Memaknai Sejarah Hari Ibu: Rayakan Kasih dan Perjuangan Perempuan lewat Prosesi Basuh Kaki Ibu
Memaknai Sejarah Hari Ibu: Rayakan Kasih dan Perjuangan Perempuan lewat Prosesi Basuh Kaki Ibu
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hari Ibu di Indonesia bukan sekadar perayaan personal tentang kasih sayang seorang ibu, melainkan lahir dari sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia. Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu untuk mengenang Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928, sebuah momentum penting ketika perempuan dari berbagai daerah bersatu menyuarakan hak, pendidikan, dan peran aktif perempuan dalam membangun bangsa.
Dalam semangat sejarah tersebut, Hari Ibu menjadi pengingat bahwa perempuan, termasuk ibu adalah fondasi penting dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan negara.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan dalam acara peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan oleh DAAI TV. Menegaskan penghargaan terhadap peran ibu sebagai pilar keluarga dan bangsa, Veronica juga menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci pembangunan. “Bangsa ini hanya bisa maju apabila setiap perempuan mendapatkan kesempatan, perlindungan, dan penghargaan yang layak”, sebut Veronica dalam pidato sambutannya.
Prosesi Basuh Kaki Ibu: Simbol Bakti dan Kerendahan Hati
Prosesi Basuh Kaki Ibu berlangsung dalam suasana hening dan penuh haru. Air yang membasuh kaki ibu menjadi simbol perjalanan panjang pengorbanan seorang perempuan dalam membesarkan anak-anaknya, sering tanpa pamrih, tanpa sorotan, namun dengan cinta yang tak pernah berkurang.
Melalui prosesi ini, DAAI TV mengajak generasi muda untuk menumbuhkan kembali nilai bakti, kerendahan hati, dan rasa hormat kepada orang tua, khususnya ibu, di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan individualistik.
Konser Simfoni Kasih Ibu
Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan beberapa artis dan seniman muda berbakat, seperti Raisa Ramadhani, Pinky Awahita, Cittadewi Abhassara serta tarian daerah dari Belantara Budaya. Nathasia Djong, musikus cilik berbakat dan mamanya juga tampil memeriahkan acara ini dengan lagu-lagu yang membangkitkan kenangan dan keharuan. Sharing inspiratif Diah Kusumawardani, Mira Hoeng, dan Nashita Nio serta pertunjukan angklung dari anak-anak down syndrome yang membawakan lagu “Hati yang Bersyukur” turut memberi makna pada konser yang dipersembahkan untuk para ibu. Acara spesial Simfoni Kasih Ibu ini bisa disaksikan secara eksklusif di DAAI TV dan DAAI+ pada 21 Desember 2025, pukul 09.00 Wib dan ditayangkan ulang pada tanggal 22 Desember pukul 19.00 WIB di layar televisi kita.(*)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tentang DAAI TV
DAAI TV adalah stasiun televisi yang menghadirkan program-program inspiratif, edukatif, dan humanis dengan semangat kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Melalui konten yang menyentuh hati, DAAI TV berkomitmen menjadi media yang menumbuhkan empati dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Informasi lebih lanjut tentang DAAI TV & DAAI+,
kontak : 0889 8100 5000
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/RJNYTJTKYKK.jpg)