Wali Kota Medan Imbau Warga Tiadakan Pesta Kembang Api di Tahun Baru

Suasana pergantian tahun di Kota Medan tahun ini diharapkan berlangsung lebih sederhana.

TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
TAHUN BARU - Wali Kota Imbau Tak Rayakan Pesta Kembang Api Tahun Baru, Rico Waas: Utamakan Doa Bersama Keluarga 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suasana pergantian tahun di Kota Medan tahun ini diharapkan berlangsung lebih sederhana. Wali Kota Medan, Rico Waas mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta kembang api maupun perayaan yang bersifat berlebihan.

Imbauan itu disampaikan langsung usai menghadiri rapat Paripurna di DPRD Medan, Senin (29/12). “Pemko Medan sudah menyarankan untuk meniadakan pesta kembang api di akhir tahun. Kami sarankan tidak ada kegiatan yang bermewah-mewah ataupun aktivitas berlebihan,” ujar Rico.

Menurutnya, kondisi Kota Medan saat ini masih diliputi keprihatinan akibat bencana yang terjadi di Medan, dan sejumlah wilayah sekitar. Karena itu, momen pergantian tahun diharapkan dimanfaatkan untuk refleksi dan doa bersama. “Utamakan berdoa, berkumpul bersama keluarga, yang sederhana saja. Intinya untuk kondisi Medan, kita masih prihatin dengan situasi bencana yang masih terjadi di Medan dan sekitarnya,” katanya.

Rico mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan akhir tahun sebagai momentum evaluasi diri. Ia berharap, doa-doa yang dipanjatkan dapat menjadi penguat agar pembangunan ke depan berjalan lebih baik dan terhindar dari bencana.

“Harapannya pembangunan ke depan bisa on track, berjalan baik, tidak terjadi bencana dan kendala. Namun bagaimana pun, kita harus restart lagi, terutama jika ada kerusakan drainase dan jalan akibat bencana,” ungkapnya.

Memasuki awal tahun 2026, kata Rico, pihaknya memastikan Pemko Medan akan langsung bergerak cepat menjalankan program penanganan banjir yang lebih komprehensif. Penguatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga menjadi perhatian serius. “Siaga personel 24 jam. Saya sendiri akan keliling di malam Tahun Baru,” katanya.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada para korban bencana. Rico menyebutkan, bantuan dari Kementerian Sosial berupa santunan untuk 20 orang korban akan segera disalurkan kepada keluarga terdampak. “Korban 20 orang dari Kemensos nanti, dinsos kita sudah koordinasi, itu untuk diberikan santunan kepada para korban,” katanya. 

Baca juga: Penanganan Kasus Korupsi Tahun 2025 tak Maksimal: Jumlah Kasus Naik, yang Ditindak Kategori Kecil

Tahun Pemulihan

WALI Kota Medan, Rico Waas mengatakan, dengan langkah-langkah tersebut, Pemko Medan berharap tahun baru menjadi awal pemulihan, bukan hanya infrastruktur, tetapi juga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Informasi sementara, jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh, terbanyak dibandingkan dua provinsi lainnya yang terdampak bencana hidrometeorologi dan ekologi kerusakan alam di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 28 Desember 2025, korban tewas tercatat sebanyak 1.140 orang. Sedangkan 163 orang lainnya belum ditemukan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, jika dirinci, jumlah korban meninggal di Aceh sebanyak 513 jiwa, 31 masih hilang, dan sebanyak 377.853 mengungsi. Kemudian di Sumatra Utara, sebanyak 365 jiwa meninggal dunia, 60 masih dinyatakan hilang, dan 11.384 mengungsi. Selanjutnya di Sumatra Barat sebanyak 262 meninggal, 72 hilang, dan 9.935 mengungsi. (dyk/Tribun-Medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved