Jelang Nataru, Pemko Medan Buka 53 Pasar Murah

Pemko Medan membuka pasar murah yang digelar di halaman Gereja GKPI Jemaat Khusus Sidorame, Jalan Pelita II, Kecamatan Medan Perjuangan.

TRIBUN MEDAN
PASAR MURAH - Pemko Medan membuka pasar murah yang digelar di halaman Gereja GKPI Jemaat Khusus Sidorame, Jalan Pelita II, Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (10/12). Pasar Murah ini menyambut Natal dan Tahun Baru 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemko Medan membuka pasar murah yang digelar di halaman Gereja GKPI Jemaat Khusus Sidorame, Jalan Pelita II, Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (10/12). Pasar Murah ini menyambut Natal dan Tahun Baru 2026. Pembukaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Waas.

Program pasar murah tahun ini digelar besar-besaran. Ada 53 titik yang tersebar di 21 kecamatan, dengan menyediakan 8 jenis bahan pokok yang harganya sudah disubsidi pemerintah.

Kehadiran pasar murah ini menjadi salah satu langkah Pemko Medan untuk membantu warga menghadapi kenaikan harga bahan pangan yang biasanya terjadi menjelang akhir tahun.

Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa menjelang Natal dan Tahun Baru, harga bahan pokok di pasar tradisional maupun supermarket memang cenderung naik. Hal itu juga terlihat saat dirinya meninjau Pasar Pringgan sehari sebelumnya. “Menjelang akhir tahun, beberapa harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Kondisi ini tentu berdampak pada inflasi,” ujar Rico.

Karena itu, lanjutnya, pasar murah digelar agar masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. “Pasar murah ini bentuk komitmen kami untuk membantu warga. Setidaknya dapat meringankan pengeluaran mereka di tengah kenaikan harga,” jelasnya.

Baca juga: AKPI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatra

Pada kesempatan tersebut, Rico memberi instruksi tegas kepada jajaran terkait agar memastikan ketersediaan bahan pokok selama pasar murah berlangsung. Ia tidak ingin ada titik pasar yang kehabisan stok setelah dibuka. “Saya minta stok bahan pokok dipantau terus. Jangan setelah launching tiba-tiba kosong. Pastikan tersedia selama pelaksanaan pasar murah,” tegasnya.

Selain membuka pasar murah, Rico Waas juga menyerahkan secara simbolis bantuan peralatan sebanyak 122 unit dari 16 jenis kepada 60 kelompok usaha bersama dan koperasi binaan Dinas Koperasi UKM Perindag. “Saya berharap bantuan ini benar-benar membantu meningkatkan usaha masyarakat dan kualitas hidup para pelaku UMKM,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kadis Koperasi UKM Perindag, Citra Effendi Capah menjelaskan bahwa pasar murah ini digelar untuk menjaga stabilitas harga, menekan inflasi, dan membantu kelompok ekonomi menengah ke bawah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pasar murah berlangsung 10 hari, mulai 10–20 Desember 2025. “Harapan kami, pasar murah ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu mereka menyambut Natal dan Tahun Baru tanpa terbebani lonjakan harga,” ujar Citra. (dyk/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved