Program MBG Perkuat Ekonomi Desa lewat Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Proyek SPPG

Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Editor: Content Writer
Istimewa
DAMPAK SOSIAL MBG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui pengoperasian Dapur Sekolah Penggerak Pangan Gizi (SPPG), puluhan warga kini memperoleh pekerjaan baru di sektor penyediaan makanan bergizi. 

TRIBUN-MEDAN.COM  - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu inisiatif nasional yang membawa perubahan besar bagi masyarakat Indonesia. 

Tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, program ini juga memberikan dampak pada pemberdayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyebutkan, hingga 11 November 2025, BGN telah menjangkau 41,6 juta penerima manfaat MBG di 14.773 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, jutaan warga juga mendapatkan pekerjaan baru melalui dapur-dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Tercatat lebih dari 12.500 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia untuk mendukung pelaksanaan Program MBG.

Untuk memperluas dampak dari Program MBG sebagai motor penggerak ekonomi lokal, BGN juga telah mewajibkan setiap dapur SPPG untuk merekrut minimal 30 persen tenaga kerjanya dari warga kurang mampu di sekitar lokasi.

Kebijakan ini tertuang dalam Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025, sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025. 

Dalam pelaksanaannya, BGN turut memberi keleluasaan kepada pihak yayasan pengelola SPPG untuk merekrut warga sekitar sebagai juru masak, petugas kebersihan, sopir pengantar makanan, hingga tenaga administrasi. Setiap pekerja juga mendapatkan upah harian dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, yang biayanya diambil dari dana operasional program.

Cerita dari Lapangan: MBG Buka Lapangan Pekerjaan

Fajar (21), salah satu pekerja di dapur SPPG Tapos, Depok, bercerita bahwa bekerja sebagai tim pemorsian di Program MBG tidak hanya membantunya menambah pendapatan keluarga, tetapi juga menjadi salah satu cara baginya untuk berkontribusi langsung membantu masyarakat.

Di samping itu, ia juga merasa pekerjaan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan diri karena mendorongnya menjadi pribadi yang lebih berani dan percaya diri, terlebih karena mayoritas relawan di SPPG Tapos berusia jauh lebih tua dibandingkan dirinya. 

“Awalnya saya pemalu, tapi sejak bergabung sebagai relawan, saya jadi lebih berani dan percaya diri. Menjadi relawan MBG juga membangunkan rasa kemanusiaan saya, sehingga saya menjalankan tugas dengan semangat dan ikhlas,” ujar Fajar.

Cerita senada juga dirasakan Najwa (18), salah satu pekerja di dapur SPPG Palmerah. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran dapur SPPG membuka lapangan pekerjaan bagi dirinya dan anak-anak muda lain yang membutuhkan pekerjaan. 

"Semenjak lulus belum dapat kerja, jadi mau cari pengalaman kerja dulu aja gitu. Makanya ikut daftar MBG (Makan Bergizi Gratis) ini," kata Najwa, Selasa (14/10/2025), dikutip dari Kompas.com.

Meskipun ia mengaku tidak akan menjadikan pekerjaan di SPPG sebagai pekerjaan tetap, namun bekerja sebagai petugas pencuci ompreng tentu memberikan pengalaman dan bekal untuknya menjalankan pekerjaan lain di masa depan.

Selain memberdayakan tenaga kerja di dapur SPPG, BGN juga mendorong agar bahan baku makanan untuk program MBG dipasok dari UMKM lokal, koperasi, dan para petani setempat. Langkah ini memastikan rantai pasok tetap berpihak pada ekonomi rakyat, sekaligus menjamin ketersediaan bahan segar yang sesuai dengan karakteristik tiap daerah.

Upaya memperkuat rantai pasok lokal ini membuat dampak MBG terasa lebih luas karena program MBG tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi turut menggerakkan ekonomi warga dan mendorong kesejahteraan yang lebih merata di berbagai wilayah.

Keberhasilan MBG dalam memperluas akses pemenuhan gizi sekaligus menciptakan lapangan kerja menunjukkan bahwa program pemerintah dapat memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat luas dan menjadi fondasi penting menuju pembangunan sosial-ekonomi yang lebih inklusif.

Baca juga: MBG Bantu Ringankan Pengeluaran, Anak-anak pun Lebih Antusias Menyambut Sekolah

Tags
BGN
SPPG
MBG
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved