syarat usia untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) mendatang.

“Kami hanya mendapatkan tambahan dua kuota, sehingga total menjadi empat. Padahal kami sudah mengajukan permohonan penambahan empat kuota ke Dispora. Harapannya kuota ini bisa ditambah agar pembinaan atlet tetap optimal,” jelasnya.

Arief berharap adanya dukungan dari KONI Sumut serta pihak terkait di pemerintahan, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga, agar pembinaan judo Sumatera Utara dapat berjalan lebih maksimal pada tahun 2026. (cr29/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved