Piala Dunia Klub 2025

Rafinha Sindir Ajang Piala Dunia Klub 2025 yang Barcelona Tak Ikut, Liburan Berharga Buat Pemain

Alih-alih berlibur seperti biasa, para pemain di klub peserta Piala Dunia Klub 2025 harus rela mengorbankan waktu demi tampil di turnamen akbar ini.

Twitter/UEFA Champions League
Pemain Barcelona, Rafinha sleebrasi usai cetak gol ke gawang PSG di Liga Champions 2023-2024 

TRIBUN-MEDAN.com - Winger Barcelona, Raphinha, menyindir ajang penyelenggaraan Piala Dunia Klub 2025.

Turnamen garapan FIFA tahun ini digelar dengan format baru yang pelaksanaan keseluruhannya memakan waktu satu bulan.

Momennya jatuh ketika liga-liga top Eropa seharusnya memasuki masa jeda kompetisi.

Alih-alih berlibur seperti biasa, para pemain di klub peserta Piala Dunia Klub 2025 harus rela mengorbankan waktu demi tampil di turnamen akbar ini.

Sebagian kontestan dari Eropa baru kelar menjalani rangkaian musim yang melelahkan sejak Agustus atau September 2024 lalu.

Baca juga: Bursa Transfer - Emiliano Martinez Justru Berpeluang Gabung Chelsea Bukan ke Man United

Barcelona tidak ikut ambil bagian di Piala Dunia Klub 2025.

Meski tampil solid menjuarai semua kompetisi domestik musim lalu dan mencapai semifinal Liga Champions, Barca gagal memenuhi syarat lolos sebagai salah satu tim berperingkat terbaik dalam koefisien empat tahunan UEFA.

Raphinha dkk cuma bisa nonton kiprah rival bebuyutan mereka, Real Madrid, dan sederet klub elite lain bertanding di Amerika Serikat.

Bukannya iri tidak diajak, winger timnas Brasil itu justru mengkhawatirkan kondisi para koleganya.

Baca juga: Prediksi Skor Benfica Vs Chelsea di 16 Besar Piala Dunia Klub, The Blues Diunggulkan Menang Tipis

Para pemain di turnamen tersebut terus diperas tenaganya, apalagi dalam cuaca terik yang tidak bersahabat di AS.

Padahal seharusnya mereka memiliki hak untuk berlibur setelah menjalani agenda padat sepanjang musim lalu.

Bukan capek-capek lagi mengikuti kejuaraan level tinggi yang membutuhkan tingkat konsentrasi serta kondisi kebugaran di level tertinggi pula.

"Mengorbankan liburan kami secara paksa sangat pelik karena itu hak kami sebagai pemain," kata Raphinha, dikutip BolaSport.com dari Bein Sports.

"Semua orang berhak mendapat setidaknya sebulan waktu untuk berlibur, mungkin tiga minggu."

"Banyak dari mereka yang bermain di Piala Dunia bahkan tidak akan mendapatkan waktu sebulan," ujarnya.

Baca juga: Liverpool Belanja Pemain Tembus Rp3,7 Triliun di Bursa Transfer 2025, Dianggap Biasa Saja

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved