Dampak Cuaca Buruk, Kunjungan Wisata ke Berastagi Menurun
Kondisi cuaca yang masih belum stabil, membuat masyarakat takut untuk berwisata terutama di kawasan dataran tinggi seperti Berastagi.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Kondisi cuaca yang masih belum stabil, membuat masyarakat takut untuk berwisata terutama di kawasan dataran tinggi seperti Berastagi. Sebagaimana diketahui, saat curah hujan cukup tinggi salah satu hal yang ditakutkan sast bepergian ke dataran tinggi ialah potensi terjadinya bencana seperti tanah longsor.
Sepinya kunjungan wisatawan, telihat di beberapa titik kawasan yang biasanya dipenuhi oleh wisatawan saat akhir pekan. Seperti di sejumlah objek wisata, pasar buah Berastagi, dan beberapa titik lainnya juga tampak sepi kunjungan. Dari beberapa unggahan penggiat media sosial, juga diketahui jalur Medan-Berastagi yang biasanya ramai tampak sepi apalagi beberapa hari terakhir Kota Medan dilanda bencana banjir.
Sepinya tingkat kunjungan ke Berastagi, dirasakan oleh sejumlah orang yang menyediakan jasa di Berastagi. Seperti yang diungkapkan oleh joki kuda tunggang di Pasar Buah Berastagi, Risman Ginting mengaku pada akhir pekan kemarin jumlah kunjungan sangat jauh berkurang.
"Sepi kali lah akhir pekan semalam, Sabtu sama Minggu itu sikit kali yang datang. Memang kondisi cuaca gini orang pun takut mau jalan-jalan, apalagi kemaren Medan kan banjir, jadi pasti masih sibuk masyarakat," ujar Risman, Senin (1/12).
Di tempat terpisah, seorang juru parkir di Pasar Buah Dedi Tarigan turut mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda. Dirinya menjelaskan, di setiap akhir pekan biasanya ia bisa mengantongi uang sekitar Rp 200 ribu dalam kurun waktu setengah hari. "Sepi gini, biasa banyak yang parkir ini momen cuaca buruk gini ya sikit yang singgah ke sini," ujar Dedi.
Baca juga: Warga Lorong 14 Glugur Kota Medan Terima Bantuan dari Alhesa Residence Hotel & Apartments
Sebagaimana diketahui, akibat tingginya curah hujan yang meningkat selama sepekan terakhir membuat beberapa wilayah di Sumatera Utara dilanda bencana. Seperti kawasan Tapanuli raya, Kota Medan, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Deli Serdang, hingga Kabupaten Langkat membuat aktivitas masyarakat terkendala dan fokus untuk penanggulangan bencana.
Seperti yang diungkapkan oleh warga Kota Tebing Tinggi Azmi, yang mengaku akibat cuaca buruk ini ia tidak berani untuk bepergian ke luar kota. Terlebih, beberapa hari terakhir sebagian keluarganya ada yang terdampak musibah banjir besar yang melanda kotanya.
"Enggak beranilah mau ke mana-mana dulu, lagian keluarga kemarin banyak yang kena banjir, jadi bantu-bantu juga di sana," ucapnya.
Tak hanya kunjungan ke sejumlah objek wisata, penurunan kunjungan wisatawan ke Berastagi juga berdampak pada menurunnya jumlah tingkat hunian di sejumlah hotel. Sebagaimana diketahui, di Berastagi sendiri cukup banyak fasilitas hotel yang biasanya dipadati oleh wisatawan untuk menginap. Namun, pada akhir pekan kemarin tingkat hunian diprediksi di bawah 50 persen rata-rata di semua jenis hotel. (mns/tribun-medan.com)
| Pascabanjir, Dua Daerah Belum Rampungkan Dokumen R3P dan BNBA |
|
|---|
| Jangkau Wilayah Paling Sulit, Bank Mandiri Taspen Gandeng MAI Gelar Aksi Kemanusaiaan |
|
|---|
| Bencana Banjir di Medan, 22 Sekolah Rusak dan Proses Belajar Lumpuh |
|
|---|
| Distribusi Logistik Dipacu, Helikopter Kargo Dikerahkan: Polri Fokus Selamatkan Korban Bencana |
|
|---|
| Akses Tarutung–Sibolga Mulai Terbuka, Polda Sumut Turun Percepat Pemulihan Pasca-longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wisatawan-berastagi-sepi.jpg)