Mengintip Dapur Canggih MBG: Teknologi yang Pastikan Makanan Siswa Tetap Aman

SPPG Banyuwangi-Magelang tampil dengan dapur modern, digitalisasi penuh, dan teknologi masak higienis untuk mendukung keamanan pangan MBG.

Editor: Content Writer
Istimewa
DAPUR MODERN MBG - Petugas SPPG Banyuwangi-Magelang mengolah ribuan porsi makanan menggunakan peralatan masak modern seperti tilting pan dan sistem digital berbasis barcode, sebelum dibagikan kepada para siswa. Teknologi ini membantu menjaga higienitas dapur, memastikan porsi gizi tetap akurat, dan meningkatkan keamanan pangan dalam program MBG. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Di tengah semakin besarnya skala Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah mulai menunjukkan lompatan inovasi melalui penggunaan teknologi modern dan digitalisasi penuh. Digitalisasi penerimaan bahan, sistem barcode, hingga alat masak berkapasitas besar menjadi fondasi baru pengelolaan dapur yang jauh lebih higienis, terkontrol, dan efisien.

Transformasi ini semakin penting dilakukan seiring kebutuhan penyediaan ribuan porsi makanan setiap hari. Meski isu keamanan pangan sempat mencuat di beberapa daerah, banyak SPPG justru memperlihatkan standar tinggi dalam pengawasan dapur—membuktikan bahwa teknologi mampu memperkuat keamanan pangan, bukan sebaliknya.

Salah satu contoh nyata terlihat di SPPG Banyuwangi–Magelang, yang telah menerapkan sistem digital real-time, peralatan masak modern, hingga manajemen produksi berbasis data untuk memastikan seluruh porsi makanan tetap aman, bersih, dan bergizi seimbang. Melalui inovasi digital, peralatan masak berkapasitas besar, bangunan dapur higienis, hingga sistem pengawasan terintegrasi, dapur ini menunjukkan bahwa produksi MBG bisa dilakukan dengan standar tinggi, cepat, dan tetap aman.

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan pangan nasional.

Baca juga: BGN Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Masyarakat untuk Mendukung Program MBG

“Kami tidak hanya membangun dapur produksi pangan, tapi juga fondasi keberlanjutan. Dengan inovasi ini, SPPG menjadi contoh fasilitas yang tangguh, efisien, dan berorientasi pada masa depan,” ujar Hadi Pranoto selaku Ketua Yayasan Bina Bangsa di Magelang, Sabtu (25/10).

Digitalisasi untuk Menekan Risiko Kontaminasi

SPPG Banyuwangi–Magelang menerapkan sistem barcode pada seluruh bahan pangan dan peralatan gastronom food pan. Setiap bahan yang masuk dan keluar dipindai serta dicatat secara real-time ke dashboard digital, sehingga proses distribusi bahan, gramasi, dan jumlah porsi dapat dipantau secara presisi.

Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini menjadi bagian penting dalam standar keamanan pangan, yakni bahan yang rusak, kedaluwarsa, atau salah simpan dapat terdeteksi cepat. Penggunaan dashboard digital ini juga meminimalkan human error dan memastikan setiap menu memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).

SPPG Banyuwangi–Magelang juga menggunakan tilting pan stainless steel berkapasitas 95 liter, alat yang sangat efisien untuk memasak banyak porsi sekaligus dan menghasilkan panas yang merata. Dengan lima unit alat, petugas dapur dapat menyelesaikan beberapa menu sekaligus tanpa risiko undercook dan overcook yang berpotensi meningkatkan kontaminasi.

Bahan pangan yang digunakan sebagian besar sudah dalam bentuk bahan siap olah, yang sudah dibersihkan, dipotong sesuai gramasi, dan diproses oleh pemasok bersertifikat PIRT.

Efisiensi juga terlihat pada proses pemorsian. Dengan desain tatakan ompreng, petugas bisa mempersiapkan satu porsi dalam waktu satu detik. Kecepatan pemorsian ini penting untuk menjaga makanan tidak terlalu lama berada pada suhu ruang, yang dapat meningkatkan risiko bakteri berkembang.

Bangunan dapur pun menggunakan sandwich panel yang tahan api, tahan gempa, anti jamur, serta mudah dibersihkan. Teknologi ini membantu menjaga dapur tetap higienis dan mendukung standar keamanan pangan jangka panjang.

Penguatan Sistem Pengelolaan MBG Berbasis Teknologi

Selain perbaikan dapur dan standar higienitas, sejumlah daerah mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung keamanan dan ketepatan pelaksanaan MBG. Salah satunya terlihat pada uji coba MBG berbasis Artificial Intelligence (AI) di Purwokerto. Sistem ini mengintegrasikan penyusunan menu otomatis, pemesanan sesuai preferensi siswa, hingga pemantauan distribusi secara real-time melalui dashboard.

Sekretaris Watung Koperasi Indonesia (Warkopin) Maju Jaya, Ari Rinaldi, menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan oleh Rafi Wikrama Sahasika, alumni S1 Teknik Bioproses Universitas Indonesia (UI), bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan MBG dari hulu hingga hilir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved