Selalu Hadir untuk Warga, Pegadaian Kanwil I Medan Berangkatkan 250 Pemudik Gratis Jelang Lebaran
Selalu Hadir untuk Warga, Pegadaian Kanwil I Medan Berangkatkan 250 Pemudik Gratis Jelang Lebaran
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN — PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) I Medan memberangkatkan 250 peserta mudik gratis Idulfitri 1447 H / 2026, Senin (16/3/2026).
Pelepasan pemudik dilakukan langsung oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil I Medan, Yohanis Wulang, didampingi Deputy Operasional Wawan Tryadi, Camat Medan Maimun Rizki Hari Adam Lubis, Lurah Aur Efrin Hadi Syahputra Hasibuan, serta jajaran deputi bisnis dan kepala departemen.
Yohanis menjelaskan, program mudik gratis ini merupakan bentuk komitmen Pegadaian sebagai perusahaan BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk hadir membantu masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Sebanyak 250 peserta mudik gratis yang kami berangkatkan hari ini merupakan nasabah setia Pegadaian maupun masyarakat umum. Program ini diharapkan dapat membantu mereka pulang kampung dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pada tahun ini terdapat lima titik tujuan mudik, yakni Padangsidimpuan, Rantauprapat, dan Panyabungan di Sumatera Utara, serta Banda Aceh di Provinsi Aceh dan Kota Padang di Sumatera Barat.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Pegadaian menyiapkan tujuh unit bus berkapasitas besar yang telah melalui pemeriksaan kondisi fisik kendaraan.
Program bertema “Mudik Nyaman Bersama” ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian.
Menurut Yohanis, pelaksanaan mudik gratis di bulan Ramadan memiliki makna tersendiri karena membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya transportasi dan keterbatasan moda angkutan saat musim mudik.
Ia berharap para peserta dapat tiba di kampung halaman mendekati Lebaran sehingga bisa berkumpul dengan keluarga dalam kondisi sehat dan tenang.
“Momentum mudik saat ini sering dihadapkan pada keterbatasan transportasi dan tingginya biaya perjalanan. Melalui program ini kami ingin memastikan masyarakat bisa pulang kampung dengan nyaman,” katanya.
Selain armada yang nyaman, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas seperti pendamping perjalanan, uang saku, baju dan topi, serta snack dan makanan berbuka puasa selama perjalanan.
Perjalanan menuju sejumlah daerah diperkirakan memakan waktu hingga delapan jam, bahkan mencapai 18 jam untuk rute terjauh. Karena itu, Pegadaian mengingatkan para pengemudi untuk selalu mengutamakan keselamatan peserta dibandingkan dengan kecepatan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar para pemudik bisa tiba dengan selamat dan merayakan Idulfitri bersama keluarga,” tegasnya.
Sementara itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Medan 1, Faozan Wahyu Praptono, mengatakan rangkaian program Ramadan dan Lebaran Pegadaian tahun ini menitikberatkan pada kehadiran perusahaan melalui pelayanan yang komprehensif, baik secara finansial maupun sosial.
Menurutnya, Pegadaian tidak hanya berfungsi sebagai tempat bertransaksi, tetapi juga menjadi pendamping masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mendesak menjelang Lebaran, termasuk dalam pengelolaan Tunjangan Hari Raya (THR) melalui investasi emas hingga penyaluran bantuan sosial.
Ia menambahkan, untuk menjaga akses layanan di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat mudik, Pegadaian mengandalkan dua pilar utama, yakni digitalisasi dan kehadiran fisik.
Melalui aplikasi Pegadaian yang dikenal dengan nama aplikasi Tring!, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti perpanjangan gadai, pembayaran cicilan, hingga pembukaan tabungan emas tanpa harus datang ke kantor cabang.
Di sisi lain, Pegadaian juga memaksimalkan peran agen yang tersebar di wilayah permukiman serta kesiapan ribuan outlet di seluruh Indonesia untuk melayani sepenuh hati kepada masyarakat sebelum dan sesudah cuti bersama Lebaran.
Faozan juga menyebutkan, Pegadaian menghadirkan rangkaian program bertajuk Festival Ramadan Pegadaian yang meliputi mudik gratis bersama BUMN, promo gadai dan pembiayaan emas berupa cashback dan diskon sewa modal, bazar UMKM, santunan anak yatim, hingga perlombaan keagamaan di sejumlah kantor wilayah.
Di Medan, kegiatan tersebut telah dipusatkan beberapa waktu lalu di salah satu pusat perbelanjaan besar di Kota Medan.
Selain itu, Pegadaian juga menjalankan program pembagian takjil dan makan sahur sebagai bagian dari TJSL perusahaan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Program tersebut menyasar masyarakat umum, pengemudi ojek online, pedagang kecil, serta warga yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa. Dalam pelaksanaannya, Pegadaian turut menggandeng UMKM lokal untuk menyediakan paket makanan sehingga membantu perputaran ekonomi pedagang kecil di sekitar outlet.
Ia berharap berbagai program sosial seperti mudik gratis dan pembagian takjil dapat terus menjadi agenda rutin tahunan dengan kualitas yang semakin meningkat.
“Kami ingin mempererat kedekatan emosional antara Pegadaian dengan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Medan Maimun Rizki Hari Adam Lubis mengapresiasi program mudik gratis yang rutin dilaksanakan Pegadaian Medan.
Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat Kota Medan yang ingin pulang kampung.
“Saya mewakili Pemerintah Kota Medan mengucapkan terima kasih kepada PT Pegadaian yang telah memfasilitasi mudik lebaran gratis bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang peserta mudik, Suhardiman, mengaku sudah beberapa kali mengikuti program mudik gratis Pegadaian.
Menurutnya, fasilitas yang disediakan cukup nyaman dan sangat membantu masyarakat.
“Program ini sangat membantu kami yang ingin mudik. Harapannya ke depan kuota peserta bisa ditambah dan rute tujuan diperbanyak,” katanya.
Peserta mudik lainnya, Rahmad Dani (31), mengaku sangat terbantu dengan program yang diselenggarakan Pegadaian.
Ia mengatakan akan mudik ke Kota Padang bersama istri dan anggota keluarganya.
“Kami mau pulang mudik ke Padang, sekalian jaga istri juga. Total ada lima orang yang ikut,” ujarnya.
Rahmat menilai proses pendaftaran mudik gratis cukup mudah dan tidak mempersulit masyarakat.
“Alhamdulillah sangat membantu. Prosesnya juga mudah, tidak dipersulit. Semuanya gratis, dapat tas mudik, baju, dan tidak dipungut biaya apapun,” katanya.
Ia menyebutkan rombongan dijadwalkan berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dan diperkirakan tiba keesokan harinya. Menurutnya, perjalanan menuju Padang bisa memakan waktu lebih dari 14 jam.
Rahmat berharap perjalanan mudik dapat berlangsung lancar tanpa kendala.
“Harapannya di perjalanan tidak ada hambatan. Mudah-mudahan jalan aman, tidak terjadi longsor atau banjir,” ucapnya.
Rahmad juga menyampaikan apresiasi kepada Pegadaian atas program mudik gratis tersebut.
“Terima kasih banyak kepada pihak Pegadaian yang sudah mengadakan program ini. Sangat membantu para pemudik, terutama bagi yang harus bekerja ataupun yang kurang mampu,” pungkasnya.(*)
| Istri Pemudik Tertinggal di Rest Area Tol Cipali, Suami Tak Bisa Balik karena One Way |
|
|---|
| Terjebak Macet Parah di Gilimanuk Bali, Pemudik Meninggal Dunia, Sempat Pingsan di Bus |
|
|---|
| Mikie Holiday Hadirkan Mini Musical Fireworks, Royal Parade, dan Eid Gala Dinner Sambut Lebaran 2026 |
|
|---|
| Pamatwil Polda Sumut Tinjau Kesiapan Pospam Sarudik, Ada WiFi hingga Tempel Ban Gratis |
|
|---|
| Sat Lantas Polres Batubara dan Hutama Karya Bahas Pencegahan Kecelakaan di Tol Jelang Mudik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Selalu-Hadir-untuk-Warga.jpg)