Sumut Terkini
Pemkab Samosir Perkuat Pencegahan Dini Kekerasan Anak, Libatkan Peran Guru BK dan Satgas
Tingginya kasus perundungan (bullying) dan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian seluruh pihak.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan terhadap anak.
Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Pemkab Samosir menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak yang menyasar guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMP dan SMA serta Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kabupaten Samosir di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperkuat sistem perlindungan anak melalui pendekatan terpadu, meningkatkan komitmen seluruh pemangku kepentingan, membangun mekanisme pencegahan yang efektif, serta mempercepat penanganan setiap persoalan yang dihadapi anak.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Samosir Hotraja Sitanggang menegaskan, pencegahan merupakan langkah paling penting dalam melindungi anak.
Oleh karena itu, seluruh elemen pemerintah, tenaga pendidik, Satgas PPA, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga keluarga harus bergandengan tangan membangun lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak.
"Masa depan Samosir ditentukan oleh kualitas anak-anak kita hari ini. Pencegahan harus menjadi prioritas bersama," ujar Hotraja, Selasa (7/7/2026).
"Guru BK memiliki peran yang sangat penting sebagai sahabat sekaligus pembimbing bagi peserta didik, sehingga setiap persoalan dapat dideteksi dan diselesaikan sejak dini sebelum berkembang menjadi kasus," sambungnya.
Ia menambahkan, tingginya kasus perundungan (bullying) dan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian seluruh pihak.
Menurutnya, guru BK perlu melakukan pendekatan yang lebih humanis, mengenali karakter, kondisi sosial, hingga persoalan yang dihadapi setiap anak.
"Semua pemangku kepentingan harus memahami kondisi anak-anak di lingkungannya. Jangan ada lagi sikap tidak peduli," tuturnya.
"Dengan semangat falsafah Batak Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au, kita harus menjadikan anak sebagai kekayaan paling berharga yang wajib dilindungi dan dipersiapkan menjadi generasi unggul menuju Samosir yang maju, unggul, inklusif, dan berkelanjutan," katanya.
Ia juga menekankan, kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.
Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, penguatan karakter, serta kolaborasi lintas sektor.
KBO Reskrim Polres Samosir Darmono Samosir mengajak guru BK dan Satgas PPA untuk lebih aktif mengenali karakter anak dan mendeteksi persoalan sejak dini agar tidak berkembang menjadi tindak pidana.
"Bangun hubungan yang dekat dengan anak. Jadilah orang tua bagi mereka di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Jika ada persoalan, mari diselesaikan bersama sesuai fungsi masing-masing sebelum masuk ke proses hukum. Kepedulian adalah kunci utama pencegahan," ujarnya.
| MA Batalkan SK Pelepasan Hutan 4.773 Hektare di Asahan, Kuasa Hukum PT CSIL: HGU Tetap Berlaku |
|
|---|
| Disebut Terima Uang Korupsi Rp 600 Juta, Kasatpol Sumut Moettaqien Pilih Kabur |
|
|---|
| Sidang Korupsi Smartboard, Eks Pj Wali Kota Tebingtinggi Moettaqien Hasrimi Terima Rp 600 Juta |
|
|---|
| Mobil Mewah Milik Bupati Kuansing Diamankan di Siantar, Pemko Siantar Sebut tak Ada Kunjungan Daerah |
|
|---|
| Warga Sunggal Digerebek Buka Usaha Rental Alat Isap Sabu, Bayar Rp 5000 Sekali Pakai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dinas-Pemberdayaan-Perempuan-Perlindungan-Anak-Pengendalian-Penduduk.jpg)