Toba Mantap 2029

Pesta Emas SMP Swasta Kartini, Perjalanan 50 Tahun Hadirkan Pendidikan di Dataran Tinggi Habinsaran

Daerah perbukitan di Desa Parsoburan Tengah, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba menjadi lokasi berdirinya SMP Swasta .

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Maurits Pardosi
PESTA EMAS - Bupati Toba Effendi Napitupulu hadir dalam pesta emas SMp Swasta Kartini Parsoburan, Jumat (24/4/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Daerah perbukitan di Desa Parsoburan Tengah, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba menjadi lokasi berdirinya SMP Swasta Kartini sejak tahun 1976. Sekolah yang dipimpin oleh Suster Dominika Sinaga, KSSY ini telah mendidik lebih dari 8000 murid. 

Para murid belajar disertai udara sejuk karena lokasi tersebut berada di dataran tinggi. Kepala sekolah silih berganti memimpin sekolah yang sudah berumur 50 tahun ini. 

Sebagai betuk rasa syukur, Keluarga Besar SMP Swasta Kartini Parsoburan menyelenggarakan berbagai kegiatan menyongsong pesta emas (50 tahun). 

Pertama, panitia telah melaksanakan Olimpiade Matematika dan IPA (MIPA) tingkat SD se-Habornas. Kegiatan ini diikuti 238 peserta dari tiga kecamatan: Habinsaran, Borbor, dan Nassau (Habornas) yang berlangsung pada tanggal 11 April. 

Kedua, Mini Soccer diikuti 13 SD yang ada di Habornas yang dimulai sejak pada 8 April 2026. Ketiga, Senam Kreasi diikuti oleh 18 sekolah di Habornas yang dimulai pada 14 April 2026. 

Dengan segala kerinduan mendidik anak-anak di kawasan pegunungan, Suster Dominika Sinaga, KSSY datang ke Parsoburan membawa sejuta harapan. Ia menjadi kepala sekolah yang pertama sejak tahun 1976 hingga 1979. 

Panggilan Tuhan adalah kesempatan baginya memberikan pengetahuan bagi anak-anak gunung. Ia berharap, pintu pengetahuan terbuka di daerah pegunungan tersebut. 

Hari ini, Jumat (24/4/2026), para alumni berkumpul dan berbagi cerita dengan pelajar yang sedang menimba ilmu di sekolah tua tersebut. 

Gerhat Siagian, alumni tahun 2002 berkisah bagiamana ia didik di SMP Kartini sebelum melanjutkan pendidikan di Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar. 

Ia menyampaikan, dirinya menikmati pendidikan selama berada di SMP, ditempa oleh guru-guru yang memiliki integritas, jujur, dan penuh disiplin. 

"Membangun masa depan harus dimulai dengan nilai kejujuran. Jujur terhadap diri, orang tua, dan Tuhan. Selain itu, tanggung jawab dan disiplin," terang Gerhat Siagian, Jumat (24/4/2026). 

"Bagi saya, disiplin di sekolah ini menjadi modal bagi saya menjalani pendidikan lanjutan hingga membangun karir dalam pekerjaan," sambungnya. 

Selanjutnya, seorang alumnus angkatan 1993, Rufina Pardosi telah menyelesaikan pendidikan di UI dan kini bekerja di bidang kesehatan. 

Ia memberi motivasi kepada para pelajar soal rencana belajar kemana setelah mengetahui cita-citanya. 

"Mempersiapkan diri sejak dini adalah modal utama. Ketika tahu apa yang akan disasar, mesti kita harus tahu lebih awal apa yang dipersiapkan," terangnya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved